{"id":47714,"date":"2026-08-04T11:03:06","date_gmt":"2026-08-04T04:03:06","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47714"},"modified":"2026-08-04T11:27:04","modified_gmt":"2026-08-04T04:27:04","slug":"gairah-asisten-virtual-dan-platformisasi-godaan-baru-profesional-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47714","title":{"rendered":"Gairah Asisten Virtual dan Platformisasi, Godaan Baru Profesional Komunikasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Catatan Muhammad Azhari<\/strong><br \/>\n<em>(Pemimpin Redaksi Simbur)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-47715 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103952.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103952.jpg 640w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103952-300x164.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103952-71x40.jpg 71w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><strong>PROFESIONAL<\/strong> komunikasi seperti jurnalis, humas, dan kreator konten mulai membuka jendela baru. Dengan dua daun jendela berbentuk asisten virtual (<em>chatbot<\/em>) dan platformisasi. Melihat wawasan dan pasar baru di dunia digital yang begitu ramai. Melakukan inovasi seakan menghirup udara segar. Meski demikian, tetap harus melakukan efisiensi agar cahaya yang masuk tetap menjadi penerang. Di samping itu, perlu menjaga kemananan data dari debu siber yang berseliweran.<\/p>\n<p>Transformasi digital dan kecerdasan buatan (<em>artificial intelligence<\/em>\/AI) menjadi kebutuhan baru selain menyeruput kopi atau secawan teh di pagi bening, siang teduh hingga malam benderang. Masalahnya sekarang, biaya penggunaan AI diprediksi semakin meningkat pada tahun fiskal 2027 (FY27). Sungguh berdampak pada penghasilan hingga cicilan setiap bulan berjalan.<\/p>\n<p>Sehubungan dengan itu, hasil survei Reuters Institute bersama Universitas Oxford tahun 2026 telah dirilis medio Juni lalu. Menyoroti revolusi asisten virtual dan platformisasi. Terjadi interaksi otomatis yang diintegrasikan berbagai platform untuk mengunci pengguna (<em>user<\/em>) agar tetap berada di dalam kamar digital dan tidak keluar, melompati jendela virtual.<\/p>\n<p>Alih-alih sebagai alat untuk memproduksi berita atau konten di era digital. Maraknya penggunaan chatbot AI kerap menimbulkan kegelisahan. Hal itu terjadi akibat kondisi geopolitik global yang penuh gejolak. Mengenai kepercayaan dunia terhadap berita media massa atau konten media sosial.<\/p>\n<p>Digital News Report 2026 mengungkap tabir dan lanskap yang dinamis. Khususnya dalam ekosistem media yang berkembang pesat selama setahun terakhir. Konsumsi berita kini semakin ditandai &#8220;platformisasi&#8221;. Media sosial dan jaringan video justru menjadi sarana utama untuk menelusuri berita secara global. Dengan demikian, masyarakat selaku konsumen media senantiasa dininabobokan hingga betah berlama-lama di ruang digital.<\/p>\n<p><strong>Pembuat Konten Menjamur<\/strong><\/p>\n<p>Bagai jamur di musim hujan. Popularitas media sosial sebagai sarana mendapatkan berita mencapai klimaks. Dibarengi dengan kemunculan barisan pembuat konten dan influencer melalui berbagai platform. Sorak-sorai terdengar di ruang digital, mengalahkan teriakan yel-yel para calon manajer koperasi desa.<\/p>\n<p>Tercatat dalam survei yang dirilis, sekitar 27 persen konsumen memperoleh berita secara khusus dari influencer di media sosial. Angka tersebut kini semakin melonjak, menjadi 45 persen. Fenomena tersebut bisa terjadi karena pembuat konten tidak secara khusus menayangkan berita atau opini. Akan tetapi, mereka juga turut mengulas kronologis peristiwanya. Melebihi peran jurnalis dan humas.