{"id":47880,"date":"2026-08-19T11:36:59","date_gmt":"2026-08-19T04:36:59","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47880"},"modified":"2026-08-19T11:44:56","modified_gmt":"2026-08-19T04:44:56","slug":"tetap-siaga-salurkan-bantuan-hingga-pulihkan-destinasi-wisata-pascagempa-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47880","title":{"rendered":"Tetap Siaga, Salurkan Bantuan hingga Pulihkan Destinasi Wisata Pascagempa NTT"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak bencana. Lebih dari 70 warga meninggal dunia dalam peristiwa ini. Hal itu diungkap Berton SP Panjaitan, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.<\/p>\n<p>Pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan tim gabungan yang dikoordinasikan Basarnas. Tim SAR tersebut meliputi personel Basarnas 63 orang dan potensi SAR 1.799 orang. Pada hari ketiga pascagempa, Basarnas tidak mendapatkan lagi adanya laporan orang hilang di wilayah terdampak. &#8220;Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,&#8221; ujar Berton.<\/p>\n<p>Selain operasi pencarian dan pertolongan, pelayanan medis darurat terus diupayakan sejak terjadinya gempa pada Sabtu lalu (15\/8). &#8220;Pos komando akan mengoperasikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kepada warga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dua rumah sakit lapangan telah dikirimkan menuju Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Fasilitas ini akan berfungsi untuk melayani korban gempa maupun warga yang sakit. Fasilitas medis berupa rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di kabupaten tersebut rusak akibat guncangan gempa. Operasional rumah sakit ini nantinya akan mendapatkan dukungan dari tim emergensi medis (EMT) dari Kementerian Kesehatan.<\/p>\n<p>Sebelumnya pada Minggu (16\/8), Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis telah mengaktifkan health emergency operation center atau HEOC di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten\/kota di wilayah terdampak bencana. Aktivasi HEOC berada di 9 lokasi strategis. Kesembilan titik tersebut berada di tingkat provinsi dan 9 titik di kabupaten terdampak.<\/p>\n<p>Pada sektor pelayanan darurat kesehatan, Kementerian Kesehatan memobilisasi dua tim manajemen krisis kesehatan, masing-masing menuju Kabupaten Sikka dan Ende. Selanjutnya EMT juga diterjunkan sebanyak dua tim, dimana satu tim mencakup Kabupaten Ende Nagekeo dan Manggarai Barat, dan satu lainnya melayani Kabupaten Sikka.<\/p>\n<p>Di samping itu, Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan obat-obatan, bahan medis habis pakai, emergency kit, tenda pos kesehatan dan oksigen lonsentrator serta tenda pos kesehatan untuk menunjang penanganan darurat.<\/p>\n<p>&#8220;Pelayanan medis bagi korban terdampak gempa juga mendapatkan dukungan dari personel TNI dan Polri,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><strong>Dampak Kerusakan<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan bangunan tempat tinggal.<\/p>\n<p>Rincian kerusakan rumah di wilayah Kabupaten Nagekeo, terdiri 116 unit rumah rusak berat (RB), 6 unit rumah rusak sedang (RS) dan 42 unit rumah rusak ringan (RR).<\/p>\n<p>Kabupaten Ende, kerusakan terdiri dari 108 unit rumah RB, 85 unit rumah RS, dan 268 unit rumah RR. Kabupaten Manggarai, rincian kerusakan meliputi 761 unit rumah RB, 76 unit rumah RS, 147 unit rumah RR.<\/p>\n<p>Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah RB, 15 unit rumah RS, 11 unit rumah RR. Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan meliputi 481 unit rumah RB, 202 unit rumah RS, 231 unit rumah RR.<\/p>\n<p>Kabupaten Ngada, total kerusakan mencapai 1.796 unit rumah. BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan tersebut. Sedangkan di Kabupaten Sikka, jumlah tempat tinggal terdampak meliputi 145 unit rumah RB, 16 unit rumah RS, 12 unit rumah RR.<\/p>\n<p>Di samping rumah warga, guncangan gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran dan fasilitas umum lain, termasuk akses jalan.<\/p>\n<p>Sampai dengan hari ini (17\/8), Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2. Sedangkan BMKG merilis, dari total gempa susulan tadi, sebanyak 54 gempa susulan yang dirasakan warga. &#8220;Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi akan mulai stabil dalam 2\u20133 minggu ke depan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><strong>Percepat Distribusi Bantuan<\/strong><\/p>\n<p>BNPB mempercepat penanganan darurat bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Senin (17\/8), Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, M.Si., bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono melakukan koordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait dukungan operasi penanggulangan bencana gempa di NTT. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan secara cepat dan terkoordinasi sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.