{"id":45754,"date":"2025-11-28T20:47:43","date_gmt":"2025-11-28T13:47:43","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=45754"},"modified":"2025-11-28T20:51:05","modified_gmt":"2025-11-28T13:51:05","slug":"terdata-174-orang-tewas-79-hilang-12-luka-luka-akibat-banjir-longsor-di-aceh-sumut-dan-sumbar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=45754","title":{"rendered":"Terdata 174 Orang Tewas, 79 Hilang, 12 Luka-Luka akibat Banjir-Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar"},"content":{"rendered":"<p># Presiden Prabowo Langsung Kirim Bantuan, Pemerintah RI Gerak Cepat Atasi Bencana Tiga Provinsi di Pulau Sumatera<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-45755 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643336391942.jpg\" alt=\"\" width=\"395\" height=\"237\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643336391942.jpg 395w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643336391942-300x180.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 395px) 100vw, 395px\" \/><\/p>\n<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat. Tepatnya dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28\/11). Dalam keterangannya, sebanyak 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang dan 12 luka-luka akibat bencana ini.<\/p>\n<p>Adapun dampak dari bencana yang terjadi di Sumatra Utara, hingga saat ini terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang. Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Pakpak Barat 2 orang. Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.<\/p>\n<p>\u201cPer hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,\u201d ungkap Suharyanto.<\/p>\n<p>Sejumlah titik pengungsian masih dalam proses pendataan di sebagian besar wilayah, kecuali Humbang Hasundutan yang tercatat memiliki 1 titik. Di Mandailing Natal terdapat 8 titik pengungsian dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan.<\/p>\n<p>Gangguan infrastruktur turut berdampak pada akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidempuan\u2013Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok\u2013Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang\u2013Tabuyung dan Bulu Soma\u2013Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor. Upaya pembukaan akses dilakukan melalui pengerahan alat berat.<\/p>\n<p>Penyaluran logistik telah dilakukan terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal, termasuk bantuan beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit. Pemerintah pusat juga mengerahkan personel BNPB, TNI\/Polri, serta dukungan lintas kementerian\/lembaga. Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi telah disalurkan. Dukungan alutsista meliputi pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik-peralatan dan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses desa terdampak.<\/p>\n<p>Bencana ini turut mengganggu sistem jaringan telekomunikasi sehingga memicu keterlambatan pendataan, distribusi hingga perkembangan informasi di lapangan. BNPB mendatangkan solusi berupa penyediaan alat penyedia jaringan internet starlink yang sementara ditempatkan di lokasi pengungsian maupun di posko penanganan darurat. \u201cStarlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,\u201d kata Suharyanto.<\/p>\n<p><strong>Korban Meninggal Dunia di Aceh 35 Orang<\/strong><\/p>\n<p>Berikutnya dari Provinsi Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara. \u201cIni akan berkembang terus datanya. Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,\u201d kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten\/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pusat untuk percepatan distribusi logistik dan layanan dasar. \u201cPer sore ini yang mengungsi ada 4.846 KK,\u201d ungkap Suharyanto.<\/p>\n<p>Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut\u2013Aceh terputus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh\u2013Lhokseumawe\u2013Aceh Timur\u2013Langsa\u2013Aceh Tamiang. Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat karena kerusakan total pada jalan nasional maupun jembatan. Jalur udara menjadi alternatif utama dengan pemanfaatan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.<\/p>\n<p>Untuk menjaga kelancaran komunikasi darurat, perangkat Starlink telah dipasang di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, serta dalam proses mobilisasi ke beberapa wilayah lainnya. Penyaluran logistik dilakukan antara lain di Kota Lhokseumawe berupa beras, mie instan, minyak goreng, telur, gula, diaper, dan obat-obatan.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat mengerahkan 26 personel BNPB serta mengirimkan bantuan Presiden melalui tiga pesawat Hercules yang membawa logistik berupa beras, gula, minyak, mie instan, perangkat komunikasi, tenda, genset, LCR, dan kompresor.