{"id":42907,"date":"2025-03-27T11:31:59","date_gmt":"2025-03-27T04:31:59","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42907"},"modified":"2025-03-27T11:41:23","modified_gmt":"2025-03-27T04:41:23","slug":"cuaca-ekstrem-ganggu-pemudik-waspada-bencana-saat-libur-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42907","title":{"rendered":"Cuaca Ekstrem Ganggu Pemudik, Waspada Bencana saat Libur Lebaran"},"content":{"rendered":"<p># Ingatkan Ancaman Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Puncak arus mudik dan libur lebaran yang diprediksi jatuh pada 28-31 Maret 2025 dibayangi cuaca ekstrem. Hal itu dapat menyebabkan hujan lebat dengan intensitas tinggi. Fenomena tersebut akan berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Untuk itu, para pemudik diharap berhati-hati dan waspada bencana selama perjalanan ke kampung halaman dan liburan lebaran.<\/p>\n<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Pratikno MSoc Sc, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto SE MSi, Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi dan sejumlah pimpinan Kementerian\/Lembaga meninjau persiapan arus mudik lebaran tahun 2025. Pantauan arus mudik berlangsung di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten pada Rabu (26\/3) sore.<\/p>\n<p>Tiba di Pelabuhan Merak, Menko PMK langsung memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah perwakilan pemerintah daerah Banten dan Lampung. Kepala BNPB dalam kesempatan ini mengungkap, wilayah Provinsi Banten merujuk prediksi cuaca selama libur lebaran ini relatif aman. Akan tetapi, untuk wilayah Provinsi Lampung ada potensi curah hujan meningkat pada akhir bulan Maret. \u201cBanten tanggal 25 Maret sampai 1 April relatif aman. Lampung tanggal 28 Maret ada peningkatan. Jika diperlukan akan mengadakan operasi modifikasi cuaca khusus di Lampung,\u201d ujar Suharyanto.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kepala BNPB kemudian mengingatkan kembali bahwa pernah terjadi sejumlah bencana di Banten dan Lampung, sehingga pemerintah daerah diharapkan tetap meningkatkan kesiapsiagaan selama periode lebaran ini. \u201cUntuk bencana di Provinsi Banten dan Lampung kami mencatat, di Banten meskipun tidak bisa diprediksi, namun harus diwaspadai bencana gempa, tahun 2022 gempa di Pandeglang. Kemudian Gunung Anak Krakatau dua tahun ini kondusif, tapi kami ingatkan tahun 2022 dan 2023 sempat aktif,\u201d ucapnya seraya menambahkan, tentunya untuk pemerintah daerah tetap harus waspada. &#8220;Tingkatkan kesiapsiagaan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dirinya menceritakan, dalam rangka libur lebaran kali ini, personel BNPB dan BPBD pun telah menerjunkan tim untuk bersiaga membantu jika ada keadaan darurat di sejumlah titik yang dilalui para pemudik. \u201cAda pos gabungan BNPB, BPBD, TNI dan Polri. Lengkap ada logistik, tempat istirahat dan dilengkapi peralatan penanggulangan bencana. Apabila terjadi bencana bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan dengan cepat,\u201d tutur Suharyanto.<\/p>\n<p>Keterlibatan TNI dan Polri di kondisi bencana merupakan salah satu upaya mempercepat penanganan di lokasi bencana. Selain kekuatan dari BNPB dan BPBD, keberadaan personel TNI dan Polri di daerah dapat menambah kemampuan pemerintah dalam melaksanakan penyelamatan masyarakat, karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. \u201cKami punya MoU dengan Panglima dan Kapolri, ketika ada bencana tentu saja kekuatan di lapangan di samping BNPB dan BPBD ada unsur TNI Polri bisa bergerak secara cepat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Usai rapat, rombongan melanjutkan kegiatan dengan menyapa para penumpang yang akan melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Rombongan memeriksa sejumlah fasilitas yang ada di Pelabuhan Merak.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Tinjau Situasi Tol Cikampek<\/p>\n<p>Sebelum tinjauan ke Pelabuhan Merak, rombongan menteri dan para pimpinan kementerian dan lembaga ini singgah ke pos mudik lebaran di rest area Tol Cikampek KM57A, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Di tempat ini, rombongan berkeliling ke area fasilitas publik seperti pos kesehatan yang didirikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, ruang laktasi, hingga area food court. Rombongan juga berdialog dengan para pemudik yang sedang beristirahat dan menikmati fasilitas kursi pijat.<\/p>\n<p>Guna memastikan penanganan mudik lebaran tahun ini berjalan lancar, rombongan turut menggelar rapat koordinasi di Pos Terpadu Mudik Lebaran KM 57. Rapat dipimpin oleh Menko PMK dan Kapolri. Dalam rakor, baik Menko PMK dan Kapolri mengapresiasi tata kelola rest area KM 57 yang dinilai sudah lengkap dengan berbagai fasilitas seperti SPBU, SPKLU untuk mobil listrik, bengkel, hingga tempat ibadah. Selain fasilitas tersebut, pengelola juga bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk menyiagakan satu unit mobil pemadam guna mengantisipasi risiko bencana kebakaran.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB merilis tanggal 28-31 Maret 2025, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat berada di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Kalimantan Timur.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Muhari mengimbau, bagi masyarakat yang hendak melakukan mudik dan melewati wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi basah. &#8220;Harap selalu waspada dan memantau informasi prakiraan cuaca,&#8221; imbau Muhari, Rabu (26\/3).<\/p>\n<p>Jika hujan sangat lebat terjadi dan jarak pandag pendek, kata Muhari, segera mencari tempat yang aman jauh dari potensi longsor dan banjir untuk evakuasi sementara. &#8220;Pastikan fisik dan kendaraan berada dalam kondisi yang baik,&#8221; sarannya.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, jelang hari raya Idulfitri 1446 Hijriah, cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Pada tanggal 25-27 Maret, perlu diwaspadai beberapa wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat di Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali. &#8220;Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, NTB, dan NTT,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sementara itu, Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof Dwikorita Karnawati PhD menyampaikan bahwa pada periode mudik lebaran ini merupakan merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba). Ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, petir, angin kencang, serta kemungkinan terjadinya angin puting beliung dan hujan es di beberapa wilayah. Salah satu daerah yang berpotensi terpapar hujan dengan intensitas sedang hingga lebat adalah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n<p>Merespon peringatan dini tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.M. yang turut hadir dalam peninjauan ini menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap melaksanakan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BNPB jika terdapat prediksi akan turun hujan dengan intensitas tinggi di masa puncak arus mudik di wilayah Jawa Barat.<\/p>\n<p>BNPB mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalan mudik lebaran untuk selalu waspada akan potensi risiko bencana. Hal-hal yang dapat dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan antara lain memastikan kondisi badan pemudik dalam keadaan sehat, kendaraan layak jalan, memastikan rute perjalanan aman bencana, cek cuaca harian, dan menyimpan nomor telepon penting jika terjadi keadaan darurat.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Ingatkan Ancaman Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda &nbsp; JAKARTA, SIMBUR &#8211; Puncak arus mudik dan libur lebaran yang diprediksi jatuh pada 28-31 Maret 2025 dibayangi cuaca ekstrem. Hal itu dapat menyebabkan hujan lebat dengan intensitas tinggi. Fenomena tersebut akan berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Untuk itu, para pemudik diharap berhati-hati dan waspada bencana selama perjalanan ke kampung halaman dan liburan lebaran. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM bersama&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42912,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42907"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42913,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42907\/revisions\/42913"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42912"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}