{"id":47824,"date":"2026-08-15T12:20:16","date_gmt":"2026-08-15T05:20:16","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47824"},"modified":"2026-08-15T12:20:16","modified_gmt":"2026-08-15T05:20:16","slug":"presiden-tekankan-efisiensi-pengadaan-barang-dan-jasa-hingga-rp360-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47824","title":{"rendered":"Presiden Tekankan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa hingga Rp360 Triliun"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> \u2013 Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pidato disampaikan langsung saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14\/8\/2026).<\/p>\n<p>Presiden Prabowo menegaskan empat pedoman Kabinet Merah Putih, yakni menjalankan amanat UUD 1945. Melindungi kepentingan nasional, mengatasi kesulitan rakyat, serta berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.<\/p>\n<p>Dalam 21 bulan pemerintahan, Presiden menyebut 121 kebijakan transformatif telah dijalankan. Capaian tersebut antara lain swasembada delapan komoditas pangan, reformasi tata kelola pupuk, serta penguatan ketahanan energi melalui program biodiesel B50 yang disebut menghemat devisa sekitar Rp170 triliun per tahun. Presiden juga menekankan pentingnya keberlanjutan program strategis seperti Makan Bergizi, bantuan sosial, transformasi digital dan hilirisasi.<\/p>\n<p>Dilansir Setkab, salah satu poin penting dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan mengonsolidasikan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi belanja negara. Langkah tersebut berpotensi menghasilkan efisiensi hingga sekitar Rp360 triliun dari belanja pengadaan pemerintah yang mencapai sekitar Rp1.200 triliun.<\/p>\n<p>Presiden menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang membeli barang dengan spesifikasi yang sama secara sendiri-sendiri. Kondisi tersebut membuat proses pengadaan berulang, jumlah pembelian terpecah, dan daya tawar pemerintah menjadi lebih lemah. \u201cSelama ini, terlalu banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli barang yang sama, tapi membeli sendiri-sendiri,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n<p>Menurut Presiden, konsolidasi pengadaan pemerintah daerah telah menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP), konsolidasi pengadaan pemerintah daerah menghasilkan efisiensi sebesar 20,86 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 25,43 persen pada 2026.<\/p>\n<p>Presiden menyampaikan, apabila konsolidasi tersebut diterapkan secara luas dan disiplin, bersama dengan pemanfaatan katalog elektronik, perencanaan berbasis data, serta praktik pengadaan terbaik, efisiensi dapat mencapai sekitar 30 persen dari total belanja pengadaan sebesar Rp1.200 triliun. \u201cArtinya efisiensinya bisa mencapai sekitar Rp360 triliun. Ini bukan angka yang kecil,\u201d tegas Presiden.<\/p>\n<p>Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan, Pemerintah akan mengonsolidasikan seluruh pengadaan barang dan jasa yang memiliki kebutuhan serupa. Pemerintah juga akan meningkatkan kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah.<\/p>\n<p>Presiden menjelaskan, kebutuhan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah akan dihimpun, sementara spesifikasi barang akan distandardisasi dan volumenya disatukan. Proses pengadaan juga akan dilakukan secara digital sehingga semakin transparan, kompetitif, dan akuntabel.<\/p>\n<p>\u201cJika barangnya sama, kita beli bersama. Jika kebutuhannya dapat direncanakan, kita rencanakan bersama. Jika negara dapat memperoleh harga dan mutu yang lebih baik dengan bekerja sama, tidak ada alasan untuk masing-masing institusi tetap melakukan pengadaan sendiri-sendiri,\u201d kata Presiden.<\/p>\n<p>Presiden menegaskan bahwa efisiensi pengadaan bukan semata-mata bertujuan mengurangi belanja, tetapi memastikan setiap rupiah dalam APBN memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. \u201cSetiap rupiah yang berhasil kita hemat adalah ruang kelas tambahan yang dapat diperbaiki, puskesmas tambahan yang dapat direnovasi, rumah sakit tambahan yang dapat dibangun, dan kehidupan rakyat yang dapat ditingkatkan,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n<p>Presiden juga menekankan pentingnya disiplin fiskal tidak hanya pada saat anggaran disahkan, tetapi juga hingga tahap pelaksanaan setiap rupiah yang dibelanjakan. Karena itu, proses pengadaan pemerintah akan diarahkan semakin terencana, terintegrasi, dan berbasis data. \u201cSetiap rupiah harus memiliki tujuan. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran. Setiap pejabat harus memiliki pertanggungjawaban,\u201d pungkas Presiden.<\/p>\n<p>Terpisah, Bupati Muba H M Toha Tohet SH didampingi Sekda Muba Drs Syafaruddin MSi, para asisten , para staf Ahli Bupati dan jajaran OPD, Bupati Toha tampak antusias menyimak arah kebijakan pembangunan nasional yang disampaikan Presiden.<\/p>\n<p>Menyikapi pidato Presiden RI, Bupati Toha menegaskan, arah pembangunan nasional tersebut menjadi acuan penting bagi Muba untuk terus menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. \u201cPidato Presiden menjadi pengingat bagi kita untuk terus bekerja, memperkuat kolaborasi dan memastikan pembangunan di Muba benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,\u201d ujar Toha.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar berbagai potensi Muba mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usai agenda tersebut, Bupati Toha turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay.(red\/rel)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR \u2013 Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan jelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pidato disampaikan langsung saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14\/8\/2026). Presiden Prabowo menegaskan empat pedoman Kabinet Merah Putih, yakni menjalankan amanat UUD 1945. Melindungi kepentingan nasional, mengatasi kesulitan rakyat, serta berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang. Dalam 21 bulan pemerintahan, Presiden menyebut 121 kebijakan transformatif telah dijalankan. Capaian tersebut antara lain swasembada delapan komoditas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47825,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[115],"tags":[],"class_list":["post-47824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-simbur-kemerdekaan-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47824"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47826,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47824\/revisions\/47826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47825"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}