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Korban Tewas di Sumbar Ada 23 Orang<\/strong><\/p>\n<p>Berikutnya dari Sumatra Barat, tercatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.<\/p>\n<p>Beberapa wilayah melaporkan titik pengungsian, di antaranya 50 titik di Pesisir Selatan, 3 titik di Kota Padang, dan beberapa titik lain di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Jumlah total sementara pengungsi ada 3.900 KK. \u201cDi Sumatra Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang dan 4 luka-luka. Pengungsi terdata ada 3.900 KK. Yang terparah ada di Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Padang,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Kerusakan juga terjadi pada sarana transportasi, termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman. Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi\u2013Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto. \u201cJalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan logistik darurat di Tanah Datar dan Kota Bukittinggi berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan. Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.<\/p>\n<p>BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI\/Polri, kementerian\/lembaga terkait, serta relawan untuk percepatan penanganan darurat, pemulihan akses, distribusi logistik, dan pencarian korban. Informasi lanjutan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.<\/p>\n<p><strong>Operasi Modifikasi Cuaca Serentak<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak.<\/p>\n<p>Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman. \u201cKami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>Di Aceh, OMC baru resmi dimulai hari ini, Jumat (28\/11), menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis (27\/11) dari Posko Bandara Kualanamu, di mana hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).<\/p>\n<p>Adapun operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok, Sabtu (29\/11), dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.<\/p>\n<p>Intervensi Modifikasi Cuaca ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi darurat terkini, di mana intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara, serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat. BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya mitigasi risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat di tiga provinsi tersebut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Kepala BNPB hingga saat ini memimpin seluruh penanganan darurat bencana tiga provinsi dari Silangit-Tapanuli Utara bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan. Rencananya, dalam waktu dekat, Kepala BNPB juga akan mendatangi lokasi terdampak di Provinsi Aceh, yang saat ini dipimpin oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah. Untuk wilayah Sumatra Barat, Sekretaris Utama BNPB, Rustian telah ditugaskan Kepala BNPB untuk memimpin penanganan darurat di sana.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Bantuan Presiden Tiba di Bandara Internasional Minangkabau<\/strong><\/p>\n<p>Bantuan cepat dikirimkan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), pada Jumat (28\/11). Pengiriman tersebut untuk mendukung penanganan darurat cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor.<\/p>\n<p>Bantuan presiden ini diangkut melalui pesawat militer C-130 Hercules yang terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 12.00 WIB. Penyerahan bantuan pangan dan non-pangan ini diserahkan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari kepada Wakil Gubernur Sumatra Barat di bandara. Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian turut menyaksikan serah terima bantuan tersebut. Setibanya di bandara, bongkar-muat bantuan logistik dilakukan untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak<\/p>\n<p>Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan bantuan Presiden ini merupakan tahap awal. Selanjutnya bantuan yang dikirimkan akan disesuaikan dengan hasil kaji kebutuhan setiap daerah. \u201cIni merupakan bantuan awal. Jadi akan ada bantuan-bantuan Presiden berikutnya,\u201d jelas Rustian di bandara.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, BNPB menegaskan bantuan yang tiba ini harus segera didistribusikan ke wilayah terdampak. \u201cBantuan jangan sampai menumpuk di gudang logistik,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Bersumber dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden (28\/11), data dari para kepala daerah tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis bantuan yang dikirimkan pada pagi ini. Bantuan yang diterbangkan terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital bagi evakuasi dan pemulihan cepat.