{"id":48005,"date":"2026-09-01T11:40:43","date_gmt":"2026-09-01T04:40:43","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=48005"},"modified":"2026-09-01T11:44:36","modified_gmt":"2026-09-01T04:44:36","slug":"menhut-beri-saran-padamkan-karhutla-sumsel-secara-spiritual-gubernur-jangan-berharap-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=48005","title":{"rendered":"Menhut Beri Saran Padamkan Karhutla Sumsel secara Spiritual, Gubernur: Jangan Berharap Hujan"},"content":{"rendered":"<p># Kepala BNPB Komitmen Perkuat Operasi Darat dan Udara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> \u2013 Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyepakati arahan untuk memperbanyak pasukan darat dalam penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ia menilai operasi di lapangan harus diperkuat dengan pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan secara jelas agar pemadaman dapat dilakukan secara efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Saatnya sekolah (terjun) di lapangan. OMC tetap dilakukan di mana pun karena membantu kelembapan dan mengantisipasi karhutla. Atur betul jadwal dan peta perjalanan pasukan darat dalam memadamkan api,&#8221; kata Raja Juli dalam Rapat Terbatas Penanganan Karhutla bersama Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31\/8).<\/p>\n<p>Ia juga mengumumkan bahwa pada Selasa (1\/9) akan ada satu pesawat tambahan dari Rusia untuk mendukung operasi water bombing di Sumsel. &#8220;Ini adalah all out work. Apa pun harus dikerjakan, bahkan secara spiritual. Bulan perjuangan kita adalah di bulan September,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan operasi darat dan udara. Upaya ini dilakukan untuk menekan kemunculan titik api (hotspot) sekaligus mencegah risiko kabut asap lintas batas di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.<\/p>\n<p>Data pemantauan per 30 Agustus 2026 mencatat sisa area yang memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat di Sumsel tersisa 67,06 hektare. Dari luas tersebut, patroli udara mendeteksi 11 titik api mencakup area lebih kurang 45 hektare, sementara pengecekan lapangan (ground check) Satgas Darat mendeteksi area seluas sekitar 22,06 hektare.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan membuktikan bahwa Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Basarnas, Relawan dan sektor swasta ini menjadi kekuatan utama dan harus semakin ditingkatkan kekuatannya,&#8221; ujar Suharyanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Senin (31\/8) pagi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Melalui kerja sama intensif tim gabungan, lahan seluas 18,36 hektare berhasil dipadamkan, dengan rincian 2,5 ha melalui water bombing dan 15,86 hektare melalui operasi darat. Saat ini, fokus utama tertuju pada tahap pendinginan (cooling down) di sisa area seluas 48,7 hektare, terutama pada lahan gambut agar api tidak kembali berkobar.<\/p>\n<p>Sebaran Titik Api Prioritas prioritas tinggi di Ogan Komering Ilir (OKI) 5 titik dengan 21 hektare (Kota Bumi dan Tulung Selapan). Musi Banyuasin (Muba) 1 titik sekitar 7 hektare (Lalan, gambut tebal, dan angin kencang). Prioritas sedang Muara Enim 2 titik sekitar 11 hektare (Gelumbang dan Sungai Rotan). Prioritas ringan Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, dan Ogan Ilir Masing-masing 1 titik sekitar 3\u20134 hektare.<\/p>\n<p>Penguatan mobilisasi personel dan peralatan operasional terus ditingkatkan<br \/>\nguna mengantisipasi keterbatasan akses lokasi dan sumber air, sebanyak 11.567 personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, Masyarakat Peduli Api (MPA), sektor swasta, dan relawan telah dikerahkan ke lapangan.<\/p>\n<p>Tren kebakaran turun 88 persen, kualitas udara tetap diwaspadai. Dalam upaya penanganan karhutla di Sumsel dalam tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan luas area terbakar yang signifikan hingga lebih dari 88 persen. Lahan terbakar pada.2023 sekitar 264.165,68 hektare. Tahun 2024: 30.844,96 ha, Tahun 2025: 11.879,56 ha. Capaian ini memperlihatkan efektivitas sistem peringatan dini, respons cepat Satgas, dan kolaborasi lintas sektor. Secara umum, situasi karhutla di Sumsel tetap terkendali dan aktivitas masyarakat berjalan aman.<\/p>\n<p>Meski demikian, imbas penumpukan asap sempat memicu penurunan kualitas udara. Stasiun pemantau kualitas udara Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU\/AQI) di angka 247 (Sangat Tidak Sehat).<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan kabar baik bahwa pada 1 hingga 4 September terdapat potensi hujan di wilayah Sumsel. Meski demikian, Suharyanto meminta seluruh pihak tidak lengah dan tetap melakukan upaya pemadaman secara maksimal. &#8220;Pemadaman api membutuhkan kerja sama semua pihak. Sumsel punya empat water bombing. Jika masih ada yang terbakar, mari berjibaku memadamkannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>BNPB juga mendorong percepatan administrasi bagi petugas yang bertugas di lapangan. Hal ini diperlukan agar para personel yang terlibat langsung dalam operasi penanganan karhutla dapat memperoleh dukungan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>&#8220;Kepada Dansatgas OKI, pasukan yang di lapangan yang memang berjibaku segera didaftarkan untuk mengajukan uang harian. Kondisi ideal memang tidak memungkinkan, setidaknya kita terus berusaha dengan peralatan yang ada,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pentingnya memperkuat operasi darat sebagai strategi utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Ia meminta seluruh pihak tidak mengandalkan hujan untuk mengatasi karhutla, melainkan memperkuat pasukan di lapangan dengan melibatkan masyarakat desa.