<\/p>\n<p>&#8220;Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penguatan operasi distribusi logistik dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sejak Sabtu (15\/8), Posko PPN Halim Perdanakusuma menggelar operasi distribusi bantuan kemanusiaan berskala besar dengan melibatkan pemerintah, TNI, serta berbagai mitra kemanusiaan. Dalam operasi tersebut, pesawat angkut berat TNI AU dikerahkan untuk mengirimkan kebutuhan logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Pada Senin (17\/8), sebanyak tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram (kg).<\/p>\n<p>Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) \u2013 Labuan Bajo (LBJ) \u2013 Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut mengangkut 13.504 kg logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darurat di wilayah barat NTT. Muatan terdiri atas paket sembako seberat 3.019 kg atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat total 10.485 kg dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris). &#8220;Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, distribusi bantuan diarahkan ke wilayah tengah dan timur NTT melalui penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) \u2013 Maumere (MOF) \u2013 Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa total 13.563 kg logistik. Muatan terbesar berupa 13.500 kg paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres. BNPB turut mengirimkan bantuan nonpangan berupa 200 potong kaos dengan berat 48 kg, sedangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyumbangkan 15 kg obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung kebutuhan kesehatan darurat di pengungsian.<\/p>\n<p>Untuk melanjutkan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM) \u2013 Labuan Bajo (LBJ) \u2013 Halim Perdanakusuma (HLM). Pesawat tersebut membawa 13.500 kg logistik yang terdiri atas 13.100 kg paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kg kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa.<\/p>\n<p>Tiga penerbangan tersebut merupakan bagian dari operasi distribusi logistik terpadu yang dilaksanakan melalui jalur udara dan laut. Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma berfungsi sebagai pusat kendali yang menerima dan mengonsolidasikan bantuan dari berbagai sumber, termasuk lembaga dan organisasi kemanusiaan, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak swasta. Melalui jalur udara, distribusi dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere. Sementara itu, distribusi melalui jalur laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai.<\/p>\n<p>Pelaksanaan operasi melalui berbagai moda transportasi tersebut terus diperkuat selama masa tanggap darurat. Dalam kurun waktu 15\u201317 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan yang memberangkatkan total 101.494 kg logistik. Operasi tersebut didukung oleh dua unit pesawat A-400M Atlas dan empat unit pesawat C-130 Hercules, serta armada KRI untuk distribusi melalui jalur laut.<\/p>\n<p>Kelancaran seluruh rangkaian operasi tersebut didukung oleh personel gabungan yang bertugas di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma. Sebanyak 710 personel terlibat dalam pelaksanaan operasi, mulai dari penerimaan dan konsolidasi bantuan hingga proses pemuatan dan pemberangkatan logistik menuju wilayah terdampak.<\/p>\n<p><strong>Pemulihan Infrastruktur Listrik dan Komunikasi Pascagempa<\/strong><\/p>\n<p>Gempa bumi M7,7 tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan. Fenomena geologi yang terjadi pada Minggu (15\/8) juga merusak infrastruktur dasar, seperti listrik dan jaringan komunikasi.<\/p>\n<p>Pos Pendamping Nasional (Pospenas) merilis perbaikan infrastruktur listrik dan jaringan komunikasi berjalan optimal. Pada Senin (17\/8), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat hampir 100 persen untuk memulihkan jaringan listrik yang berada pada wilayah kerja mereka. Trafo GI sudah pulih 100 persen. Sedangkan tiang listrik atau penylang yang terdampak sudah berfungsi 98,3 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Gardu distribusi yang terdampak sebanyak 3.478 unit sudah menyala 99,45 persen. Dari total pelanggan dalam area tersebut, 564.065 atau 99,4 persen sudah kembali mendapatkan listrik,&#8221; ujar Berton.<\/p>\n<p>Distribusi kelistrikan dari UP3 Flores Bagian Timur juga melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Sedangkan UP3 Flores Bagian Barat, cakupan wilayah pelayanan meliputi enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.<\/p>\n<p>Sementara itu, jaringan telekomunikasi yang dikelola provider Telkomsel juga hampir pulih 100 persen di wilayah terdampak gempa. Wilayah yang jaringan komunikasinya telah pulih lebih dari 90 persen di antaranya Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende dan Manggarai. Hanya Manggarai Timur, pemulihan jaringan komunikasi mencapai 76,3 persen, dimana 14 site masih terkendala.<\/p>\n<p>Melalui perbaikan yang berjalan optimal tersebut, Pospenas mengharapkan aktivitas masyarakat dapat segera bangkit dan pulih kembali pascabencana. Langkah tesebut sejalan dengan perbaikan infrastruktur lain, seperti akses jalan. Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga dilakukan oleh pos komando yang didukung Pospenas.