{"id":46313,"date":"2026-02-07T10:06:04","date_gmt":"2026-02-07T03:06:04","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=46313"},"modified":"2026-02-07T18:43:00","modified_gmt":"2026-02-07T11:43:00","slug":"dialog-bersama-menteri-kebudayaan-hpn-2026-banten-juga-beri-efek-ganda-bagi-pariwisata-umkm-dan-citra-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=46313","title":{"rendered":"Dialog Bersama Menteri Kebudayaan, HPN 2026 Banten Juga Beri Efek Ganda bagi Pariwisata, UMKM, dan Citra Daerah"},"content":{"rendered":"<p># Tari Bedayo Abung Siwo Migo Lampung Utara Pukau Peserta<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-46314 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/PhotoCollage_17704330110923.jpg\" alt=\"\" width=\"430\" height=\"263\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/PhotoCollage_17704330110923.jpg 430w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/PhotoCollage_17704330110923-300x183.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 430px) 100vw, 430px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SERANG, SIMBUR<\/strong> \u2013 Sembilan gadis Lampung Utara, bakal membuka Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dengan tarian tradisional Bedayo Abung Siwo Migo. Tarian yang sudah menjadi klasik itu pada tahun 2024 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kesembilan penari tersebut Maya Aulia, Maizal Nadia, Rindiani Mutiara Fitdhin, Chika, Mutiara Husnul Aulia, Syana Nan Pernai, Eka Setiawati, Annisa, dan Feronica. Penata tari Nani Rahayu, dan Penata kostum Bayu Pramudita.<\/p>\n<p>Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan akan berlangsung sehari sebelum acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) tersebut, tepatnya Minggu, 8 Februari siang, di Hotel Horison UPI Serang, Banten. Selain menteri, juga menampilkan nara sumber tiga wartawan senior, dan 10 bupati\/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, serta Dewan Juri.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono bahwa dialog ini\u00a0 merupakan rangkaian dari Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Tujuannya untuk mencari titik temu antara membangun kebudayaan dari pinggir (daerah) &#8212; yang dilakukan oleh para kepala daerah dan wartawan bersama komunitasnya &#8212; dengan pusat yang membangun kebudayaan dari atas ke bawah. \u201cDialog ini ingin mencari hal-hal apa saja\u00a0 yang bisa kita sinergikan antara wartawan (kebudayaan), pemerintah daerah khususnya penerima anugerah dengan Kementerian Kebudayaan,\u201d tandas Yusuf yang akan memandu acara dialog ini.<\/p>\n<p>Tari Bedayo Abung Siwo Migo, tidak hanya menjadi simbol seni pertunjukan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung Utara, khususnya falsafah hidup. Tarian ini menggambarkan kebersamaan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap adat dan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, didampingi Ketua Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU), Dra. Nani Rahayu, MM, menjelaskan asal usul serta makna filosofis tarian Abung. Tarian\u00a0 ini biasanya digunakan dalam acara-acara adat. Selain itu, ditampilkan untuk menyambut tamu agung atau sebagai simbol penghormatan dalam perayaan besar masyarakat Lampung Abung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Setiap gerakan yang dilakukan oleh sembilan penari menggambarkan rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan. Tarian ini juga mencerminkan identitas masyarakat Lampung Abung yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, solidaritas, dan hubungan harmonis dengan alam. \u201c Ciri khas tarian ini terletak pada gerakan penari nan anggun dan teratur, dipadukan dengan musik tradisional lembut. Para penari, semuanya wanita yang mengenakan pakaian adat Lampung lengkap dengan siger, kain tapis bersulam benang emas, dan properti kipas sebagai simbol keramahan,\u201d tutur Nani Rahayu menambahkan.