{"id":42412,"date":"2025-03-04T23:27:00","date_gmt":"2025-03-04T16:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42412"},"modified":"2025-03-04T23:30:28","modified_gmt":"2025-03-04T16:30:28","slug":"banjir-rendam-jabodetabek-perbaiki-jembatan-putus-sebelum-libur-lebaran-hingga-modifikasi-cuaca-kurangi-intensitas-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=42412","title":{"rendered":"Banjir Rendam Jabodetabek, Perbaiki Jembatan Putus sebelum Libur Lebaran hingga Modifikasi Cuaca Kurangi Intensitas Hujan"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Hujan intensitas tinggi melanda Jabodetabek (Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi). Akibatnya, sejumlah kawasan tersebut terendam banjir sejak Senin (3\/3). Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus berusaha melakukan penanggulangan bencana banjir. Khususnya melalui upaya perbaikan infrastruktur hingga modifikasi cuaca.<\/p>\n<p>Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto SSos MM menyampaikan, pemerintah pusat melalui BNPB mendukung kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama bagi warga yang terdampak pada masa tanggap darurat banjir di daerah Jabodetabek.<\/p>\n<p>\u201cKami akan kerahkan personel ke masing-masing daerah terdampak dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan,\u201d tutur Suharyanto pada Konferensi Pers Penanganan Banjir di Wilayah Jabodetabek, Selasa (4\/3).<\/p>\n<p>Suharyanto mengatakan, BNPB juga akan mendukung pemulihan infrastruktur dalam waktu dekat, khususnya untuk penanganan jembatan yang rusak. Kepala BNPB tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan dalam mobilisasi, terlebih beberapa minggu lagi hari raya Idulfitri akan tiba.<\/p>\n<p>BNPB akan meminta Mabes TNI untuk mengerjakan dukungan jembatan Bailey sehingga akses jalur dapat tersambung kembali dalam waktu kurang dari tiga minggu ke depan. \u201cInfrastruktur ada tujuh jembatan yang putus, yang belum tertangani ada enam. Kami pastikan nanti dalam waktu tidak terlalu lama, tiga minggu ini krusial, menjelang libur Idul Fitri dan libur nasional ini jangan sampai jembatan ini masih putus. Kami akan gunakan jembatan Bailey. Kami akan berkoordinasi dengan TNI supaya jembatan ini bisa segera terpasang di lokasi yang masih putus,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>BNPB juga mendukung upaya penanganan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, di wilayah Jabodetabek. Hal tersebut dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) pada hari ini, Selasa (4\/3). Dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP. Penyemaian bahan baku berupa garam (NaCl) diharapkan dapat dilakukan pada area target. Operasi ini akan berlangsung dalam tiga sorti.<\/p>\n<p>Sorti pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB dan sorti terakhir pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Penyemaian 1 ton NaCL setiap sortinya akan dilakukan pada ketinggian 8.000 \u2013 11.000 kaki.<\/p>\n<p>BNPB bersama instansi terkait yang melakukan OMC ini berharap dapat mengalihkan potensi hujan di wilayah Jabodertabek yang terdampak banjir ke area yang lebih aman. Di samping itu, OMC ini diharapkan dapat untuk menurunkan intensitas hujan dan dampak bencana yang lebih besar.<\/p>\n<p>Suharyanto menyampaikan, operasi ini akan berlangsung menyesuaikan dengan prediksi cuaca yang telah ditetapkan. \u201cSaat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi,\u201d ujar Suharyanto.<\/p>\n<p>Menurutnya, prakiraan cuaca juga menunjukkan masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025. &#8220;Kami akan dukung dengan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di sekitar Jawa Barat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Suharyanto menegaskan, Pemerintah Pusat melalui BNPB berkomitmen untuk terus memprioritaskan keselamatan masyarakat dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam situasi tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan melalui dukungan peralatan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan optimal.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Penuhi Kebutuhan Pengungsi akibat Banjir di Jakarta<\/strong><\/p>\n<p>Banjir di wilayah Jakarta genangan masih terjadi di beberapa kelurahan, seperti di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Total warga terdampak sebanyak 770 KK (2.098 jiwa), sedang data warga mengungsi sejumlah 313 KK (1.236 jiwa). Distribusi titik pengungsian berada di beberapa kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.<\/p>\n<p>BPBD DKI Jakarta melaporkan banjir melanda dua area kota administrasi yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan tinggi muka air mencapai 300 sentimeter. BPBD mencatat sebanyak 323 unit rumah dan 1.027 jiwa terdampak kejadian ini.<\/p>\n<p>Pada kesempatan ini Mayjen TNI Lukmansyah mewakili Kepala BNPB yang di saat bersamaan melakukan tinjauan ke lokasi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat. \u201cMewakili Kepala BNPB untuk mengecek banjir yang terjadi dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi,\u201d ucap Lukmansyah.