{"id":39135,"date":"2024-04-10T19:29:09","date_gmt":"2024-04-10T12:29:09","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=39135"},"modified":"2024-04-10T19:29:09","modified_gmt":"2024-04-10T12:29:09","slug":"suasana-lebaran-terancam-letusan-gunung-marapi-akses-jalan-nasional-terendam-banjir-lahar-dingin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=39135","title":{"rendered":"Suasana Lebaran Terancam Letusan Gunung Marapi, Akses Jalan Nasional Terendam Banjir Lahar Dingin"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Gunungapi Marapi masih menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas vulkanik yang tergolong cukup tinggi dan potensi erupsi\/letusan masih ada meskipun bersifat fluktuatif. Hal ini sebagaimana menurut hasil evaluasi pengamatan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per tanggal 1 &#8211; 7 April 2024 yang dirilis pada Senin (8\/4).<\/p>\n<p>Abdul Muhari, PhD Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, catatan evaluasi tersebut, jika pasokan magma dari kedalaman berlangsung kembali dan cenderung meningkat maka erupsi dapat terjadi dengan energi yang lebih besar dengan potensi\/ancaman bahaya dari lontaran material vulkanik berukuran batu (bom), lapili, atau pasir diperkirakan dapat menjangkau wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi\/Kawah Verbeek. &#8220;Sedangkan untuk potensi\/ancaman dari abu erupsi dapat menyebar lebih luas\/jauh yang tergantung pada arah dan kecepatan angin,&#8221; ungkap Muhari (10\/9).<\/p>\n<p>Material erupsi yang jatuh dan terendapkan di bagian puncak dan lereng Gunungapi Marapi dapat menjadi lahar saat bercampur dengan air hujan. &#8220;Oleh karena itu terdapat potensi bahaya aliran\/banjir lahar pada lembah\/aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunungapi Marapi,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Muhari, fenomena banjir lahar yang disebutkan dalam hasil evaluasi PVMBG sebelumnya telah terjadi belum lama ini, yakni pada Jumat (5\/4). Fenomena itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah puncak atau hulu-hulu sungai yang menjadi aliran lahar.<\/p>\n<p>Saat sebelum kejadian, Pos Pengamatan Gunungapi Marapi telah memberikan laporan sebagai peringatan dini bahwa secara visual puncak gunungapi atau kawah tidak terlihat karena tertutup kabut dan awan mendung yang kemudian terjadi hujan pada pukul 12.00 WIB.<\/p>\n<p>&#8220;Selang beberapa jam kemudian, banjir lahar terjadi dan dilaporkan oleh beberapa masyarakat forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), relawan dan instansi gabungan yang tersebar di beberapa wilayah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pada hari Jumat (5\/4), pukul 15.10 sungai yang mengalir di antara Nagari Bukik Batabuah dan Sungai Pua terjadi banjir lahar dari puncak gunungapi Marapi. Aliran sungai itu terpantau sangat deras berwarna cokelat kehitaman diduga membawa material vulkanik.<\/p>\n<p>Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Sungai Batang Sabu, yang mana tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu memicu terjadinya banjir lahar. Kemudian juga Sungai Batang Aia Katiak yang berlokasi di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Ampek Angkek termasuk beberapa wilayah di Sungai Pua, Kabupaten Agam.<\/p>\n<p>Selanjutnya wilayah Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar juga melaporkan dampak banjir lahar telah melimpasi jalan raya hingga permukiman warga. &#8220;Beberapa material batang pohon besar bercampur lumpur dan pasir terbawa oleh banjir lahar tersebut,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemudian menghimpun laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam yang mana peristiwa banjir lahar telah berdampak pada 261 warga dari 78 KK. Sedikitnya 31 jiwa terpaksa harus mengungsi atas kejadian itu. Sebanyak 69 rumah terdampak, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat turut rusak terhantam banjir lahar.<\/p>\n<p>Selanjutnya BPBD Kabupaten Tanah Datar melaporkan banjir lahar telah berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana umum. Jalur utama dari Padang menuju Bukittinggi terputus karena arus deras banjir lahar yang membawa material berupa lumpur, pasir dan sejumlah batang pohon besar. &#8220;Atas kejadian itu, kemacetan terjadi di jalur Bukittinggi-Padang di ruas jalan Aia Anggrek dan Polisi memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengurai kemacetan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Banjir lahar juga mengakibatkan kerusakan pada tanggul dan badan jalan, dam musala roboh, irigasi sungai Tuluang rusak, bibit sungai terkikis, termasuk sawah milik warga yang turut terdampak.<\/p>\n<p><strong>Waspada Bencana Susulan<\/strong><\/p>\n<p>PVMBG sampai hari ini masih menetapkan status Gunungapi Marapi pada level III atau \u2018Siaga\u2019. Seluruh gejala vulkanologi dari gunungapi berketinggian 2.891 mdpl ini masih sangat berpotensi terjadi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, menurut informasi prakiraan cuaca oleh Stasiun Meterologi Minangkabau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat hingga dua hari kedepan, pada saat momentum Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 atau pada hari Rabu-Kamis (10-11\/4).