{"id":43031,"date":"2025-04-07T18:32:41","date_gmt":"2025-04-07T11:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=43031"},"modified":"2025-04-07T18:34:25","modified_gmt":"2025-04-07T11:34:25","slug":"presiden-prabowo-tanpa-pangan-tidak-ada-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=43031","title":{"rendered":"Presiden Prabowo: Tanpa Pangan, Tidak Ada Negara"},"content":{"rendered":"<p># Panen Padi Serentak di 14 Provinsi dan 157 Kabupaten\/Kota<\/p>\n<p># Gubernur Herman Deru Salurkan Bantuan Simbolis kepada Kelompok Tani<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-43032 size-medium\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/PhotoCollage_17440247915613-300x195.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"195\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/PhotoCollage_17440247915613-300x195.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/PhotoCollage_17440247915613-95x62.jpg 95w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/PhotoCollage_17440247915613.jpg 430w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>LEMPUING, SIMBUR<\/strong> &#8211; Panen padi serentak digelar di 14 provinsi dan 157 kabupaten\/kota di seluruh Indonesia. Panen Raya kali ini dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto secara terpusat dan virtual di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Senin (7\/4). Di Provinsi Sumatera Selatan, panen raya dilaksanakan di Provinsi di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).<\/p>\n<p>Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada semua jajaran menteri karena telah dilaksanakannya panen raya. Sekaligus mampu menjaga stabilitas harga pada momen hari raya Idulfiri 1446 Hijriah. \u201cSaya juga apresiasi kinerja para menteri yang telah bekerja keras dan turun ke lapangan sehingga harga komoditas pangan bisa dijaga dan stabil,\u201d ungkap Prabowo.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Presiden juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para petani yang telah menjadi tulang punggung bangsa dan negara dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Ditegaskan Presiden, tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa petani, tidak ada pangan. Itulah sebabnya petani adalah tulang punggung bangsa ini.<\/p>\n<p>&#8220;Di kesempatan ini juga saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada saudara &#8211; saudara. Kalian merupakan tulang punggung bagi bangsa dan negara. Para petani adalah urusan pangan. Tanpa pangan tidak ada negara. Saya katakan berkali &#8211; kali dan bertahun &#8211; tahun. Tanpa pangan tidak ada NKRI. Hari ini saya sangat berbahagia,\u201d ucap Prabowo.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dalam arahannya Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian bangsa dalam sektor pangan, terutama di tengah tantangan global. \u201cBaru enam bulan saya menerima mandat sebagai presiden, tapi dengan niat baik dan kebijakan yang masuk akal, kami bisa menunjukkan hasil. Saat banyak negara mengalami kekurangan pangan dan harga yang melonjak, kita justru bisa mengekspor telur. Kita surplus, harga telur bahkan menurun,\u201d ujar Prabowo.<\/p>\n<p>Presiden juga memberikan penghormatan tinggi kepada para petani yang dianggapnya sebagai fondasi utama negara. Ia menyebut petani sebagai produsen pangan yang menjadi penopang eksistensi Indonesia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Bupati OKI Muchendi Mahzarekki menyerahkan bantuan secara simbolis dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani tani berupa 3 unit rotator dan benih. Penyerahan bantuan tersebut dilakukannya disela-sela mengikuti Panen Raya Padi Serentak.<\/p>\n<p>Gubernur Herman Deru bertekad mempertahankan eksistensi Provinsi Sumsel sebagai daerah penyangga pangan nasional melalui kemandirian pangan dengan peningkatan produksi padi. \u201cUntuk mewujudkan kemandirian pangan tersebut, diperlukan semangat untuk menjaga eksistensi Sumsel sebagai lima daerah tertinggi penyumbang produksi beras nasional,\u201d tegas Herman Deru.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Herman Deru menambahkan, yang tidak kalah penting adalah menjaga semangat petani melalui jaminan ketersediaan benih, pupuk dan saprodi lainnya. &#8220;Karena itu perhatian pada petani perlu ditingkatkan agar semangat mereka tetap terjaga. Perhatian harus kita berikan mulai dari administrasi, Saprodi sampai tahapan pasca panen,&#8221; tegas Herman Deru.<\/p>\n<p>Selain itu ini diperlukan juga inovasi di Kabupaten\/kota terkait pengawasan seperti Perda alih fungsi lahan. Hal itu menurutnya harus disegerakan agar potensi lahan yang begitu luas untuk lahan pertanian di kabupaten OKI dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi beras.<\/p>\n<p>&#8220;OKI harus siap-siap, ini harus (Perda alih fungsi lahan) disegerakan sebab majunya perekonomian dan investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini,&#8221; jelas Gubernur.<\/p>\n<p>Saat ini menurut Herman Deru, Pemprov terus berupaya meningkatkan produksi beras. Selain mendorong penambahan Luas Baku Sawah (LBS) di OKI yang masih begitu potensial, diharapkan rampungnya Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten di OKU Selatan dalam beberapa tahun kedepan semakin memantapkan peningkatan produksi beras di Sumsel.