<\/p>\n<p>Dalam tinjauannya, Mayjen TNI Lukmansyah turut membawa sejumlah bantuan yang diperlukan untuk para warga terdampak melalui perangkat kecamatan dan kelurahan setempat. \u201cMembawa bantuan yang diperlukan seperti terpal matras dan bahan makanan, apabila kurang bisa minta kembali, apabila kurang kami siap untuk membantunya,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Untuk langkah ke depannya, dirinya mengatakan akan melakukan upaya bersama pihak terkait lainnya agar banjir serupa tidak terulang lagi, minimal dapat mengurangi dampak yang terjadi. \u201cAkan melakukan rapat dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab utama dari banjir ini, karena tidak seperti biasanya, biasanya 4-5 jam (surut) ini sampai sore belum surut juga,\u201d ujar Lukmansyah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dampak Banjir di Bogor<\/strong><\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3\/3). Bersama wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Kepala BNPB tiba di titik pertama yang menjadi lokasi terdampak paling parah pada sekitar pukul 15.00 WIB setelah sebelumnya melakukan rapat koordinasi penanganan darurat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Keduanya menyusuri gang sempit untuk mencapai lokasi dan melihat permukiman penduduk di bantaran sungai yang mengalami kerusakan karena terjangan banjir bandang. Di lokasi tersebut, Kepala BNPB bersama Wakil Bupati Bogor juga melihat kondisi jembatan penghubung perkampungan yang telah lenyap dalam peristiwa semalam.<\/p>\n<p>Usai peninjauan di titik pertama, keduanya kemudian menuju lokasi kedua yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Lagi-lagi Kepala BNPB bersama Wakil Bupati Bogor melihat kondisi jembatan yang telah hilang disapu air bah dari wilayah puncak.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Bogor melaporkan 346 warga masih bertahan di lokasi pengungsian di Majlis Talim Miftahul Ghina Al Idris dan rumah RT 03\/01. Tercatat sebanyak 204 unit rumah terdampak, 24 unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, 16 unit rumah rusak berat, satu unit jembatan putus dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak.<\/p>\n<p>Menurut laporan Wakil Bupati, setidaknya ada tujuh jembatan rusak karena terdampak banjir bandang yang terjadi akibat intensitas curah hujan tinggi pada Minggu (2\/3) malam. Bencana itu juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia karena hanyut saat menolong anggota keluarganya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Bogor telah berdampak pada 1.399 jiwa dari 381 KK. Tidak hanya di Kecamatan Cisarua saja, bencana itu juga terjadi di sejumlah titik seperti Kecamatan Bojonggede, Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parung Panjang.<\/p>\n<p>Melihat kondisi tersebut, Kepala BNPB memberikan arahan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengupayakan penanganan darurat yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan warga terdampak, baik kepada 346 jiwa yang mengungsi maupun mereka yang bertahan di rumah masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cTentu saja yang masih mengungsi ini, dipastikan nanti Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah arahan bupati dan kami pemerintah pusat melalui BNPB kami pastikan kebutuhan masyarakat yang terkena banjir, khususnya yang mengungsi ini betul-betul kita penuhi semaksimal mungkin,\u201d ujar Suharyanto.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama BNPB juga akan mendukung pemulihan kondisi darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Menurut hasil kaji cepat, setidaknya ada 24 rumah rusak ringan, 1 rusak sedang dan 16 rumah rusak berat. \u201cYang rumahnya rusak, baik ringan, sedang dan berat itupun akan diberikan bantuan oleh pemerintah,\u201d kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengupayakan solusi terbaik bagi mereka, salah satunya adalah dengan rencana relokasi bagi sejumlah warga terdampak maupun yang berada pada zona rawan bencana banjir bandang.<\/p>\n<p>\u201cBapak dan Ibu tidak perlu khawatir. Dalam waktu dekat, kami BNPB dan Pemerintah Kabupaten Bogor akan mencarikan solusi terbaik,\u201d ucap Suharyanto.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Sungai Ciliwung Meluap, Terpantau 15 Titik Banjir di Depok<\/strong><\/p>\n<p>Di wilayah Kota Depok, banjir menyasar pada 15 kelurahan di 8 kecamatan. Kondisi terkini terpantau genangan air di sebagian besar wilayah sudah surut. Genangan masih terlihat di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Pancoran Mas, dengan tinggi muka air 30 \u2013 40 cm. Bencana banjir di wilayah itu berdampak pada 603 KK atau 398 jiwa. Di samping itu, tercatat kerugian material dengan kategori terdampak pada rumah 86 unit, fasilitas pendidikan 1, fasilitas ibadah 1 dan jaringan pipa gas 1 titik.<\/p>\n<p>Banjir terjadi di RW 01 Jalan HM Tohir, Pocin Kota Depok. Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Ciliwung akibat hujan deras yang mengguyur Kota Depok dalam dua hari terakhir ini.<\/p>\n<p>Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) di empat RW yaitu RW 1, RW 2, RW 5 dan RW 6 Kelurahan Pocin terendam banjir dengan ketinggian 2,5-3 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun menurut laporan warga terdapat empat hewan ternak domba yang mati akibat banjir luapan Sungai Ciliwung.