<\/p>\n<p><strong>Media Layanan Publik<\/strong><\/p>\n<p>Meski berangsur tumbang dan mulai berguguran, media layanan publik tetap menjadi institusi yang dipandang positif oleh masyarakat umum. Rata-rata 37 persen responden menyatakan bahwa berita layanan publik memberikan dampak positif bagi kehidupan di segala penjuru mata angin yang berembus di luar ruang digital. Sementara 35 persen memiliki pandangan beragam, dan 22 persen menganggapnya berdampak negatif.<\/p>\n<p>Kepercayaan ini menegaskan pentingnya menjaga jurnalisme sebagai barang publik (<em>public good<\/em>). Termasuk relasi yang dibangun humas dengan media diharap membawa kesejukan di jagat maya. Terutama saat masifnya gerakan populis yang berupaya mencukur hingga memangkas habis anggaran publikasi serta menyudutkan lembaga penyiaran pada dinding kekuasaan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-47716 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103953.jpg\" alt=\"\" width=\"604\" height=\"259\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103953.jpg 604w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103953-300x129.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 604px) 100vw, 604px\" \/><\/p>\n<p><strong>Asisten Virtual (Chatbot AI)<\/strong><\/p>\n<p>Semua lapisan masyarakat, mulai dari asisten rumah tangga hingga asisten pemerintah daerah (pemda) tak mau kalah. Semua bisa memiliki dan menggunakan asisten virtual (Chatbot AI) selama memiliki akses internet dan\/atau kuota setelah semua kebutuhan lahir batin terpenuhi.<\/p>\n<p>Asisten virtual (Chatbot AI) dimaksud adalah program komputer yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan, seperti pemrosesan bahasa alami (NLP) dan pembelajaran mesin (machine learning) melalui model bahasa besar (<em>language large model<\/em>\/LLM) untuk meniru bahasa manusia. Asisten virtual lebih dari aplikasi yang memenuhi memori ponsel pengguna.<\/p>\n<p>Meskipun penggunaan chatbot AI berbasis LLM untuk mengakses berita terus meningkat dari 7 persen menjadi 10 persen antara tahun 2025 dan 2026, tingkat penggunaannya di Eropa dan Amerika Serikat justru masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata global. Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat Eropa terhadap AI.<\/p>\n<p>Orang Eropa tidak percaya pada berita AI karena sangat alergi dengan hoaks atau <em>deepfake<\/em> (informasi palsu). Mereka menganggap berita AI kurang transparan, dan berisiko dimanipulasi. Mereka sangat berhati-hati terhadap teknologi luar dan melindungi warganya dengan aturan ketat penggunaan AI melalui EU AI Act. Bukan hanya itu, Eropa dikenal sebagai produsen AI terbesar di dunia. Di antaranya, Le Chat produksi Mistral AI asal Prancis, Lumo (Apertus, Swiss), dan SOOFI (Jerman).<\/p>\n<p><strong>Tren Platformisasi<\/strong><\/p>\n<p>Platformisasi adalah proses perubahan sistem di mana berbagai kegiatan, produk, atau layanan beralih menggunakan model berbasis platform digital. Salah satu platformisasi yang paling banyak digunakan yakni media sosial (medsos).<\/p>\n<p>Media sosial terus menjadi pusat kebiasaan konsumsi global. Sekitar 54 persen masyarakat dunia menggunakan media sosial dan jaringan video untuk mengakses berita. Feed, konten video berdurasi pendek, serta platform seperti WhatsApp, TikTok, dan YouTube semakin menggeser saluran media tradisional hingga konvensional menjadi ruang utama bagi berita dan ulasan (review).<\/p>\n<p>Laporan tersebut menegaskan bahwa format-format baru tidak menggantikan jurnalisme tradisional, melainkan mengubah pola konsumsi. Kendati harus lebih mengutamakan efisiensi dan kemudahan untuk konten yang dibagikan (<em>shareability<\/em>). Hal ini membuat para pengguna semakin suntuk dan tanpa sadar meninggalkan jejak digital.