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>&#8220;Saat ini tak sedikit petani karet yang berangsur kembali ke sawah ini potensi besar yang harus kita tangkap. Untuk itu kita minta Pupuk Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Begitu juga TNI Polri kita minta pengawasannya dalam proses distribusi pupuk ini agar tepat sasaran,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu di juga menghimbau petani untuk tidak ragu-ragu melakukan produksi mengingat pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit agar bulog dapat menyerap beras petani secara maksimal. &#8220;Bulog diberi anggaran Rp 40 triliun untuk penyerapan. Harusnya petani tidak perlu ragu-ragu lagi produksi dengan HPP yang telah ditetapkan 6500\/kg dalam kondisi siap angkut. Para Kades bisa tolong sosialisasikan ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sebagai lima besar produsen beras nasional, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan optimisme tinggi terhadap kontribusi Sumsel dalam pencapaian target nasional produksi padi tahun 2025. &#8220;Luas lahan baku sawah di Sumsel mencapai 519.484 hektare dengan produksi mencapai sebesar 1.6 juta ton. Sangat potensial untuk terus ditingkat seperti di Kabupaten OKI yang miliki luas lahan baku sawah mencapai 104 ribu hektare,&#8221; terang Deru.<\/p>\n<p>Untuk mempertahan lahan baku sawah terang Deru diperlukan inovasi di kabupaten\/kota. &#8220;Dengan majunya perekonomian dan derasnya laju investasi bukan tidak mungkin akan mengurangi lahan-lahan pertanian. Ini akan jadi sasaran dalam perluasan perumahan dan kawasan industri. Maka harus dijaga sejak dini,&#8221; terang Deru.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Usul Penyelesaian Bendungan Tiga Dihaji<\/strong><\/p>\n<p>Saat dialog dengan Presiden, Gubernur Herman Deru juga mengusulkan keberlanjutan pembangunan bendungan tiga dihaji di Kabupaten OKU Selatan. Gubernur mengatakan bahwa konstruksi bendungan yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) awalnya merupakan hadiah karena Sumsel berhasil meningkatkan produktivitas padi. \u201cProduktivitas Sumsel naik dari sebelumnya rangking 8 menjadi rangking 5 nasional. Saat itu kami mendapat hadiah Bendungan Tiga Dihaji,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, proyek senilai Rp3,7 triliun yang seyogianya selesai pada 2023 hingga kini belum dapat dimanfaatkan. &#8220;Kami usul ke Pak Presiden untuk melanjutkan kembali pembangunan bendungan tiga dihaji karena kunci peningkatan produktivitas lahan adalah ketersedian air agar petani bisa panen dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,&#8221; terang Deru.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati OKI, H Muchendi mengatakan sektor pertanian di wilayahnya sangat berpotensi untuk dikembangkan. &#8220;Luas baku sawah 104 ribu hektar, terdiri dari 4 tipologi lahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yaitu lahan lebak, pasang surut, tadah hujan dan lahan kering,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dari sisi produksi, kabupaten OKI terang Muchendi merupakan penyumbang produksi terbesar ke tiga di Sumatera Selatan. &#8220;Produksi padi di OKI tahun 2024 lalu 564 ton, mengalami peningkatan 38.530 ton dibandingkan tahun 2023, kami optimis hasi ini akan terus meningkat,&#8221; jelas Muchendi.<\/p>\n<p>Peningkatan tersebut jelas Muchendi ditopang oleh program oplah (optimalisasi lahan) sebesar 46.762 hektare serta program cetak sawah. &#8220;Di tahun 2025, OKI ditarget untuk optimalisasi lahan seluas 24 ribu hektare, per Maret terealisasi 4.510 hektare. Untuk cetak sawah, OKI diberi target sebesar 26.364 hektare per Maret 2025 realisasinya 2.005 hektare sedang dalam proses SID (Survey Investigasi dan Design),&#8221; terannya.<\/p>\n<p>Tantangan peningkatan produksi padi jelas Muchendi tidak sedikit, mulai dari perubahan iklim, serapan gabah petani hingga status lahan. &#8220;Ada lahan yang dimiliki masyarakat, ada juga lahan perusahaan-perusahaan yang didalamnya ada HGU yang belum tergarap.\u00a0Ini kami harap dibantu administrasinya sehingga dapat dioptimalkan untuk lahan pertanian,&#8221; tutupnya.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Panen Padi Serentak di 14 Provinsi dan 157 Kabupaten\/Kota # Gubernur Herman Deru Salurkan Bantuan Simbolis kepada Kelompok Tani LEMPUING, SIMBUR &#8211; Panen padi serentak digelar di 14 provinsi dan 157 kabupaten\/kota di seluruh Indonesia. Panen Raya kali ini dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto secara terpusat dan virtual di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Senin (7\/4). Di Provinsi Sumatera Selatan, panen raya dilaksanakan di Provinsi di Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43035,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-43031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43034,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43031\/revisions\/43034"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}