{"id":47533,"date":"2026-07-04T20:56:18","date_gmt":"2026-07-04T13:56:18","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47533"},"modified":"2026-07-04T21:09:57","modified_gmt":"2026-07-04T14:09:57","slug":"simbur-academy-2026-digelar-perumda-tirta-musi-palembang-dukung-ketahanan-pangan-melalui-ketersediaan-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=47533","title":{"rendered":"Simbur Academy 2026 Digelar, Perumda Tirta Musi Palembang Dukung Ketahanan Pangan Melalui Ketersediaan Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR &#8211;<\/strong> Redaksi SimburSumatera.com kembali menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa di Kota Palembang. Didukung Perumda Tirta Musi Palembang, media ini kembali menggelar workshop bertajuk WEF Nefsus dalam konsep jurnalisme berkelanjutan, meliputi air (water), energi (energy), dan pangan (food). Workshop kali ini dibatasi hubungan pangan dan air bersih.<\/p>\n<p>Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir Teddy Andrian ST IPM ASEAN Eng saat dikonfirmasi mengatakan, pentingnya air bersih dalam produksi makanan. Karena itu, pihaknya sangat mendukung ketahanan pangan melalui ketersediaan air bersih. &#8220;Air bersih berfungsi langsung sebagai bahan baku produksi dan media pengolahan makanan,&#8221; ungkap Teddy kepada Simbur, Sabtu (4\/7).<\/p>\n<p>Menurut Teddy, penggunaan air bersih dapat mencegah masuknya bakteri dan zat kimia pada makanan yang dapat menimbulkan penyakit dan menurunkan gizi. &#8220;Penggunaan air yang higienis mencegah kontaminasi bakteri atau zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit dan merusak nilai gizi makanan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Muhammad Azhari, pemimpin redaksi Redaksi SimburSumatera.com mengatakan, workshop tersebut dikemas dalam rangkaian Simbur Academy 2026: Jurnalisme Pangan dan Air Bersih. Kegiatan berlangsung di Kopilo Coffee &amp; Eatery Palembang, Sabtu, (4\/7). Menurut Azhari, jurnalisme pangan berfokus pada berita dan kejadian terkini terkait pangan dan budaya masyarakat. Khususnya dalam memproduksi dan mengonsumsi makanan tersebut. &#8220;Jurnalisme pangan dan air bersih menjadi salah satu alternatif peliputan mendalam mengenai hubungan antara ketersediaan air yang aman dan rantai pasokan pangan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dikatakannya, jurnalisme pangan dan air bersih memiliki hubungan yang sangat erat. Itu karena keduanya merupakan pilar esensial dalam keberlangsungan hidup manusia yang saling bergantung. Jurnalisme berfungsi sebagai pengawas dan penghubung informasi yang menyoroti bagaimana krisis air, pencemaran lingkungan, dan tata kelola sumber daya air berdampak langsung pada produksi dan keamanan pangan.<\/p>\n<p>Azhari menambahkan, kelangkaan air bersih akan mengancam lebih dari setengah produksi pangan dunia akibat rusaknya siklus air dan perubahan iklim. Hal itu didasari hasil riset global yang dilakukan Bruine de Bruin, W.,\u00a0et al.\u00a0(2026) dalam jurnal Nature Food. Hasil penelitiah tersebut menganalisis data survei dari Lloyd&#8217;s Register Foundation World Risk Poll yang melibatkan 124.003 orang dari 121 negara dengan berbagai tingkat ekonomi. Penelitian meriset akses ke air bersih sebagai kebutuhan dasar manusia. &#8220;Jika kekurangan akses ke air minum bersih, tentu akan lebih rentan kekurangan akses ke sumber makanan,&#8221; sebutnya melansir hasil riset tersebut.<\/p>\n<p>Bukan hanya memperbaiki ketahanan pangan, akses air bersih yang aman juga dapat mengurangi risiko bahkan mendukung masyarakat hidup lebih sehat. &#8220;Karena itu, kami menggandeng Perumda Tirta Musi Palembang yang sangat peduli dengan ketersediaan air bersih lokal demi mendukung program ketahanan pangan nasional,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Bukan hanya itu, pihaknya juga melatih generasi muda untuk menjaga keanekaragaman hayati melalui jurnalisme pangan dan air bersih. Mengawal keberlanjutan sistem pangan dan air bersih berbasis inovasi dan kearifan lokal. Dalam paparan materinya, Azhari juga menyampaikan