{"id":41597,"date":"2024-11-26T17:16:38","date_gmt":"2024-11-26T10:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=41597"},"modified":"2024-11-28T22:18:41","modified_gmt":"2024-11-28T15:18:41","slug":"jelajah-toleransi-lewat-wisata-budaya-simbursumatera-com-gelar-ekspedisi-jurnalistik-wangsa-warmadewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=41597","title":{"rendered":"Jelajah Toleransi Lewat Wisata Budaya, SimburSumatera.com Gelar Ekspedisi Jurnalistik Wangsa Warmadewa"},"content":{"rendered":"<p># Usung Misi Kedelapan Astacita Presiden dan Wapres Prabowo-Gibran<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-41598\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493862-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493862-300x178.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493862.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>DENPASAR, SIMBUR<\/strong> &#8211; Pemimpin Redaksi SimburSumatera.com, Muhammad Azhari melakukan ekspedisi jurnalistik pada 16-25 November 2024 di Pulau Bali. Ekspedisi Jurnalistik Wangsa Warmadewa: Selusur Budaya Toleransi Kerajaan di Walidwipa ini dilaksanakan dalam rangka Hari Toleransi Internasional (International Day for Tolerance) yang diperingati setiap tanggal 16 November.<\/p>\n<p>Ekspedisi jurnalistik Wangsa Warmadewa bertajuk toleransi ini mengusung misi kedelapan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.<\/p>\n<p>Ada korelasi antara masyarakat dengan budaya toleransi dalam mewujudkan perdamaian dan keharmonisan hubungan masyarakat internasional, khususnya di Indonesia. Salah satunya dengan menggali nilai-nilai luhur budaya nasional serta kearifan lokal melalui penelusuran jejak sejarah dan warisan budaya Nusantara pada masa lalu sebagai investasi pengetahuan di masa depan.<\/p>\n<p>Sehubungan dengan itu, kemajuan teknologi digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence\/AI) semakin membuka lebar akses informasi dan komunikasi masyarakat global. Semua orang, terutama para pemuda akan lebih banyak terhubung satu sama lain, baik di dunia nyata maupun maya. Apabila keberagaman di masyarakat, khususnya pemuda semakin meningkat, bahkan terus diimbangi dan dibekali pemahaman makna toleransi, maka keharmonisan dalam kehidupan manusia dan kemanusiaan akan selalu terwujud secara ilmiah dan alamiah.<\/p>\n<p>Terkait itu, upaya pencegahan terus dilakukan semua elemen masyarakat guna mengantisipasi intoleransi yang berpotensi tumbuh pesat, menghindari ketegangan sektarian dan primordial yang memicu benih-benih konflik. Mencegah suburnya ekstremisme dan kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) besar-besaran, vandalisme seni dan sastra, serta penghapusan sejarah dan pembersihan budaya.<\/p>\n<p>Toleransi diharapkan dapat membangun dan meningkatkan ketahanan bangsa terhadap ancaman perpecahan dari dalam dan luar negeri. Dapat dilakukan melalui promosi toleransi yang berkelanjutan. Di samping untuk menghargai keberagaman masyarakat.<\/p>\n<p>Diketahui, toleransi adalah rasa hormat dan penghargaan terhadap kekayaan keragaman budaya dunia, bentuk-bentuk ekspresi, dan cara-cara sebagai manusia. Toleransi mengakui hak asasi manusia universal dan kebebasan fundamental orang lain. Sejarah Hari Toleransi Internasional baru diperingati masyarakat dunia pada 16 November yang ditetapkan oleh Unesco sejak 1995. Terkait itu, pers sebagai pilar keempat demokrasi (fourth estate) diharapkan mampu merawat toleransi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Bangsa Indonesia, lanjut dia, menerapkan dan melestarikan budaya toleransi sejak abad ke-9. Tercermin dari apa yang telah dirintis kerajaan di Nusantara. Salah satunya wangsa Warmadewa yang berkuasa di Pulau Bali. Wangsa Warmadewa merupakan dinasti yang pernah berjaya di Nusantara pada abad ke-9 hingga abad ke-11. Sri Kesari Warmadewa, raja pertama Wangsa Warmadewa yang berkuasa di Bali sejak tahun 882 M sampai 914 M. Raja Bali yang dikenal dengan nama Dalem Selonding ini berasal dari Kerajaan Sriwijaya.<\/p>\n<p>Saat rombongan Sri Kesari Warmadewa menempuh perjalanan dari Prambanan-Kahuripan ke ujung Pulau Jawa atau Prawali, Walidwipa atau P&#8217;oli kemudian disebut Bali. Semangat yang diusung dan dikembangkan oleh raja-raja rumpun Syailendravamsa dalam menjalankan pemerintahannya ini memiliki banyak nilai. Salah satu nilai yang dirintis sejak masa Bali Kuno, yaitu\u00a0toleransi.<\/p>\n<p>Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun membenarkan bahwa toleransi sudah dikenal sejak zaman kerajaan di Bali. Bukan hanya bercorak Hindu-Buddha, toleransi juga dibangun masyarakat beragama Islam dan Kristen yang tinggal di Pulau Dewata.<\/p>\n<p>&#8220;Toleransi itu ada sejak zaman kerajaan. Bali mula ada di sini. Di samping itu, ada juga kerajaan muslim. Kerajaan muslim di Karangasem masih ada. Di Denpasar ada. Agama Kristen juga ada. Itu menunjukkan Bali dari awal sangat toleransi. Terbuka tapi sangat terukur. Makanya ada, masjid dan gereja tapi bercorak Bali,&#8221; ungkap Tjok, diwawancara eksklusif di ruang kerjanya Dinas Pariwisata Provinsi Bali di Denpasar, Senin (18\/11).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-41628\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326708024155-300x171.