{"id":41101,"date":"2024-10-02T21:14:57","date_gmt":"2024-10-02T14:14:57","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=41101"},"modified":"2024-10-02T21:21:31","modified_gmt":"2024-10-02T14:21:31","slug":"karhutla-sumsel-datangkan-cuan-besar-bagi-penyedia-jasa-helikopter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=41101","title":{"rendered":"Karhutla Sumsel Datangkan Cuan Besar bagi Penyedia Jasa Helikopter"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata mendatangkan cuan (penghasilan) besar. Karena itu, karhutla di Bumi Sriwijaya menjadi incaran para pemilik jasa helikopter water bombing. Sebab menjadi wilayah terdampak paling luas. Padahal, negara harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk operasi satgas udara ini. Hal itu diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto SSos MM.<\/p>\n<p>\u201cSumatera Selatan ini primadona karena kebakarannya besar. Mereka (penyedia jasa helikopter, red) maunya ke Palembang, kalau digeser ke Riau atau Jambi tidak mau. Karena mereka menganggap penghasilannya sangat besar. Makanya coba kami ubah pola pikirnya,\u201d kata Suharyanto saat meninjau langsung penanganan karhutla dan kondisi di lapangan bersama Pj Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi, Selasa (1\/10).<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, Kepala BNPB mengajak seluruh personel satgas dan jajaran forkopimda untuk mengubah cara pikir agar karhutla ini tidak serta merta menguntungkan beberapa pihak dan membuat penderitaan masyarakat. Jangan sampai, kata dia, justru membantu orang yang membakar dan mendapat keuntungan. &#8220;Jangan sampai dihujat negara tetangga karena asap. Kita harus bisa menjaga kedaulatan rakyat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Kepala BNPB meminta agar upaya law enforcement atau penegakan hukum dilakukan. Menurut Suharyanto, hal itu dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan kejadian karhutla di Tanah Air. Di Sumsel sendiri, Muara Enim dan Musi Banyuasin menjadi dua kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang sampai hari ini masih dilanda kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Tahun ini, sebanyak 12 kabupaten di Bumi Sriwijaya telah melaporkan kejadian karhutla. Termasuk dua kabupaten tadi, meskipun sebagian wilayah di selatan Pulau Sumatera telah memasuki musim penghujan. Karhutla sendiri, kata Suharyanto, menjadi jenis kejadian bencana peringkat kedua setelah banjir dan banjir bandang. Dari total 1.464 kejadian bencana sejak 1 Januari hingga 27 September 2024, kejadian karhutla tercatat sebanyak 289 kali terjadi.<\/p>\n<p>Kepala BNPB bersama Pj. Gubernur Sumsel melakukan patroli udara di wilayah Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Dalam peninjauan udara itu, keduanya melihat sendiri beberapa titik api (hot spot) yang ditandai dengan adanya kepulan asap berwarna putih masih terlihat membumbung tinggi ke angkasa.<\/p>\n<p>Meski sudah tidak terlalu banyak titik hot spot, namun hal itu tetap menjadi prioritas utama pemadaman. Sebab, jika itu diabaikan maka dapat berpotensi semakin luas. Usai melakukan patroli udara, Kepala BNPB kemudian meninjau lokasi terdampak karhutla menggunakan sepeda motor jenis trail. Jaraknya tidak lebih dari tiga kilometer dari lokasi pendaratan helikopter. Setibanya di lokasi, Kepala BNPB masih menjumpai adanya kepulan asap yang keluar dari dalam tanah. Seperti yang sebelumnya terlihat dari pantauan udara.