{"id":42573,"date":"2025-03-11T16:52:20","date_gmt":"2025-03-11T09:52:20","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42573"},"modified":"2025-03-11T16:52:20","modified_gmt":"2025-03-11T09:52:20","slug":"negara-hadir-mengantisipasi-cuaca-ekstrem-untuk-menekan-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42573","title":{"rendered":"Negara Hadir Mengantisipasi Cuaca Ekstrem untuk Menekan Inflasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Inflasi di Daerah tahun 2025 dan Pembahasan Antisipasi Cuaca Ekstrim periode Idulfitri 1446 H diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) secara virtual, Senin (10\/3).<\/p>\n<p>Mendagri Tito Karnavian meminta agar para kepala daerah menetapkan langkah antisipasi dalam penanganan cuaca ekstrem dan prediksi cuaca yang tepat, sehingga negara dapat benar-benar hadir saat bencana terjadi.<\/p>\n<p>\u201cNegara harus hadir. Kehadiran Negara terutama untuk jangka pendek yakni harus tahu tentang prediksi apa yang akan terjadi. Makin akurat prediksi maka akan bisa mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah untuk menekan dampak secara minimal,\u201d ucap Mendagri Tito Karnavian.<\/p>\n<p>Tito juga menyebut langkah selanjutnya yakni menyiagakan kekuatan bahkan bila perlu mengevakuasi. \u201cDengan prediksi yang tepat dan kemudian melakukan langkah-langkah antisipatif, disitulah hadirnya Negara sambil menyelesaikan jangka panjang. Mulai dari catchment area (daerah tangkapan air) yang berubah fungsi dari hutan menjadi komersial dan lain-lain, bangunan yang perlu ditetapkan, menyiapkan bendungan untuk menampung air yang mengalir ke daerah bawah, pelebaran sungai untuk sampai ke daerah bawah sehingga airnya bisa mengalir tidak berhenti,\u201d tegas Mendagri.<\/p>\n<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam paparannya yang menyampaikan bahwa BNPB mencatat sampai dengan Tanggal 10 Maret 2025, total bencana terjadi sebanyak 614 kali. \u201cDari 614 kali bencana, mayoritas di tahun 2025 yang terjadi sampai hari ini adalah bencana hidrometeorologi basah. Kami mencatat banjir terjadi 421 kali, cuaca ekstrem 103 kali, tanah longsor 58 kali. Ini belum terhitung bencana-bencana yang mana pemerintah daerah atasi sendiri seperti banjir kecil ataupun longsor di tingkat desa, RT atau RW,\u201d tutur Kepala BNPB Suharyanto.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dijelaskan, BNPB telah mengeluarkan surat edaran kepada BPBD se-Indonesia dalam rangka peringatan dini dan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor khususnya pada periode Ramadan dan Libur Idul Fitri 2025. \u201cEdaran ini didasarkan pada informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Dilain pihak Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan prediksi curah hujan Bulan Maret \u2013 Mei 2025. Pada Bulan Maret 2025, curah hujan umumnya diprediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi.<\/p>\n<p>\u201cCurah hujan tinggi hingga sangat tinggi berpotensi terjadi di pesisir Barat Sumatera, Sumatera Bagian Selatan, sebagian besar Jawa-Bali-NTB-NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah dan Papua bagian selatan,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Dia mengingatkan Kepada seluruh stakeholders agar terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. \u201cMelalui berbagai Kanal terutama melalui Mobile Phone Aplikasi Info BMKG, laman website BMKG, sosial media Info BMKG, Youtube dan Call Center 196,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti saat memaparkan tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga Minggu ke-1 Maret 2025 menyampaikan pada periode 2019-2024 menunjukan bahwa selalu terjadi inflasi di bulan Ramadhan dan Idul Fitri.<\/p>\n<p>Amalia menjelaskan, pada 1 Maret 2025, terdapat 33 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 4 provinsi yang mengalami penurunan IPH dan 1 provinsi stabil dibandingkan bulan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKomoditas penyumbang andil kenaikan IPH di 33 provinsi yang mengalami kenaikan IPH adalah cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras. Sedangkan, secara nasional, jumlah kabupaten\/ kota yang mengalami kenaikan IPH pada M1 Maret 2025 lebih banyak dibandingkan kabupaten\/ kota yang mengalami penurunan IPH,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru usai mengikuti Rakor ini kembali mengingatkan Kabupaten\/kota untuk memaksimalkan upaya mitigasi dan kewaspadaan terkait dengan prediksi cuaca ekstrem sebagaimana disampaikan oleh BMKG.<\/p>\n<p>\u201cBPBD di daerah harus merespon dengan segera guna meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem sebagaimana peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Hal ini penting untuk mengurangi potensi dampak buruk cuaca ekstrem dan memastikan kesiapsiagaan masyarakat,\u201d ucap Herman Deru.<\/p>\n<p>Sedangkan ketika disinggung soal pengendalian inflasi, Herman Deru mengungkapkan Pemprov Sumsel bersama Forkopimda serta Kabupaten\/ kota sejak jauh hari sudah melakukan langkah-langkah konkret dalam pengendalian inflasi. \u201cPasar murah rutin digelar tujuannya tidak lain untuk menekan inflasi. Distribusi pasokan dari pusat-pusat produksi juga kita pastikan tetap lancar,\u201d tandasnya.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Inflasi di Daerah tahun 2025 dan Pembahasan Antisipasi Cuaca Ekstrim periode Idulfitri 1446 H diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) secara virtual, Senin (10\/3). Mendagri Tito Karnavian meminta agar para kepala daerah menetapkan langkah antisipasi dalam penanganan cuaca ekstrem dan prediksi cuaca yang tepat, sehingga negara dapat benar-benar hadir saat bencana terjadi. \u201cNegara harus hadir. Kehadiran Negara terutama untuk jangka pendek yakni harus tahu tentang prediksi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42574,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-42573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42575,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42573\/revisions\/42575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}