<\/p>\n<p>Bantuan yang dikirimkan untuk penanganan bencana di Sumbar berupa internet satelit, genset, perahu LCR, tenda, makanan olahan kering dan paket bantuan sosial. Bantuan yang dibawa ke Sumbar ini merupakan bagian dari empat hercules yang diterbangkan bersamaan dengan bantuan presiden ke provinsi lain. Pesawat pengirim bantuan diterbangkan juga menuju wilayah Sumatra Utara dan Aceh.<\/p>\n<p><strong>Pemerintah Gerak Cepat Atasi Bencana<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dalam merespons rangkaian bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak Senin (24\/11). Situasi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta unsur kementerian\/lembaga terkait. Rapat berlangsung secara hybrid dari Ruang Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, Jakarta Timur, pada Kamis (27\/11).<\/p>\n<p>Dalam pertemuan ini, Menko PMK Pratikno menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga, baik di pusat maupun daerah, memprioritaskan keselamatan masyarakat serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar hingga tahap pemulihan pascabencana.<\/p>\n<p>\u201cPresiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan kepada kami untuk serius dalam penanganan darurat bencana ini. Di saat kita melakukan penanganan darurat, tapi di saat yang sama kami mempersiapkan pascadaruratnya untuk pemulihan, karena ini infrastruktur juga harus pulih,\u201d ungkap Pratikno.<\/p>\n<p>Menko PMK menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Siklon Tropis Senyar membawa hujan dengan intensitas sangat tinggi di tiga provinsi terdampak. Inilah yang kemudian memicu banjir, banjir bandang, dan longsor, serta mengganggu layanan transportasi maupun pelayaran.<\/p>\n<p>Dampak dari fenomena cuaca tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, terputusnya akses, listrik dan jaringan telekomunikasi. Upaya kaji cepat oleh tim gabungan di daerah terus dilakukan dan untuk sementara pendataan masih terus diperbarui. &#8220;Ini telah memakan cukup banyak korban jiwa, tapi data masih di-update,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menko PMK menambahkan bahwa situasi cuaca ekstrem membuat penyaluran bantuan menghadapi kendala, namun seluruh tim kementerian\/lembaga sudah dikerahkan ke lapangan. Ia menambahkan bahwa sebagian bantuan akan dikirim melalui jalur udara karena akses darat banyak yang terputus.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah melalui BNPB akan mengirimkan bantuan melalui udara. Kita tidak bisa mengirim bantuan melalui infrastruktur darat dan menunggu sampai in selesai,\u201d jelas Pratikno.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Penanganan Darurat dari Tarutung<\/strong><\/p>\n<p>Melalui media daring, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., yang saat ini berada di Sumatera Utara untuk memimpin penanganan darurat bencana mengatakan bahwa BNPB akan membentuk Posko Darurat di Tarutung. Dari posko ini, seluruh upaya penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi dengan baik, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Menurutnya, rangkaian penanganan darurat ini akan dilakukan secara serius, sembari mempersiapkan langkah pemulihan infrastruktur dan layanan dasar. Operasi pencarian dan penyelamatan korban akan menjadi fokus utama, seperti yang telah dilakukan pada penanganan bencana di Cilacap dan Banjarnegara belum lama ini.<\/p>\n<p>\u201cSeperti yang telah kita lakukan sebelumnya di Majenang (Cilacap) dan Banjarnegara, bahwa operasi pencarian dan pertolongan akan menjadi prioritas utama. Termasuk pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>BNPB juga segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menghalau awan dan meredistribusi curah hujan sebagai bentuk upaya percepatan penanganan darurat dan mitigasi bencana susulan dalam jangka pendek. \u201cKita juga akan menggelar OMC demi percepatan penanganan darurat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Kepala BNPB telah membagi tugas jajaran Kedeputian BNPB hingga Tenaga Ahli serta Unsur Pengarah untuk membantu koordinasi penanganan darurat, baik di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Mulai hari ini, seluruh kepanjangan tangan Kepala BNPB itu telah bergerak menuju sasaran sesuai pembagian tugasnya.<\/p>\n<p>\u201cUntuk wilayah Aceh, ada Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB yang akan memimpin koordinasi penanganan di sana. Termasuk beberapa Tenaga Ahli dan Unsur Pengarah serta para direktur BNPB di masing-masing wilayah,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p><strong>Sinergi Kementerian dan Lembaga<\/strong><\/p>\n<p>Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Diana Kusumastuti, melaporkan bahwa upaya identifikasi kerusakan infrastruktur masih terkendala hujan yang belum berhenti. Empat jembatan dilaporkan terputus di Aceh, sementara di Sibolga dan Tapanuli Tengah terdapat sekitar 20 titik longsor yang masih sulit dipetakan.