<\/p>\n<p><strong>Ancaman atau Peluang<\/strong><\/p>\n<p>Jurnalis dan humas di Indonesia kini dihadapkan dengan pengaruh platform digital dan konten daring yang kian marak. Terjadi pergeseran saat ini ketika jurnalis dan humas memainkan peran pembuat konten. Kebalikannya, <em>content creator<\/em> dan <em>influencer<\/em> lagaknya justru mengalahkan jurnalis dan humas saat bertanya dengan narasumbernya.<\/p>\n<p>Lantas, bagaimana dunia mengubah cara audiens mengakses dan berinteraksi dengan berita atau konten. Hal itu dikemukakan Janet Steele, profesor bidang media serta urusan publik dan internasional di Universitas George Washington, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Menurut Steele, platform media sosial seperti WhatsApp, YouTube, Facebook, dan TikTok sangat populer di Indonesia. Sekitar 64 persen masyarakat Indonesia mengaku mendapatkan berita dari berbagai platform. Meskipun penggunaan sebagian besar platform media sosial meningkat, WhatsApp tetap mendominasi baik untuk keperluan berita maupun tujuan lainnya.<\/p>\n<p>Peningkatannya WhatsApp sebesar 13 poin persentase menjadi 56 persen untuk konsumsi dan distribusi berita. Di antara rata-rata global, hanya 17 persen dari 286 juta jiwa penduduk Indonesia yang rela membayar agar dapat mengakses berita daring.<\/p>\n<p>Diketahui, survei Reuters dan Oxford 2026 menyasar populasi penduduk Indonesia 286 juta jiwa dengan sampel 2.053 orang. Adapun penetrasi internet mencapai 73 persen. Tingkat kepercayaan terhadap berita 32 persen dari rata-rata global 37 persen. Sementara, indeks kemerdekaan pers di Indonesia memiliki skor 43.02, peringkat 129 dari 180 negara. Opini publik tertinggi 61 persen, CNN dan Kompas. Sedangkan, penggunaan media konvensional TVOne New skor 40 dan media siber Detik[dot]com skor 52.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-47717 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954.jpg\" alt=\"\" width=\"580\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954.jpg 580w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954-300x174.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954-265x153.jpg 265w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954-148x85.jpg 148w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954-193x112.jpg 193w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/PhotoCollage_17858066103954-71x40.jpg 71w\" sizes=\"auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px\" \/><\/p>\n<p><strong>Efisiensi Biaya Penggunaan AI<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, perusahaan riset pasar global, Gartner memprediksi anggaran humas\/public relations meningkat dua kali lipat pada Tahun fiskal 2027 (FY27). Terdapat pergeseran kebutuhan dari mesin pencari Search Engine Optimisation (SEO) menjadi mesin penjawab Answer Engine Optimisation (AEO) berbasis AI. Perubahan lanskap tersebut terjadi akibat Large Language Models (LLM).<\/p>\n<p>LLM sendiri merupakan jenis kecerdasan buatan. Dirancang untuk memahami, memproses, dan menghasilkan bahasa manusia. Dilatih menggunakan data teks dalam jumlah sangat besar untuk mengenali pola bahasa. Penggunaan LLM misalnya menjawab pertanyaan umum, menulis esai, artikel, serta menerjemahkan bahasa dan merangkum dokumen panjang. Contohnya, ChatGPT produk OpenAI, Gemini (Google), dan Claude (Anthropic).<\/p>\n<p>Data per Juli 2026, ChatGPT memimpin pasar chatbot AI, dengan 53,9 persen kunjungan web di seluruh dunia di antara tujuh chatbot AI generatif terbesar. Mengungguli Gemini pabrikan Google (27,9 persen) dan Claude dari Anthropic (9,2 persen).