{"id":45071,"date":"2025-09-10T21:00:41","date_gmt":"2025-09-10T14:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=45071"},"modified":"2025-09-10T21:01:59","modified_gmt":"2025-09-10T14:01:59","slug":"banjir-bandang-di-ntt-empat-warga-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=45071","title":{"rendered":"Banjir Bandang di NTT, Empat Warga Tewas"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Upaya penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8\/9), terus dimaksimalkan hingga hari ini, Rabu (10\/9). Perlahan tapi pasti, sinergi antar lintas OPD terkait mulai membuahkan hasil yang lebih baik.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, hari ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan satu (dari lima orang) warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi tidak bernyawa. &#8220;Penemuan jasad tersebut sekaligus menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang. Otomatis, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang kini menjadi empat orang,&#8221; terang Muhari.<\/p>\n<p>Tim gabungan terus berupaya memaksimalkan operasi SAR dengan tetap memastikan kondisi lapangan dan cuaca demi keselamatan dan keamanan. Hasil perkembangan kaji cepat di lapangan, banjir yang dipicu oleh faktor cuaca ditambah topografi berupa lereng perbukitan sampai pesisir ini berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mauponggo, Kecamatan Nangaroro, dan Kecamatan Boawae.<\/p>\n<p>Kerugian materil mencakup satu rumah hanyut, dua kantor terdampak, tiga ruas jalan tertutup longsor yang meliputi satu jalan provinsi dan dua jalan kabupaten, dua jembatan rusak, serta lahan pertanian dan ternak yang terdampak. Data kerusakan lainnya masih dalam proses pendataan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD telah menyiapkan bantuan logistik berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, makanan biskuit protein untuk anak-anak, serta tenda keluarga. Bantuan tersebut dijadwalkan dikirim pada Kamis (11\/9) melalui jalur laut Kupang\u2013Aimere. Selain itu, BPBD Kabupaten Kupang juga menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa bahan bangunan.<\/p>\n<p>Meski dua titik jalan yang sebelumnya terputus sudah dapat ditangani, tiga titik jalan lain masih lumpuh dan membutuhkan alat berat untuk membuka akses. &#8220;Kendala lain yang dihadapi di lapangan antara lain jaringan komunikasi dan listrik yang terputus sehingga menghambat penyampaian laporan dan distribusi bantuan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem melalui Keputusan Nomor 330\/KEP\/HK\/2025 yang berlaku selama 21 hari, mulai 9 hingga 30 September 2025. BPBD Kabupaten Nagekeo juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera mengungsi apabila kondisi semakin berisiko.<\/p>\n<p>Diketahui, BNPB terus memantau dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo. Terkait perkembangan penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (8\/9).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Muhari mengatakan, memasuki hari ketiga pascakejadian, atau Rabu (10\/9), BPBD Kabupaten Nagekeo bersama lintas instansi gabungan akan melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan. &#8220;Kondisi cuaca yang sering berubah-ubah ditambah masifnya timbunan material yang terbawa oleh banjir bandang menjadi tantangan tim SAR gabungan,&#8221; ujar Muhari.<\/p>\n<p>Sejalan dengan operasi SAR tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat dapat berjalan efektif. Memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan segera.<\/p>\n<p>Di sisi lain, proses pembersihan akses menuju lokasi terdampak juga masih terus maksimalkan. Tim gabungan pun harus bertarung dengan waktu. Sebab, sejumlah wilayah belum dapat dijangkau. &#8220;Termasuk 18 desa di Kecamatan Mauponggo yang masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan, jaringan listrik dan sinyal komunikasi,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Untuk sementara, upaya penyaluran bantuan logistik akan didukung oleh BPBD Provinsi NTT melalui jalur laut. Distribusi bantuan itu dijadwalkan dapat bergeser pada Kamis (11\/9), mendatang. Bantuan yang akan dikirimkan meliputi 100 lembar selimut, 100 unit matras, 75 paket hygiene kit, 50 paket peralatan masak, serta 25 unit kasur lipat. &#8220;Selain itu, BPBD Provinsi merekomendasikan kebutuhan tambahan berupa makanan siap saji untuk mendukung para penyintas,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sementara itu, status tanggap darurat masih dalam proses penetapan. Bupati Nagekeo telah berada di Kupang untuk mengikuti rapat koordinasi dengan Gubernur NTT mengenai langkah-langkah penanganan darurat bencana. Setelah status tanggap darurat ditetapkan, BNPB akan langsung mengirimkan personel untuk pendampingan berikut dukungan lain yang dibutuhkan warga terdampak termasuk hal-hal lain yang dianggap perlu dalam proses percepatan penanganan darurat bencana.<\/p>\n<p>Kecamatan Mauponggo saat ini menjadi titik utama pengungsian. BPBD Kabupaten Nagekeo telah mendirikan pos pengungsian dan sementara ini sudah menampung 30 jiwa. &#8220;Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan antara lain tenda, bahan makanan, pakaian, kebutuhan bayi, serta opsi droping bantuan logistik melalui udara ke wilayah-wilayah yang terisolir,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., telah memerintahkan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan untuk hadir di lokasi terdampak untuk memberikan pendampingan dan dukungan lain yang dibutuhkan selama proses tanggap darurat. Sementara Kepala BNPB sendiri diproyeksikan akan menyusul ke NTT setelah memberikan dukungan penanganan bencana banjir yang melanda empat kabupaten dan menyebabkan dua orang meninggal dunia di Bali.<\/p>\n<p>\u201cNanti malam sudah ada tim yang berangkat ke sana. Akan ada Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan,\u201d jelas Suharyanto usai hadir dalam agenda ADEXCO di JiExpo Kemayoran, Rabu (20\/9).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Melihat kondisi medan dan lokasi wilayah terdampak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Nagekeo, tim yang diberangkatkan akan menggunakan moda transportasi udara dari Jakarta-Kupang menuju Ende dilanjutkan perjalanan darat untuk mencapai lokasi. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan karena adanya erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dan Ile Lewotolok yang dapat berdampak pada penerbangan, maka tim akan menggunakan jalur laut.<\/p>\n<p>\u201cKami akan berangkat lewat jalur udara ke Kupang. Dari Kupang ke Ende menggunakan pesawat kecil atau kapal laut. Mudah-mudahan di sana ada dua erupsi gunung, Lewotobi dan Lewotolok, semoga tidak erupsi,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>Sesuai perintah Kepala BNPB, tim yang diberangkatkan tidak hanya personel saja, namun dukungan lain seperti logistik dan perlengkapan yang secara umum dibutuhkan selama masa tanggap darurat juga disertakan. Tidak menutup kemungkinan, BNPB juga akan melengkapi segala kebutuhan lainnya sesuai hasil asesmen di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cTidak hanya membawa badan tapi juga logistik. Ini sedang dikumpulkan sedang asesmen kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tapi tentu saja logistik dasar permakanan, pakaian, matras, tenda dan lain sebagainya,\u201d pungkas Suharyanto.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Upaya penanganan darurat bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8\/9), terus dimaksimalkan hingga hari ini, Rabu (10\/9). Perlahan tapi pasti, sinergi antar lintas OPD terkait mulai membuahkan hasil yang lebih baik. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, hari ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan kembali menemukan satu (dari lima orang) warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi tidak bernyawa&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":45074,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-45071","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45071","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=45071"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45071\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45073,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/45071\/revisions\/45073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/45074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=45071"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=45071"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=45071"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}