<\/p>\n<p>&#8220;Pertama, jangan berharap hujan. BMKG menyampaikan bibit-bibit air sudah ada, tetapi hujan merata baru Oktober. Kedua, operasi darat sangat penting. Harus memperkuat pasukan darat, caranya dengan memberdayakan warga desa. Usulan satgas darat segera kami nantikan,&#8221; tegas Herman Deru.<\/p>\n<p>Menurut Gubernur, sebagai wilayah yang terpapar karhutla cukup luas, kesiapan perangkat desa menjadi salah satu kunci dalam penanganan kebakaran. Karena itu, penguatan Satgas Darat perlu segera dilakukan agar pemadaman dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.<\/p>\n<p>Selain memperkuat operasi darat, Pemprov Sumsel juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk hingga malam hari, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dan mengendalikan karhutla.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Imbau Puskesmas Buka Layanan 24 Jam, Antisipasi ISPA Dampak Asap Karhutla<\/p>\n<p>Gubernur juga mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel agar memastikan puskesmas membuka layanan selama 24 jam. Tujuannya untuk mengantisipasi meningkatnya keluhan masyarakat akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebagai dampak kondisi asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>\n<p>Gubernur mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota terkait kesiapan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla. \u201cSaya sudah berkoordinasi sama bupati, wali kota untuk puskesmas dibuka 24 jam untuk pelayanan ISPA. Saya harapkan untuk tidak dipungut biaya kalau untuk infeksi saluran pernapasan ini,\u201d ujar Gubernur.<\/p>\n<p>Menurut Herman Deru, penanganan dampak karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan satuan tugas, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Hal tersebut mengingat berdasarkan hasil investigasi, sebagian besar kejadian kebakaran disebabkan oleh faktor manusia, sementara dampaknya juga kembali dirasakan oleh manusia. \u201cKalau hasil investigasi penyebab mayoritas ini adalah ulah manusia dan yang terdampak manusia, untuk mengatasinya waterbombing pun kalah dibanding manusia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, Gubernur Herman Deru mengajak seluruh masyarakat Sumsel mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing, mulai dari upaya promotif, preventif hingga penanganan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat karhutla.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, untuk turut menyebarluaskan edukasi serta mengajak masyarakat lainnya berperan dalam mencegah dan mengakhiri terjadinya kebakaran. \u201cKita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak ada peran pada posisi promotif, preventif dan penanganan juga. Teman-teman yang main medsos silakan untuk mengajak orang bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri sebenarnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gubernur menegaskan, upaya pencegahan menjadi sangat penting karena sebesar apa pun dukungan teknologi dan sumber daya yang dikerahkan untuk pemadaman, termasuk melalui waterbombing, tetap memiliki keterbatasan apabila kebakaran terus terjadi akibat aktivitas manusia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB yang telah memberikan perhatian serta dukungan terhadap penanganan karhutla di Sumsel, antara lain berupa stimulan dan bantuan alat pelindung diri (APD). \u201cTerima kasih kepada Pak Menhut, Kepala BNPB yang memberikan perhatian berupa stimulan, bantuan APD dan lain-lain. Ini tentu menambah semangat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat yang ingin terlibat langsung sebagai pasukan darat dalam penanganan karhutla juga diberikan dukungan berupa uang semangat. Gubernur mengajak masyarakat yang berminat untuk mendaftarkan diri dan berkontribusi dalam penanganan karhutla di lapangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, terkait dampak ekonomi akibat karhutla dan asap, Gubernur Herman Deru mengatakan diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui sektor-sektor yang terdampak. \u201cDampak ekonomi kita tentu membutuhkan kajian, sektor apa yang terganggu akibat ini,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan dari BNPB berupa Dana Siap Pakai Dukungan Logistik dan Peralatan Penanganan Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla Tahun 2026. Total bantuan senilai Rp770.161.000 tersebut disalurkan untuk Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten PALI, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kota Palembang.(tim)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Kepala BNPB Komitmen Perkuat Operasi Darat dan Udara &nbsp; PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyepakati arahan untuk memperbanyak pasukan darat dalam penanganan karhutla di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Ia menilai operasi di lapangan harus diperkuat dengan pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan secara jelas agar pemadaman dapat dilakukan secara efektif. &#8220;Saatnya sekolah (terjun) di lapangan. OMC tetap dilakukan di mana pun karena membantu kelembapan dan mengantisipasi karhutla. Atur betul jadwal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48010,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=48005"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48007,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/48005\/revisions\/48007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/48010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=48005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=48005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=48005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}