<\/p>\n<p>Kementerian PUPR telah mengirimkan alat berat untuk membersihkan material longsoran dan membuka akses, dengan harapan dapat segera mencapai lokasi terdampak. \u201cSampai saat ini kami sudah mengirimkan beberapa alat berat untuk membersihkan longsoran. Mudah-mudahan segera bisa sampai ke lokasi,&#8221; kata Diana.<\/p>\n<p>Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa pelayanan medis terus berjalan dengan menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Tenaga kesehatan cadangan telah dikirim dan koordinasi dengan dinas kesehatan daerah terus dilakukan agar layanan tidak terputus. Kemenkes juga menyiapkan dukungan agar kegiatan pembelajaran dapat segera dimulai kembali setelah situasi di lapangan memungkinkan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah diberikan keleluasaan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta melakukan pergeseran anggaran untuk memastikan kebutuhan penanggulangan darurat dapat dipenuhi dengan cepat.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dari sisi pencarian dan pertolongan, Kepala Basarnas Muhammad Syafii, melaporkan bahwa delapan operasi SAR tengah berlangsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Operasi difokuskan untuk mengevakuasi warga yang terisolasi dan mencari korban yang belum ditemukan. Basarnas memprioritaskan penyelamatan nyawa dan melakukan operasi menggunakan metode manual maupun teknologi pendukung sesuai kondisi lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menggelar delapan operasi baik itu di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Saat ini sedang berjuang, melaksanakan operasi khususnya mengevakuasi korban yang terisolasi,&#8221; jelas Syafii.<\/p>\n<p>Sebagai wali data prakiraan cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjelaskan bahwa apa yang telah dijelaskan Menko PMK Pratikno sebelumnya memang benar adanya.<\/p>\n<p>Menurut analisis dan evaluasi BMKG, fenomena siklon Tropis Senyar memang menjadi pemicu utama. Menurut BMKG, setelah memasuki daratan Sumatra, Siklon Tropis Senyar tidak langsung punah dan masih sempat berputar dari Aceh Timur hingga Aceh Tamiang, sebelum akhirnya melemah pada siang hari.<\/p>\n<p>BMKG memastikan, dengan punahnya siklon ini, maka cuaca diprakiraan akan berangsur-angsur membaik sehingga diharapkan upaya penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara maksimal.<\/p>\n<p>Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem akibat aktivitas MJO (Madden-Julian Oscillation), terutama di wilayah Mandailing Natal dan Sumatra Barat, sehingga kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.<\/p>\n<p>Dalam segenap rangkaian penanganan darurat bencana di tiga provinsi ini, BMKG juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan BNPB untuk mendukung penyelenggaraan OMC.<\/p>\n<p>Menutup rapat, Menko PMK menegaskan bahwa seluruh daerah terdampak telah menetapkan status keadaan darurat, yang menjadi dasar percepatan pengerahan sumber daya oleh pemerintah pusat. Pemerintah memastikan dukungan penuh agar penanganan darurat berjalan optimal dan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.<\/p>\n<p>\u201cMasing-masing daerah sudah menetapkan kondisi darurat. Ini yang menjadi dasar untuk kita kemudian bisa bergerak cepat memberikan dukungan semaksimal mungkin dari pusat ke daerah,\u201d pungkas Pratikno.(tim)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-45759 size-full\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643344210652.jpg\" alt=\"\" width=\"378\" height=\"237\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643344210652.jpg 378w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/PhotoCollage_17643344210652-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 378px) 100vw, 378px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Presiden Prabowo Langsung Kirim Bantuan, Pemerintah RI Gerak Cepat Atasi Bencana Tiga Provinsi di Pulau Sumatera JAKARTA, SIMBUR &#8211; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat. Tepatnya dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28\/11). Dalam keterangannya, sebanyak 174 jiwa meninggal dunia, 79 hilang dan 12 luka-luka akibat bencana ini. Adapun&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45758,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-45754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45754"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45760,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45754\/revisions\/45760"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/45758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}