<\/p>\n<p>Dari hasil tinjauan lapangan itu, Kepala BNPB mengingatkan agar penanganan karhutla harus terus dilakukan dengan cepat, terorganisir, tepat sasaran dan dipastikan bahwa api benar-benar padam. Kepala BNPB tidak ingin kejadian karhutla tahun 2015 dan 2019 terulang kembali. Sebab, kejadian karhutla di dua periode itu telah membuat reputasi penanganan dipertanyakan oleh berbagai pihak. \u201cKarena di 2019 ketika el nino kita seolah-olah tidak berdaya mengatasi karhutla. Tahun 2015 kita diprotes karena asapnya menyeberang ke negara tetangga,\u201d kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Kepala BNPB kemudian mengapresiasi upaya tim satgas gabungan dalam menumpas titik api yang masih membandel. Kebakaran lahan gambut memang butuh penanganan khusus. Sebab, meski terlihat sudah padam namun boleh jadi bara api masih terkandung di dalam tanah.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Kepala BNPB juga melihat bagaimana dua helikopter water bombing BNPB mondar-mandir mengguyurkan air ke titik-titik api yang masih menyala. Upaya satgas darat dan udara itu menjadi bukti bahwa sebenarnya Indonesia mampu, meski fenomena el nino juga melanda di tahun 2023 lalu. \u201cTahun 2023 walau el nino karena kita lebih cepat, gesit dan terpadu, kebakarannya ada, tapi lebih sedikit dan tidak sampai menyeberang. Dari 2015 sampai tahun ini turun terus,\u201d jelas Suharyanto.<\/p>\n<p>Di sisi lain, hasil temuan mengatakan bahwa 99 persen faktor karhutla ini terjadi karena ulah manusia. Masih banyak praktik-praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar karena dinilai lebih efisien dan ekonomis. Padahal hal itu jelas-jelas sudah dilarang.<\/p>\n<p>Kemampuan Indonesia dalam menangani beberapa jenis kejadian bencana seperti karhutla tentunya juga harus dimaknai bahwa negara ini sebenarnya memiliki sumber daya dan peralatan yang mumpuni di bidang kebencanaan. Kepala BNPB berharap agar di tahun-tahun berikutnya, ketahanan negara di bidang kebencanaan lebih baik lagi.<\/p>\n<p>Menurut Suharyanto, Indonesia sudah bukan lagi menjadi negara penerima bantuan internasional dalam penanganan darurat. Sebaliknya, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir justru menjadi salah satu negara yang memberikan dukungan internasional kepada negara lain yang terdampak bencana maupun konflik.<\/p>\n<p>Di hadapan forum rapat koordinasi penanganan karhutla di Muara Enim, Kepala BNPB sedikit berkisah tentang pengalaman Indonesia yang tidak pernah absen memberikan donor bantuan kemanusiaan kepada negara sahabat seperti Turki, Pakistan, Nepal, Libya, Vanuatu, Myanmar, Papua Nugini, Sudan hingga Palestina dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>\u201cKita sudah 14 kali membantu negara lain. Besok kita juga akan bantu lima negara. Posisi ini jangan sampai justru bencana di tingkat lokal ini malah tidak bisa mengatasi. Wilayah prioritas karhutla tahun ini seharusnya jadi yang terakhir. Cukup 2023 dan 2024. Tahun 2025 upayakan ini tidak terjadi lagi,\u201d pinta Suharyanto.<\/p>\n<p>Kembali ke persoalan karhutla. Kepala BNPB mengatakan bahwa dalam sudah ada penyedia jasa water bombing yang meminta dipindah ke provinsi lain, namun waktu operasional di daerah lain juga sudah terbatas.<\/p>\n<p>Suharyanto menilai bahwa hal itu dapat diartikan bahwa penanganan karhutla semakin baik. Kendati demikian, Suharyanto mewanti-wanti agar hal itu tidak menjadikan personel gabungan ini lantas cepat puas atas hasil kinerjanya. Masih ada tantangan yang mungkin akan dihadapi. Mempertahankan untuk memiliki performa dan prestasi justru lebih sulit menurut Suharyanto. \u201cAda yang sudah minta pindah. Artinya penanganan karhutla di sini sudah semakin baik. Jangan sampai kebakaran ini cepat meluas. Kita tidak boleh cepat puas,\u201d pinta Suharyanto.<\/p>\n<p>Dia menyebut\u00a0 setidaknya ada 6 provinsi prioritas penanganan karhutla di Indonesia meliputi\u00a0 Provinsi Sumsel, Riau dan Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.\u00a0 \u201cDari 6 provinsi itu, primadonanya ada di Sumsel yang kebakarannya besar.