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"171\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326708024155-300x171.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326708024155-148x85.jpg 148w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326708024155-71x40.jpg 71w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326708024155.jpg 525w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tjok menambahkan, toleransi yang tumbuh dan berkembang di Bali tidak terbatas dengan suku dan agama. Toleransi di Bali mencerminkan Indonesia pada umumnya dan telah mendapat pengakuan dari masyarakat dunia. &#8220;Budaya tidak mengenal suku, agama tapi toleransi. Mengetahui budaya dari bahasa. Yang minoritas menghargai mayoritas. Yang mayoritas menghargai minoritas. Itu yang menjadikan Bali mewakili Indonesia pada umumnya,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Toleransi di Bali, lanjut Tjok, dapat dilihat dari kehidupan beragama dan dari sisi budaya masyarakat yang tinggal di Bali. Termasuk hubungan antara umat Islam, Kristen, dan Buddha dengan mayoritas Hindu di Pulau Dewata. &#8220;Di Buleleng ada komunitas muslimnya, seperti pure Gambur Anglayang. Di Nusa dua ada, di Puja Mandala. Itu dari sisi agama. Dari sisi budaya, ada orang dari Sumatera membuat destinasi wisata seperti taman mini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Gayatri, muslimah yang lahir dan dibesarkan di Bali mengungkap, toleransi di Pulau Dewata itu sangat tinggi hingga saat ini. Dia menyebut kawasan Puja Mandala di Nusa Dua. Dimana lima tempat ibadah dari semua agama berada dalam satu kawasan. Semua umat beragama hidup rukun berdampingan. Terutama saat peringatan hari besar keagamaan yang terjadi secara bersamaan. Toleransi beragama dan budaya masyarakat Bali sangat tinggi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-41600\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493867-300x181.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"181\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493867-300x181.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/PhotoCollage_17326148493867.jpg 502w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto mengatakan, Bali mewakili Indonesia sarat dengan budaya dan kearifan lokal. Untuk itu, perlu dijaga kelestariannya sebagai basis dalam berkomunikasi. &#8220;Indonesia lebih dari sekadar Bali. Di Pulau lain banyak juga filosofi yang bisa mengingatkan kembali pada budaya dan kearifan lokal yang kita punya. Itu harus kita jaga sebagai basis dalam berkomunikasi,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Terpisah, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tampil sebagai narasumber utama dalam World Public Relations Forum (WPRF) 2024 di Bali, Rabu (20\/11). Dalam sambutannya Menkomdigi mengatakan, Indonesia berperan sebagai pemimpin regional dalam memadukan warisan budaya dengan teknologi digital modern.<\/p>\n<p>Meutya Hafid menyampaikan pesan Presiden Prabowo bahwa warisan budaya bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga elemen strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Dijelaskan Menkomdigi, Indonesia, dengan 1.941 warisan budaya tak benda yang telah diakui secara nasional dan 13 di antaranya tercatat di UNESCO, berkomitmen untuk melestarikan kekayaan budayanya. Pemerintah juga menargetkan pengakuan 1.238 item baru hingga akhir 2024, serta terus melestarikan ribuan situs cagar budaya. &#8220;Dalam konteks ini, teknologi menjadi sarana utama untuk menyampaikan narasi positif dan memperkuat persepsi global tentang Indonesia,&#8221; terang Meutya.<\/p>\n<p>Meutya mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan diplomasi budaya dan teknologi digital sebagai jalan menuju harmoni global. \u201cDengan nilai-nilai keberagaman dan persatuan, Indonesia siap menjadi inspirasi dunia,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Demikian diungkap Dr Lucinda Sutton dari North-West University (NWU) di Afrika Selatan. Menurut Lucinda, dirinya merasakan toleransi yang diterapkan masyarakat Indonesia, khususnya di Bali, sangat tinggi. &#8220;Saya menyukainya. Saya menyukai orang-orangnya yang ramah. Saya termasuk orang yang tidak bisa menunggu lama untuk menjelaskan sedikit tentang Bali kepada dunia,&#8221; tutupnya.(maz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Usung Misi Kedelapan Astacita Presiden dan Wapres Prabowo-Gibran DENPASAR, SIMBUR &#8211; Pemimpin Redaksi SimburSumatera.com, Muhammad Azhari melakukan ekspedisi jurnalistik pada 16-25 November 2024 di Pulau Bali. Ekspedisi Jurnalistik Wangsa Warmadewa: Selusur Budaya Toleransi Kerajaan di Walidwipa ini dilaksanakan dalam rangka Hari Toleransi Internasional (International Day for Tolerance) yang diperingati setiap tanggal 16 November. Ekspedisi jurnalistik Wangsa Warmadewa bertajuk toleransi ini mengusung misi kedelapan Astacita Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41645,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[106],"tags":[],"class_list":["post-41597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekspedisi-wangsa-warmadewa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41597"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41629,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41597\/revisions\/41629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}