{"id":46366,"date":"2026-02-10T11:53:35","date_gmt":"2026-02-10T04:53:35","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=46366"},"modified":"2026-02-10T12:59:49","modified_gmt":"2026-02-10T05:59:49","slug":"penjaga-malam-perumahan-di-talang-jambe-disiram-air-keras-satu-pelaku-diduga-pria-idaman-janda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=46366","title":{"rendered":"Penjaga Malam Perumahan di Talang Jambe Disiram Air Keras, Satu Pelaku Diduga Pria Idaman Janda"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Warga Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Kota Palembang kembali menjadi korban penyiraman air keras (cuka para). Nahas dialami Ahmad Yani (41), penjaga malam di kompleks perumahan Surya Akbar 4, RT 20 RW 06 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami, Kamis (5\/2) lalu, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.<\/p>\n<p>Informasi yang beredar, tiga orang tak dikenal diduga telah melakukan penganiayaan dan penyiraman air keras terhadap korban dan rekannya di pos ronda. Penyerangan diketahui buntut dari keributan saat dua petugas jaga malam menegur pasangan laki-laki dan perempuan bernama Apri Suryanti biasa dipanggil Yanti, warga yang tinggal di kompleks tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan warga dan hasil rekaman CCTV yang menyebar di grup WhatsApp, pelaku berjumlah tiga orang. Salah satu pelaku diduga teman laki-laki sekaligus pria idaman Yanti. Lelaki itu disebut warga sering berkunjung ke rumah perempuan yang diketahui berstatus janda.<\/p>\n<p>Akibat penyerangan itu, menyebabkan korban Ahmad Yani mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Ketua lingkungan kompleks tersebut bahkan telah mengumpulkan warga pada Minggu (7\/2) di musala Al Akbar untuk membahas kondisi keamanan kompleks tersebut.<\/p>\n<p>Korban Ahmad Yani melaporkan penyiraman air keras tersebut kepada pihak berwajib. Laporan polisi kasus penganiayaan diketahui dengan nomor LP\/B\/47\/II\/2026\/SPKT\/Polsek Sukarami\/Polrestabes Palembang\/Polda Sumatera Selatan tanggal 7 Februari 2026.<\/p>\n<p>Bukan hanya Ahmad Yani, rekannya sesama petugas jaga malam Edi Candra juga melaporkan pencurian ponsel miliknya yang diambil pelaku saat penyerangan pos ronda. Laporan pencurian dengan Nomor LP\/B-87\/II\/2026\/SPKT\/Polsek Sukarami\/Polrestabes Palembang\/Polda Sumatera Selatan tanggal 7 Februari 2026.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan telah menerima laporan terkait peristiwa itu. Kombes Sonny mengatakan, tindak pidana tersebut sedang ditangani Polsek Sukarame. &#8220;Iya benar. Kemarin kami telah menerima laporan tersebut. Saat ini dalam proses penanganan oleh Polsek Sukarame,&#8221; ungkap Kapolrestabes kepada Simbur, Selasa (10\/2).<\/p>\n<p>Lurah Talang Jambe Asrahuddin saat dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui peristiwa penyerangan brutal yang dialami warganya. Meski demikian, media ini coba menggali keterangan langsung dari saksi korban yang baru saja keluar dari rumah sakit.<\/p>\n<p>Korban Ahmad Yani (41) mengaku telah melaporkan kasus 446 UU KUHP Nomor 1\/2023. Dalam laporan polisinya, korban mengungkap pada Kamis 5 Februari 2026 pukul 03.30 WIB terjadi tindak pidana penganiayaan di depan pos ronda perum Surya Akbar 4, RT 20 RW 02, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Kota Palembang.<\/p>\n<p>Terungkap kejadian bermula pukul 02.00, saat terjadi keributan warga perumahan tersebut bernama Yanti dengan teman laki-lakinya, kemudian ditegur satpam jaga malam agar tidak ribut karena hari sudah malam. &#8220;Malam itu dua kejadian. Pukul 02.00 mereka berdua sepasang (Yanti dan teman lelakinya) datang. Yang perempuan Yanti itu warga kompleks kami dan berstatus janda. Cekcok sama pasangannya (biasa dipanggilnya Ebit) di dekat portal (pos ronda) dan mengganggu warga yang sedang istirahat. Jadi kami tegur. Kalau mau ribut di luar kompleks karena waktunya warga istirahat,&#8221; ungkap Ahmad Yani kepada Simbur, Senin (9\/2).