\u00a0Sedangkan untuk Kabupaten Muara Enim jika dilihat dari laporannya tidak seperti tahun kemarin,&#8221;tegasnya.<\/p>\n<p>Sedangkan kedatanganya ke Kabupaten Muara Enim lanjut Suharyanto selain meninjau lokasi karhutla juga membawa sejumlah bantuan untuk penanganan karhutla.\u00a0&#8220;Ada beberapa bantuan yang saya bawa. Pokoknya kalau Sumsel prioritaskan. Terima kasih atas upaya dan kerja kerasnya,,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Menutup kunjungan kerja di Muara Enim, Kepala BNPB menyerahkan dukungan logistik dan peralatan. Apabila masih ada kebutuhan yang lainnya, Kepala BNPB meminta pemerintah daerah mengusulkan kepada BNPB. \u201cSemuanya yang masih menjadi kebutuhan agar disampaikan. Kita akan dukung. Mari kita terus bersama-sama bersatu dalam penanganan bencana,\u201d tutup Suharyanto.<\/p>\n<p>Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi SH, M. S.E menyebut setidaknya\u00a0ada dua hal yang harus dilakukan dalam penanggulangan karhutla di Sumsel, diantaranya\u00a0 pencegahan dan pemadamannya. Karena itu semua\u00a0 peralatan yang dibutuhkan satgas pemadaman di lapangan\u00a0 harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin.\u00a0 &#8220;Penanganan karhutla yang\u00a0 kami\u00a0 lakukan pada\u00a0 tahun ini, alhamdulillah baik sekali. Ini menjadi modal penting untuk lebih baik lagi ditahun mendatang,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut\u00a0 Elen Setiadi mengharapkan titik api di wilayah Muara Enim dari waktu-ke waktu\u00a0 semakin berkurang. Dengan demikian maka\u00a0 bantuan yang diberikan oleh Pemerintah pusat juga semakin lama semakin berkurang. \u201cApapun kebutuhan yang kita perlukan dapat diusulkan oleh Pemda Muara Enim, mudah-mudahan nanti akan dipenuhi oleh BNPB pusat,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Pj Bupati Muara Enim Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan\u00a0 melaporkan, Kabupaten Muara Enim memiliki dua jenis lahan yaitu lahan mineral seluas 143 hektare dan gambut 37 hektar dengan total 180,3 hektare. Sedangkan untuk daerah rawan terjadi karhutla terdapat di Kabupaten\u00a0 Muara Enim\u00a0 yakni Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan dan Muara Belida.\u00a0&#8220;Kami sekarang berada di Gelumbang dimana selama ini pemadaman dilakukan satgas udara dan darat ini semua lahan gambut,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Henky Putrawan \u00a0menyebut dalam pemadaman api pihaknya melibatkan tim gabungan\u00a0 dari Kodim\u00a0 dan stakeholder lainnya. &#8220;Alhamdulilah beberapa hari terakhir sudah turun hujan dari 32 titik api kini\u00a0 tinggal 7 titik api,&#8221;\u00a0 tandasnya.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata mendatangkan cuan (penghasilan) besar. Karena itu, karhutla di Bumi Sriwijaya menjadi incaran para pemilik jasa helikopter water bombing. Sebab menjadi wilayah terdampak paling luas. Padahal, negara harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk operasi satgas udara ini. Hal itu diungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto SSos MM. \u201cSumatera Selatan ini primadona karena kebakarannya besar. Mereka (penyedia jasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41105,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=41101"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41107,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/41101\/revisions\/41107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/41105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=41101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=41101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=41101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}