{"id":7173,"date":"2017-01-29T23:11:37","date_gmt":"2017-01-29T16:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=7173"},"modified":"2017-01-30T10:43:55","modified_gmt":"2017-01-30T03:43:55","slug":"budayakan-rasa-malu-dan-kebersamaan-bukukan-simbur-cahaya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=7173","title":{"rendered":"Budayakan Rasa Malu dan Kebersamaan, Bukukan Simbur Cahaya"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG &#8211; Kitab Simbur Cahaya dinilai menjadi sumber inspirasi dalam pembangunan karakter masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan. Dalam hal perumusan peraturan dan perundangan berbasis budaya, Simbur Cahaya dinilai mampu menjadi fondasi awal dalam membangun nilai-nilai dan kearifan lokal, khususnya di daerah pedesaan.<\/p>\n<p>&#8220;Simbur Cahaya itu berisi keseluruhan hidup masyarakat Sumsel, terutama masyarakat desa. Simbur Cahaya dapat didekati dengan berbagai cara, dari banyak dimensi. Ada semua lapisan kebudayaan di dalamnya,&#8221; ungkap Dr Saudi Berlian, sosiolog dan peneliti budaya Sumsel, saat diskusi di kafe Wanua Sriwijaya, Minggu (29\/1) malam.<\/p>\n<p>Nilai-nilai moral yang dapat dipetik dari Simbur Cahaya, tambah Saudi, di antaranya disiplin, rasa malu dan kebersamaan. Dijelaskannya pula, kaitan Simbur Cahaya dengan Sriwijaya itu sangat kuat. &#8220;Konteks Sriwijaya dilihat dari aspek Buddha, ada hinayana dan mahayana. Masyarakat Sriwijaya lebih cenderung pada pola masyarakat konservatif dan demokratis. Setelah Islam masuk, kebudayaan diakulturasi hingga Simbur Cahaya cepat berkembang di pedesaan,&#8221; ungkapnya seraya menambahkan, Ratu Sinuhun menjadi kompilator dalam penciptaan Simbur Cahaya sekitar tahun 1700-an.<\/p>\n<p>Pada 1927, Simbur Cahaya dikembalikan lagi setelah isinya banyak yang dihilangkan saat masa kolonialisme. &#8220;Karena Simbur Cahaya itulah awalnya Belanda gagal masuk ke Sumsel,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), Dicky Meirando SSTP MH mengatakan, pembangunan infrastruktur kebudayaan sangat penting dilakukan dalam menjalankan roda pemerintahan, khususnya di Sumatera Selatan. Untuk itu, dirinya berencana menerapkan sistem pemerintahan yang bersumber dengan kitab undang-undang Simbur Cahaya sebagai program Bagian Hukum Setda Pemkab Muba.<\/p>\n<p>&#8220;Saya terinspirasi dari kearifan lokal, dalam hal ini kitab Simbur Cahaya. Artinya, peraturan perundangan yang dibuat berbasis kebudayaan lokal lebih menyentuh karena sesuai dengan nilai-nilai dan karakter masyarakat desa,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dicky menjelaskan, Bagian Hukum Setda Pemkab Muba mulai mengangkat Simbur Cahaya, karena kabupaten tersebut merupakan bagian dari kebudayaan Sriwijaya. Dia menambahkan, Bagian Hukum Setda Pemkab Muba bermaksud menerbitkan kembali kitab Simbur Cahaya dalam bentuk buku yang akan disebar ke pedesaan di Kabupaten Muba. &#8220;Semoga bermanfaat bagi Indonesia, Sumsel khususnya. Terutama masyarakat pedesaan,&#8221; tutupnya. (maz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG &#8211; Kitab Simbur Cahaya dinilai menjadi sumber inspirasi dalam pembangunan karakter masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan. Dalam hal perumusan peraturan dan perundangan berbasis budaya, Simbur Cahaya dinilai mampu menjadi fondasi awal dalam membangun nilai-nilai dan kearifan lokal, khususnya di daerah pedesaan. &#8220;Simbur Cahaya itu berisi keseluruhan hidup masyarakat Sumsel, terutama masyarakat desa. Simbur Cahaya dapat didekati dengan berbagai cara, dari banyak dimensi. Ada semua lapisan kebudayaan di dalamnya,&#8221; ungkap Dr Saudi Berlian, sosiolog dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36,12],"tags":[],"class_list":["post-7173","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting","category-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7173"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7189,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7173\/revisions\/7189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}