<\/p>\n<p><strong>Pemulihan Sektor Pariwisata Pascagempa<\/strong><\/p>\n<p>Gempa M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dirasakan warga setempat tetapi juga wisatawan yang sedang berada di wilayah itu. Fenomena yang terjadi pada Sabtu (15\/8) berdampak pada sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan Pos Pendamping Nasional (Pospenas), gempa berdampak pada sektor pariwisata, seperti akomodasi, daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas dan sarana pendukung pariwisata. Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan, khususnya di wilayah yang mengalami kendala jaringan listrik dan telekomunikasi.<\/p>\n<p>&#8220;BPOLBF memantau Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo secara umum tetap dapat menjalankan aktivitas pariwisata, setelah akses pelayaran dibuka kembali,&#8221; kata Berton<\/p>\n<p>Pada Minggu (16\/8) sebanyak 308 kapal wisata tercatat berangkat dengan mengangkut 3.651 penumpang, terdiri dari 811 wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menginformasikan aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman, dan kondusif.<\/p>\n<p>&#8220;Sedangkan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo, fasilitas ini telah dibuka kembali dan aktivitas wisatawan terpantau berjalan normal,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pada transportasi udara, penyesuaian operasional diberlakukan sesuai dengan kondisi pascagempa. Hasil asesmen menunjukkan operasional Bandara Komodo Labuan Bajo berjalan normal pada Senin (17\/8). Berikut ini informasi seputar status operasional beberapa bandara di NTT pada Senin kemarin.<\/p>\n<p>&#8220;Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, operasional sebagian penerbangan masih dibatalkan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Bandara Soa-Bajawa, seluruh penerbangan yang terjadwal pada Senin (17\/9) berdasarkan informasi yang diterima dibatalkan sementara.<\/p>\n<p>Bandara Frans Sales Lega Ruteng masih terdapat pembatalan penerbangan dan kondisi fasilitas bandara masih memerlukan pemantauan lebih lanjut karena terdapat kerusakan atau retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sebagian penerbangan masih beroperasi, sementara sebagian penerbangan mengalami pembatalan.<\/p>\n<p>Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan serta keputusan operasional masing-masing maskapai dan pengelola bandara.<\/p>\n<p>Pada sektor penginapan atau perhotelan, sejumlah fasilitas ini mengalami kerusakan akibat gempa. Catatan sementara, 10 hotel mengalami rusak ringan dan 2 hotel rusak berat. Sedangkan 7 hotel lain tidak mengalami kerusakan. Satu hotel yang rusak berat berada di Kabupaten Nagekeo.<\/p>\n<p>Selain perhotelan, terdapat sejumlah penginapan sekelas homestay yang mengalami kerusakan. Hasil asesmen sementara, 5 bangunan mengalami rusak ringan, dan 3 rusak berat. Akomodasi tersebut berlokasi di Kabupaten Manggarai.<\/p>\n<p><strong>Dampak Tempat Wisata<\/strong><\/p>\n<p>Pendataan menyeluruh terhadap kondisi Daya Tarik Wisata (DTW) telah dilakukan di berbagai kabupaten. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata.<\/p>\n<p>Hasil pendataan hingga saat ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat 8 DTW yang mengalami kerusakan ringan, mayoritas wisatawan berada dalam kondisi aman. Aktivitas di beberapa destinasi utama, khususnya Taman Nasional Komodo, telah beroperasi secara normal tanpa adanya insiden.<\/p>\n<p>DTW di Kabupaten Manggarai Barat, seperti Taman Nasional Komodo dan sekitarnya, telah diakses para wisatawan. Secara umum, aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo berjalan dengan baik. Kerusakan juga teridentifikasi pada DTW di beberapa kabupaten di Flores.<\/p>\n<p>Sementara itu, terdapat juga tempat wisata yang saat ini masih ditutup untuk sementara waktu, seperti Goa Rangko di Kabupaten Mangarai Barat, Waerebo di Manggarai dan Taman Nasional Kalimutu di Kabupaten Ende.<\/p>\n<p>Otoritas pariwisata akan terus memperbarui informasi terkait pembukaan kembali destinasi-destinasi yang saat ini ditutup. &#8220;Wisatawan diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan memantau informasi dari saluran resmi pemerintah daerah,&#8221; pungkasnya.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak bencana. Lebih dari 70 warga meninggal dunia dalam peristiwa ini. Hal itu diungkap Berton SP Panjaitan, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan tim gabungan yang dikoordinasikan Basarnas. Tim SAR tersebut meliputi personel Basarnas 63 orang dan potensi SAR 1.799 orang. Pada hari ketiga pascagempa, Basarnas tidak mendapatkan lagi adanya laporan orang hilang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47881,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-47880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bencana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47880"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47880\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47886,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47880\/revisions\/47886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}