kepada peserta workshop mengenai karakteristik jurnalisme pangan menurut Damian Radcliffe, Profesor Jurnalisme Carolyn S. Chambers di University of Oregon dan Columbia University. Pertama, jurnalisme pangan bersifat multifaset. &#8220;Artinya saat ini jurnalisme pangan tidak hanya terbatas kuliner tetapi meluas ke berbagai aspek kehidupan. Hal itu mencerminkan hubungan kompleks antara makanan dan air bersih dengan budaya masyarakat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dengan kata lain, kata dia, jurnalisme pangan harus berfungsi sebagai jembatan antara seni kuliner dan konteks masyarakat yang lebih luas. Menawarkan wawasan tentang kekayaan budaya makanan dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Kedua, era digital dan demokratisasi media telah merevolusi cara jurnalisme makanan dikonsumsi dan diproduksi. Maraknya konten makanan daring telah menciptakan ruang berbagi wawasan kuliner bersama para jurnalis profesional. Demokratisasi media makanan ini telah memperluas jangkauan audiens dan memungkinkan lebih beragamnya suara dan perspektif. &#8220;Hal ini juga menimbulkan tantangan dalam menjaga integritas dan kredibilitas jurnalistik. Itu karena batasan antara jurnalisme profesional dan konten yang dibuat pengguna menjadi semakin bias,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ketiga, pertimbangan etika dalam jurnalisme pangan menuntut jurnalis harus memahami kompleksitas etika. Keempat, peran keberagaman dan inklusi merupakan komponen penting dari semua jurnalisme, termasuk pelaporan makanan yang etis. &#8220;Jurnalis harus berusaha menyajikan berbagai perspektif dan menghindari stereotip atau bias,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kelima, menavigasi kritik dan tantangan jurnalisme pangan seperti isu ketenagakerjaan atau masalah lingkungan. Jurnalis pangan juga perlu terlibat dalam pelaporan yang kritis dan investigatif. Menyoroti aspek-aspek industri makanan yang kurang menarik seperti upah tenaga kerja dan dampak lingkungan yang sama pentingnya. Terakhir, masa depan jurnalisme pangan terletak pada kemampuannya untuk beradaptasi dan menanggapi berbagai masalah. Jurnalisme pangan juga telah berkembang pesat, berevolusi menjadi bidang yang kompleks dan dinamis yang bersinggungan dengan berbagai aspek kehidupan.<\/p>\n<p>Diketahui, Simbur Academy merupakan program unggulan Simbur yang paling diminati dan dinanti mahasiswa. Hingga saat ini Simbur Academy sudah empat kali dilaksanakan. Pertama kali Simbur Academy 2023: Artificial Intelligence for Student of Climate Journalism digelar pada 7 Maret 2023. Kemudian, Simbur Academy 2024: Decision Intelligence for Students of Sustainability Journalism berlangsung 30 Maret 2024. Simbur Academy 2025: Food Journalism on Media Public Relations for Future Students digelar pada 22 Mei 2025. Simbur Academy 2026: Jurnalisme Pangan dan Air Bersih berlangsung pad 4 Juli 2026.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Redaksi SimburSumatera.com kembali menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa di Kota Palembang. Didukung Perumda Tirta Musi Palembang, media ini kembali menggelar workshop bertajuk WEF Nefsus dalam konsep jurnalisme berkelanjutan, meliputi air (water), energi (energy), dan pangan (food). Workshop kali ini dibatasi hubungan pangan dan air bersih. Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, Ir Teddy Andrian ST IPM ASEAN Eng saat dikonfirmasi mengatakan, pentingnya air bersih dalam produksi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":47539,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-47533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=47533"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47541,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/47533\/revisions\/47541"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/47539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=47533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=47533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=47533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}