<\/p>\n<p>Hamartoni menegaskan, Tari Bedayo Abung Siwo Migo tidak hanya menjadi hiburan seni tetapi juga menjadi simbol identitas budaya masyarakat Lampung Abung, yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kebersamaan. Kini di tengah pesatnya modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat yang mengglobal, mengurangi minat generasi muda untuk mempelajari, menarikan dan menampilkan tarian tradisional, termasuk di dalamnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo. Oleh sebab itu, berbagai upaya secara simultan dilakukan, misalnya promosi, pelatihan seni tari di sanggar-sanggar budaya, memasukkan tarian ini dalam kurikulum seni budaya di sekolah-sekolah,serta menjadikan Tari Bedayo Abung Siwo Migo sebagai atraksi utama dalam acara-acara pariwisata Lampung Utara. Dengan tampilnya Tari Bedayo Abung Siwo Migo, di arena peringatan HPN di Serang Banten ini, Hamartoni berharap, sebagai salah satu aset kultural Lampung Utara, tarian ini semakin dikenal luas di tingkat nasional.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten menilai kepercayaan yang diberikan oleh insan pers nasional kepada Banten sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2026 membawa manfaat strategis bagi daerah, terutama dalam mendorong sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, serta memperkuat citra positif Banten di tingkat nasional. Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, kehadiran ribuan insan pers dari berbagai daerah selama perhelatan HPN memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi lokal, khususnya di Kota Serang. \u201cDampaknya sangat terasa. Tingkat hunian hotel di Kota Serang terkonfirmasi penuh, sektor pariwisata bergerak, dan pelaku UMKM ikut merasakan manfaat dari kegiatan ini,\u201d ujar Andra Soni di Kota Serang.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, HPN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum nasional yang memiliki nilai strategis dalam memperluas jejaring serta mengenalkan potensi daerah melalui interaksi antarpeserta dan pemberitaan media. \u201cIni menjadi kebanggaan bagi kami. HPN adalah kegiatan nasional insan pers yang punya daya sebar informasi sangat besar untuk memperkenalkan sisi positif Banten,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Andra Soni, penyelenggaraan HPN 2026 diharapkan tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu memberi efek jangka panjang terhadap pengembangan pariwisata, peningkatan investasi, serta pembentukan persepsi publik yang lebih baik terhadap Banten. Ia juga menekankan bahwa Pemprov Banten memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat. \u201cTerima kasih atas kepercayaan menjadikan Banten sebagai tuan rumah. Pers adalah mitra penting pemerintah dalam pembangunan daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dalam rangkaian HPN 2026, Pemprov Banten turut menggagas sejumlah kegiatan sosial dan partisipatif. Salah satunya adalah Gerakan Kota ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang melibatkan insan pers dan masyarakat dalam aksi bersih-bersih lingkungan. \u201cRangkaian kegiatannya tidak hanya seremoni, tapi juga menyentuh masyarakat, termasuk kegiatan sosial bersama insan pers,\u201d kata Andra Soni.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak seluruh masyarakat Banten untuk turut menyukseskan HPN 2026 dengan menunjukkan sikap terbuka dan ramah kepada para tamu dari seluruh Indonesia. \u201cKami ingin masyarakat Banten menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu dengan ramah, memberi rasa nyaman, dan meninggalkan kesan positif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir selaku pihak yang memberi mandat kepada Provinsi Banten untuk menyelenggarakan HPN 2026 menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Banten terhadap penyelenggaraan HPN 2026. Menurutnya, kolaborasi antara pers dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. \u201cHPN bukan hanya milik insan pers, tetapi momentum bersama untuk mendorong optimisme daerah. Dukungan Pemprov Banten menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem pers yang sehat sekaligus memperkuat citra daerah,\u201d ujar Akhmad Munir yang juga Ketua Dewas LKBN Antara.<\/p>\n<p>Ia meyakini HPN 2026 di Banten tidak hanya akan sukses secara acara, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi, sosial, dan kebangsaan yang berkelanjutan. &#8220;HPN selalu meninggalkan banyak hal positif bagi daerah utamanya pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, semoga Banten dapat semakin maju berkat penyelenggaraan HPN tahun ini,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Menteri Kebudayaan Fadli Zon Akan Hadir<\/strong><\/p>\n<p>Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan tampil sebagai pembicara utama dalam Dialog Kebudayaan AK PWI Pusat di Serang, Banten, Minggu (8\/2). Mengangkat tema \u201cMembangun Kebudayaan dari Pinggir (Daerah)\u201d. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan hal itu saat menerima Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, anggota Dewan Juri Nungki Kusumastuti dan Tim Pokja, di ruang kerja Menteri Kebudayaan, Jumat (6\/2)sore.<\/p>\n<p>Kehadiran Yusuf mewakili Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, yang berhalangan hadir. Pada audiensi itu, Fadli Zon mengatakan pentingnya ruang kebudayaan di media massa perlu dihidupkan di daerah-daerah. Sebab kebudayaan adalah harta bangsa yang tidak bakal habis. &#8220;Nikel, batubara akan habis suatu waktu, namun budaya tidak,&#8221; tandas Menteri.<\/p>\n<p>Menteri juga memberi apresiasi kepada 10 bupati\/wali kota penerima AK PWI 2026 yang telah memberikan perhatian pada pemajuan budaya di daerahnya masing-masing. Bagi dia peran seorang pemimpin daerah akan menentukan apakah memberi ruang kebudayaan. atau tidak di daerahnya. Yusuf mengungkapkan bahwa 10 bupati\/wali kota itu telah berjuang keras memajukan kebudayaan di daerahnya, kini giliran wartawan dan media lokal untuk mengawalnya. &#8220;Dewan Juri PWI Pusat tidak hanya memberi penilaian berdasarkan proposal yang mereka buat, tetapi juga dipresentasikan di depan Dewan Juri,&#8221; papar Yusuf.<\/p>\n<p>Saat presentasi itu, kata Yusuf, terungkap bagaiman perjuangan mereka memajukan budayanya dan segala permasalahan yang dihadapi. &#8220;Wali Kota Samarinda (Andi Harun), misalnya mengeluhkan makin berkurangnya orang yang menjadi penenun Sarung Samarinda,\u201d papar Yusuf.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Maka, Wali Kota itu saat ini turun tangan memajukan Kampung Tenun di Samarinda. Bupati Manggarai Hery Nabit, lanjut Yusuf, berjuang membangun rumah adat atau mbaru gendang agar tidak punah. Selama tahun 2025 sebanyak 92 rumah adat dibangun dengan biaya separuh dengan dana pemerintah menyiapkan separuhnya, separuhnya lagi oleh swadaya masyarakat sendiri.<\/p>\n<p>Bupati Temanggung, Agus Setyawan, tutur Yusuf, tidak hanya melestarikan tari kuda lumping, tapi ikut menari, dan melakukan kaderisasi. &#8220;Bu Nungki telah meminta Bupati Temanggung untuk mendata pemain tari kuda lumping, pekerjanya, hingga UMKM yang terlibat saat pertunjukan, dalam rangka melestarikan dan memajukan seni itu,&#8221; kata Yusuf.<\/p>\n<p>Menteri Fadli Zon berharap pentingnya peran wartawan budaya untuk meliput aktivitas di daerah. Menteri sepakat adanya pelatihan penulisan dalam bidang seni budaya seperti seni tari, musik, seni rupa dan sebagainya yang ada dalam Objek Pemajuan Kebudayaan. &#8220;Kita bisa melakukannya secara hibrida untuk wartawan yang ada di seluruh Indonesia,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan PWI untuk penyiapkan wartawan yang memiliki kompetensi menulis seni dan budaya. Yusuf mengatakan pada masa lalu Kemendikbud pernah bekerja sama dengan PWI Pusat untuk Sekolah Jurnalisme Kebudayaan.(red)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Tari Bedayo Abung Siwo Migo Lampung Utara Pukau Peserta &nbsp; SERANG, SIMBUR \u2013 Sembilan gadis Lampung Utara, bakal membuka Dialog Kebudayaan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dengan tarian tradisional Bedayo Abung Siwo Migo. Tarian yang sudah menjadi klasik itu pada tahun 2024 ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kesembilan penari tersebut Maya Aulia, Maizal Nadia, Rindiani Mutiara Fitdhin, Chika, Mutiara Husnul Aulia, Syana Nan Pernai, Eka Setiawati, Annisa,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46315,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[],"class_list":["post-46313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hpn-2026-banten"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46313"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46318,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46313\/revisions\/46318"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/46315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}