{"id":48092,"date":"2026-09-08T20:46:25","date_gmt":"2026-09-08T13:46:25","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=48092"},"modified":"2026-09-08T20:46:25","modified_gmt":"2026-09-08T13:46:25","slug":"sebut-palembang-wajah-sumsel-gubernur-minta-tidak-pasrah-hadapi-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=48092","title":{"rendered":"Sebut Palembang Wajah Sumsel, Gubernur Minta Tidak Pasrah Hadapi Karhutla"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> \u2014 Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak akan pasrah menghadapi dampak kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Senin (7\/9).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Palembang memiliki posisi penting sebagai wajah Sumatera Selatan. Karena itu, kondisi Palembang menjadi cerminan bagi daerah lainnya di Sumsel. &#8220;Sampai titik ini kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Bahwa Palembang adalah wajah Sumsel. Kami punya cara sendiri dalam merawatnya. Baik buruknya Palembang, mencerminkan Sumsel,&#8221; ujar Herman Deru.<\/p>\n<p>Gubernur mengatakan, tahun ini Sumatera Selatan menghadapi kemarau kering akibat fenomena El Nino. Bahkan, terdapat satu wilayah yang telah mencapai 60 hari tanpa hujan sehingga menyebabkan banyak lahan berubah menjadi lahan fuso akibat kekeringan. &#8220;Kalau terkait kebakaran, yakni mencegahnya. Saya apresiasi kesigapan Wali Kota Palembang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Herman Deru juga menyoroti keberadaan lahan-lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak dimanfaatkan. Menurutnya, pemilik lahan HGU perlu mendapat teguran apabila keberadaan lahan tersebut menimbulkan keresahan maupun mengganggu masyarakat. &#8220;Kepada pemilik lahan HGU jika tidak dimanfaatkan, ini mungkin bisa kami tegur jika meresahkan dan mengganggu masyarakat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Meski Palembang bukan merupakan daerah target utama pencegahan karhutla karena berstatus sebagai wilayah perkotaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap memberikan dukungan dalam upaya penanggulangan kebakaran.<\/p>\n<p>Salah satunya melalui pemberian honorarium bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang turut membantu dalam proses pemadaman kebakaran.<\/p>\n<p>Terkait dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, Herman Deru meminta agar pelayanan kesehatan segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, penanganan kesehatan tidak perlu menunggu masyarakat ditanya mengenai penyebab penyakit yang dialaminya. &#8220;Sebaiknya segera diambil tindakan pelayanan tanpa perlu ditanya apa penyebab penyakitnya. Mudah-mudahan hal ini bisa kita lalui,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi kunjungan Gubernur Sumatera Selatan ke Posko Penanggulangan Karhutla. Ia menyampaikan bahwa sejak Januari hingga September 2026, telah tercatat sebanyak 279 titik api di wilayah Kota Palembang.<\/p>\n<p><strong>Antisipasi ISPA Meningkat, Puskesmas Siaga 24 Jam<\/strong><\/p>\n<p>Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru meminta Puskesmas di Kecamatan Kertapati, Palembang, siaga 24 jam sebagai langkah antisipasi terhadap kecenderungan meningkatnya angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau Posko Siaga Karhutla di Kantor Camat Kertapati, Palembang, Senin (7\/9\/2026).<\/p>\n<p>Informasi yang disampaikan Camat Kertapati Rifanda Putra menyebutkan, jumlah penderita ISPA di Kecamatan Kertapati menunjukkan grafik peningkatan selama musim kemarau, terlebih sejak terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kecamatan Kertapati, tercatat sebanyak 43 kejadian kebakaran lahan yang dimiliki warga.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, berdasarkan angka kejadian karhutla di Kecamatan Kertapati, terjadi peningkatan hingga 100 persen. &#8220;Januari sampai Agustus 20 karhutla, Agustus sampai hari ini 23. Artinya, meningkat 100 persen,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Terkait kasus ISPA, Herman Deru menilai telah terjadi lonjakan kasus pada Februari dengan jumlah mencapai 15 ribu penderita. &#8220;Padahal itu belum waktu karhutla, ini perlu diantisipasi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Herman Deru meminta jajaran Puskesmas di Kecamatan Kertapati siaga penuh selama 24 jam agar masyarakat yang mengalami ISPA akibat kabut asap dapat ditangani dengan cepat.<\/p>\n<p>Kepada pihak kepolisian, Gubernur Sumsel Herman Deru juga meminta agar mencari pemilik lahan yang berpotensi terbakar maupun lahan yang sudah terbakar. &#8220;Kalau dia perusahaan kita akan cabut haknya, tentu dengan berkoordinasi dengan Pak Wali,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru turut mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Kertapati yang telah bekerja keras dalam melakukan pemadaman api. &#8220;Kertapati ini wilayah perbatasan. Tentu nanti ada titik api di wilayah perbatasan, tetap saja kita turun mengantisipasinya,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya karhutla, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta seluruh jajaran di Kecamatan Kertapati untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar karhutla tidak terjadi. &#8220;Bisa lewat medsos atau bila perlu door to door,&#8221; demikian H. Herman Deru.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2014 Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tidak akan pasrah menghadapi dampak kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Senin (7\/9). Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa Palembang memiliki posisi penting&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48093,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,45],"tags":[],"class_list":["post-48092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang","category-pemprov-sumsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48094,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48092\/revisions\/48094"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}