<\/p>\n<p>Selain di Pocin, Dinas Damkar Kota Depok merilis 15 titik banjir di daerah tersebut. Di antaranya di Jalan Kampung Kapling, Pancoran Mas (banjir setinggi 120 cm), Jalan Utan Jaya Citayam (banjir setinggi 50cm), Masjid Jamie Darut Taqwa, Limo (banjir setinggi 50cm), Masjid Mampang Prapatan (banjir sekitar 30 cm), dan Jalan Pramuka 2, Mampang (banjir sekitar 30 cm).<\/p>\n<p>Selanjutnya, di Tirtajaya, Sukmajaya (banjir sekitar 70cm), Perumahan Sukmajaya Permata (banjir sekitar 70 cm), Gang Janur Cilodong (banjir sekitar 30 cm), Jalan Raya Grogol (banjir sekitar 15cm), dan Tanah Baru (banjir sekitar 15 cm). Kemudian, Jalan Raya Sawangan (banjir sekitar 50 cm), Kebon Duren, Kalimulya (banjir sekitar 30 cm), Kompleks Hankam, Kelapa Dua (banjir sekitar 30 cm), Jalan H Mustofa, Pasir Gunung Selatan, Kelapa Dua, Cimanggis (banjir sekitar 50 cm), dan Studio Alam TVRI, Kalibaru (banjir sekitar 50 cm).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Waspada Potensi Banjir Susulan di Tangerang Selatan<\/strong><\/p>\n<p>Hujan dengan intesitas tinggi di Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin (3\/3) pukul 23.20 waktu setempat menyebabkan banjir di lima kecamatan. Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, Ciputat dan Serpong Utara.<\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Selatan mencatat sebanyak 1.870 unit rumah terdampak kejadian ini. Selanjutnya, BPBD Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 350 unit rumah terdampak banjir di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. BPBD Kabupaten Tangerang Selatan mengerahkan perahu karet untuk mobilisasi dan evakuasi warga terdampak. Hasil pantauan visual hingga pagi ini banjir masih belum surut.<\/p>\n<p>Diketahui , pada Selasa (4\/3) dini hari, hujan lebat melanda Kabupaten Tangerang menyebabkan banjir di Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan. BPBD Kabupaten Tangerang melaporkan sebanyak 20 unit rumah terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Tangerang dan tim gabungan terus melakukan pendataan dan evakuasi warga ke tempat kerabat terdekat yang lebih aman. Prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 4 sampai 6 Maret 2025 menunjukan Provinsi Banten didominasi hujan ringan hingga sedang.<\/p>\n<p>BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap potensi bencana banjir susulan dan mempersiapkan kebutuhan dasar seperti obat-obatan, pakaian dan makanan ringan serta kebutuhan darurat lainnya dengan tas siaga bencana. Hindari area sekitar tanggul, kali atau aliran sungai ketika hujan lebat dan melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman sesuai instruksi dari petugas yang berwenang.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Kiriman Air dari Sungai Kepung Bekasi<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, hujan intensitas tinggi pada Senin (3\/3) malam hingga Selasa (4\/3) dini hari menyebabkan banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sebanyak tujuh kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede dan Rawalumbu.<\/p>\n<p>Kemudian di Kabupaten dan Kota Bekasi, BPBD melaporkan bahwa pihaknya tengah mengerahkan sejumlah perahu karet untuk evakuasi warga terdampak ke lokasi yang aman. Sebanyak 140 unit rumah di Kota Bekasi dan 15 unit rumah di Kabupaten Bekasi terendam banjir dengan tinggi muka air sekitar 150 sampai 200 sentimeter. Selain itu, PLN Kota Bekasi memadamkan listrik di beberapa wilayah terdampak untuk mencegah adanya korban yang terkena aliran listrik ketika banjir.<\/p>\n<p>Sedangkan di Kabupaten Bekasi, hujan disertai kiriman air dari sungai di bagian hulu menyebabkan banjir di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Setu, Cikarang Utara, Cibitung dan Tambun Utara.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan ketinggian air mencapai 150 sentimeter merendam 15 unit rumah. Berdasarkan pemantauan visual di lapangan, hingga Selasa (4\/3) pagi banjir masih menggenangi sejumlah wilayah. BPBD dan tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet.<\/p>\n<p>Data terkini tercatat sebanyak 18 desa di 10 kecamatan yang terdampak banjir. Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Bojongmangu, Cikarang Utara, CIkarang Timur, Cikarang Pusat, Cibitung, Cibarusah, Serang Baru, Setu, Tambun Utara dan Tambun Selatan. Sebanyak 13.704 KK atau 51.320 jiwa di sejumlah kecamatan tersebut terdampak banjir. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Hujan intensitas tinggi melanda Jabodetabek (Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi). Akibatnya, sejumlah kawasan tersebut terendam banjir sejak Senin (3\/3). Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus berusaha melakukan penanggulangan bencana banjir. Khususnya melalui upaya perbaikan infrastruktur hingga modifikasi cuaca. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto SSos MM menyampaikan, pemerintah pusat melalui BNPB mendukung kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat. Terutama bagi warga yang terdampak pada masa tanggap darurat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":42416,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42414,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42412\/revisions\/42414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42416"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}