<\/p>\n<p><strong>Dua Pendekatan Prioritas<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum berselancar di jagat maya, ada dua pendekatan yang dapat dilakukan jurnalis dan humas untuk melakukan efisiensi biaya penggunaan AI. <em>Narrative intelligence<\/em> dan <em>Language Skills<\/em>. <em>Narrative intelligence<\/em> dengan menggunakan kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan cerita guna melacak bagaimana sebuah informasi atau isu menyebar dan membentuk opini publik.<\/p>\n<p>Selanjutnya, <em>Language Skills<\/em> untuk mengintegrasikan empat aspek keterampilan berbahasa, yakni mendengar (<em>listening<\/em>), berbicara (<em>speaking<\/em>), membaca (<em>reading<\/em>), dan menulis (<em>writting<\/em>) sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling terhubung untuk membangun kompetensi komunikasi yang bermakna.<\/p>\n<p><strong>Tujuh Langkah strategis<\/strong><\/p>\n<p>Terdapat tujuh langkah strategis yang dapat dilakukan jurnalis dan humas untuk melakukan efisiensi biaya penggunaan AI. <em>Pertama<\/em>, utamakan publikasi kredibel seperti artikel editorial, kutipan pakar, dan validasi pihak ketiga. Karena mesin pencari berbasis AI lebih menyukai sumber organik dan earned media. <em>Kedua<\/em>, batasi penggunaan alat AI. Memeriksa secara berkala alat AI apa saja yang aktif dan menghapus fitur yang tidak penting untuk menekan biaya.<\/p>\n<p><em>Ketiga<\/em>, pilih model AI yang tepat. Gunakan ukuran model AI yang paling efektif dan pas dengan kebutuhan spesifik tugas kehumasan, bukan memakai model terbesar yang mahal. <em>Keempat<\/em>, perjelas perintah (prompting). Membua instruksi kerja yang ringkas dan batasi panjang keluaran (output) agar tidak membuang kapasitas komputasi. <em>Kelima<\/em>, kembalikan pada sentuhan manusia. Fokuskan AI hanya untuk draf awal atau analisis data rutin, sementara empati dan strategi utama dipegang langsung oleh jurnalis dan humas.<\/p>\n<p><em>Keenam<\/em>, tinjau ulang hasil AI. Lakukan penyuntingan manual secara kritis pada setiap produk komunikasi buatan AI agar hasilnya akurat dan sesuai citra merek. <em>Terakhir<\/em>, hindari risiko pelanggaran etika. Langkah penting untuk mencegah kesalahan informasi dan pelanggaran kode etik.<\/p>\n<p>Adapun yang perlu dicatat, profesional komunikasi harus lebih cepat beradaptasi dengan asisten virtual (Chatbot) dan platformisasi. Meski demikian, efisiensi biaya penggunaan AI dan pengamanan data pribadi dari ancaman siber sangat diutamakan. Dapat disimpulkan bahwa keterbukaan, kejelian menganalisis, dan kehati-hatian menggunakan kecerdasan buatan harus diimbangi dengan kebutuhan biaya penggunaannya. Dengan kata lain, menggunakan asisten virtual (chatbot AI) dan platformisasi sama seperti memandang cashflow sebagai jendela perusahaan.<strong><em> (*\/berbagai sumber)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan Muhammad Azhari (Pemimpin Redaksi Simbur) &nbsp; PROFESIONAL komunikasi seperti jurnalis, humas, dan kreator konten mulai membuka jendela baru. Dengan dua daun jendela berbentuk asisten virtual (chatbot) dan platformisasi. Melihat wawasan dan pasar baru di dunia digital yang begitu ramai. Melakukan inovasi seakan menghirup udara segar. Meski demikian, tetap harus melakukan efisiensi agar cahaya yang masuk tetap menjadi penerang. Di samping itu, perlu menjaga kemananan data dari debu siber yang berseliweran. Transformasi digital dan kecerdasan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47718,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-47714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47714"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47722,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47714\/revisions\/47722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}