<\/p>\n<p>Selanjutnya, Ebit teman laki-laki Yanti tidak senang dan mengancam korban Ahmad Yani. &#8220;Yang cowok, Ebit tidak senang dan mau mencabut pisau di pinggangnya. Kami terjatuh dan luka semua. Dia bilang tunggulah 10 menit lagi akan bawa rombongan, terus pergi bersama Yanti wanitanya tadi,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sekira pukul 03.30 pelaku mengajak temannya mendatangi lagi korban dan menyerang dengan menggunakan parang. Akibat penyerangan korban luka sayatan di paha kanan dan luka siram air keras cuka para di punggung, leher dan kepala bagian belakang.<\/p>\n<p>&#8220;Pukul 03.24 saya dan teman saya Edi Chandra guling-guling sambil main Hp di pos. Kami pikir mereka tidak mungkin kembali. Tiba-tiba tiga orang sudah ada di depan kami. Karena refleks kami langsung lari. Saya kena sabetan parang di paha kanan saat mau loncat dari pos. Tidak lama kemudian Ebit langsung menyiram air keras dari botol ke punggung dan kepala saya. Terasa panasnya. Saya langsung lari masuk ke rumah warga. Teman saya terus lari,&#8221; ungkap Yani menunjukkan bekas luka bakar yang mulai mengering.<\/p>\n<p>Dikatakan Ahmad Yani, pelaku tidak mengejar dan langsung balik arah setelah menyiram air keras. &#8220;Pelakunya Ebit yang sama janda tadi bersama dua rekannya. Hp teman saya Edi Chandra yang tertinggal diambil sama temannya,&#8221; ujar Yani.<\/p>\n<p>Korban Ahmad Yani berharap agar pelaku dapat segera ditangkap. Mengingat dirinya telah mengalami cedera akibat penyerangan dan penyiraman air keras. &#8220;Saya harap pelakunya bisa cepat ditangkap dan dikasih efek jera. Kondisi luka bakar saya tinggal tahap pengeringan. Saya dirawat di rumah sakit tak sampai dua hari. Luka bakar di punggung, kepala dan tangan. Luka sabetan di paha. Selain air keras, mereka juga menyerang dengan senjata tajam,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Sementara, rekan Ahmad Yani bernama Edi Candra juga berharap sama. Meski lolos dari penyerangan, ponsel merek Infinix senilai Rp1,35 juta miliknya harus raib digondol teman pelaku. &#8220;Saat diserang saya tidak sadar dan Hp jenis android tertinggal. Setelah menyiram air keras, mereka mengambil Hp saya. Agar pelaku yang menyiram air keras ke teman saya dan yang mengambil Hp saya cepat tertangkap,&#8221; pintanya.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Warga Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Kota Palembang kembali menjadi korban penyiraman air keras (cuka para). Nahas dialami Ahmad Yani (41), penjaga malam di kompleks perumahan Surya Akbar 4, RT 20 RW 06 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami, Kamis (5\/2) lalu, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Informasi yang beredar, tiga orang tak dikenal diduga telah melakukan penganiayaan dan penyiraman air keras terhadap korban dan rekannya di pos ronda. Penyerangan diketahui buntut&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46372,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,9],"tags":[],"class_list":["post-46366","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46366","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46366"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46366\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46370,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46366\/revisions\/46370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/46372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46366"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46366"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46366"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}