<\/p>\n<p>Beberapa jenis bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan dampak dari aktivitas vulkanologi Gunungapi Marapi masih sangat berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pariaman, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Solok, Solok Selatan, Limapuluh Kota, Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Kota Solok.<\/p>\n<p><strong>Status Tanggap Darurat<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan, Bupati Agam telah menerbitkan surat penetapan status tanggap darurat bencana banjir bandang dan banjir lahar dingin Gunungapi Marapi tertanggal 5 April 2024 sampai 18 April 2024, disusul dengan surat pembentukan posko tanggap darurat untuk periode yang sama.<\/p>\n<p>Demi mengurangi dampak risiko bencana, maka BNPB bersama PVMBG mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari satu jam dengan tingkat visibilitas terbatas. &#8220;Apabila hal itu terjadi, maka masyarakat yang tinggal di lereng tebing, bantaran sungai maupun wilayah hilir dan lereng bukit agar mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat yang lebih aman,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat yang hendak mudik-balik atau melakukan kegiatan di luar (keluar-masuk) wilayah agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca maupun peraturan lalu lintas yang berlaku, termasuk mematuhi rekomendasi dari PVMBG dan instansi terkait lainnya. Hindari jalur-jalur rawan longsor maupun banjir bandang dan ikuti rambu-rambu yang ada.<\/p>\n<p>Masyarakat yang berada di sekitar Gunungapi Marapi termasuk pendaki\/pengunjung\/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek). &#8220;Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah\/aliran\/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunungapi Marapi agar selalu mewaspadai potensi\/ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Apabila terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.<\/p>\n<p>Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG, BNPB, BPBD dan Instansi pegiat kebencanaan lainnya.<\/p>\n<p><strong>Akses Jalan Terendam<\/strong><\/p>\n<p>Banjir lahar hujan atau yang biasa disebut banjir lahar dingin terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Jumat lalu (5\/4) lalu, pukul 16.30 WIB. Fenomena ini membawa material vulkanik Gunung Marapi yang dikeluarkan pascaerupsi. Kejadian tersebut berlangsung setelah hujan lebat di kawasan hulu atau sekitaran puncak gunung.<\/p>\n<p>Muhari mengatakan, peristiwa tersebut berdampak pada terganggunya akses jalan nasional Padang Panjang \u2013 Bukittinggi. Ruas jalan tersebut terendam banjir lahar. Laporan terkini yang diterima oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, personel BPBD Kabupaten Tanah Datar dan tim gabungan lintas instansi masih melakukan pembersihan sisa-sisa material vulkanik. Para petugas juga menyedot air pada gorong-gorong di sisi jalan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi jalan nasional yang berada di wilayah Nagari Aia Angek, Kecamatan X Koto, masih terendam dan mengakibatkan terganggunya lalu lintas kendaraan serta aktivitas masyarakat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar mengimbau masyarakat agar waspada, khususnya mereka yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu dari puncak gunung.<\/p>\n<p>Selain itu, tim gabungan masih terus membantu proses pemulihan akses Jalan nasional yang terdampak dengan pengerahan alat berat berupa loader, ekskavator serta truk penyedot air dari dinas pekerjaan umum setempat untuk membersihkan material dari ruas jalan. Dilaporkan dalam peristiwa ini terdapat 1 unit check dam rusak dan 1 unit kedai warga terdampak oleh banjir lahar dingin, sementara Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tanah Datar beserta tim gabungan lintas instansi masih melakukan pendataan dan monitoring di lapangan.<\/p>\n<p>&#8220;Laporan BPBD kabupaten Tanah Datar menyebutkan wilayah desa atau nagari terdampak berada di Nagari Aia Angek, Sabu, Sungai Jambu, Lima Kaum dan Sungai Tarab,&#8221; pungkasnya.(red)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Gunungapi Marapi masih menunjukkan adanya tanda-tanda aktivitas vulkanik yang tergolong cukup tinggi dan potensi erupsi\/letusan masih ada meskipun bersifat fluktuatif. Hal ini sebagaimana menurut hasil evaluasi pengamatan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per tanggal 1 &#8211; 7 April 2024 yang dirilis pada Senin (8\/4). Abdul Muhari, PhD Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, catatan evaluasi tersebut, jika pasokan magma dari kedalaman berlangsung kembali dan cenderung meningkat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39136,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-39135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bencana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=39135"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39135\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39137,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/39135\/revisions\/39137"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/39136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=39135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=39135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=39135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}