{"id":37288,"date":"2023-10-03T09:05:22","date_gmt":"2023-10-03T02:05:22","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=37288"},"modified":"2023-10-03T09:05:22","modified_gmt":"2023-10-03T02:05:22","slug":"kabut-asap-akibat-karhutla-sumsel-bisa-sebabkan-kematian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=37288","title":{"rendered":"Kabut Asap akibat Karhutla Sumsel Bisa Sebabkan Kematian"},"content":{"rendered":"<p># Kabupaten OKI dan OI Prioritas Pemadaman<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-37290\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/PhotoCollage_16962980814934-300x187.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/PhotoCollage_16962980814934-300x187.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/PhotoCollage_16962980814934-487x304.jpg 487w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/PhotoCollage_16962980814934-563x353.jpg 563w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/PhotoCollage_16962980814934.jpg 584w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Situasi kebakaran lahan di Kabupaten OKI dan Kabupaten Ogan Ilir, terus dimonitor dan diminimalisir.\u00a0 Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo SIK dan Danrem 044\/Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika MSi turun ke lokasi.<\/p>\n<p>Banyak titik api diroute yang tetpantau disatelit BRIN, terutama di daerah Tulung Selapan, Jungkal dan Tanjung Raja, Kabupaten OKI. Dari beberapa kali patroli udara, diyakini\u00a0 kebakaran, disebabkan peladang yang membuka lahan dengan cara membakar.<\/p>\n<p>&#8220;Karena dianggap mudah dan murah, namun perlu disadari bahwa perbuatan ini membuat orang lain menderita karena iritasi mata atau pedih, infeksi saluran pernapasan. Dengan gejala sesak napas dan batuk, bahkan bisa berakibat kematian bagi penderita penyakit tertentu,&#8221; cetus Kapolda Sumsel.<\/p>\n<p>Arah angin\u00a0 cenderung datang dari arah Tenggara menuju Barat laut, membawa asap dari Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir ke arah kota Palembang yang berpenduduk 1,7 juta jiwa. Sebagai umat manusia yang bersifat sosial, semestinya tidak boleh memikirkan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan orang lain.<\/p>\n<p>Beberapa kendala petugas di lapangan antara lain, sulitnya akses jalan untuk mencapai lokasi api, minimnya peralatan serta ketersediaan air. Pemerintah Daerah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir telah mengalokasikan anggaran guna memenuhi keterbatasan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Sebesar apapun biaya yang dikeluarkan. Seberat apapun upaya pemadaman yang dilakukan, tidak akan ada artinya bilamana masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar,&#8221; timbangnya kepada Simbur.<\/p>\n<p>&#8220;Berhentilah membakar lahan, kasihanilah saudara kita yang tengah berjuang memadamkan api,&#8221; harap Kapolda Sumsel.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Tambah 100 Personel<\/strong><\/p>\n<p>Personel tambahan selama 10 hari kedepan akan bertugas, untuk memperkuat 360 personel yang sudah ditugaskan terlebih dahulu. Wilayah OKI menjadi prioritas dalam pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. Pasalnya, akibat kejadian itu?, asap dari wilayah OKI terbawa angin ke arah kota Palembang.<\/p>\n<p>&#8220;Bantuan kami dapat dari pemerintah Kabupaten OKI, yang menyediakan 10 buah pompa air portabel, 50 buah selang. Lalu masker dan kacamata anti asap 100 buah. Sekaligus uang makan personel dengan indeks Rp100 ribu per orang per hari, selama 10 hari,&#8221; bebernya.<\/p>\n<p>Sasaran pemadaman terutama di laksanakan di daerah Jungkal, Tulung Selapan, Pampangan, Cengal dan Pedamaran. Personel akan di bawah kendali Dandim, Kapolres OKI dan Kepala BPBD OKI.<\/p>\n<p>Bupati OKI juga menggerakan Camat dan Kepala Desa untuk bersama-sama dengan TNI, Polri dan BPBD utk memadamkan api yang asapnya terbawa angin ke arah Kota Palembang.<\/p>\n<p>Kepada Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, sudah diinstruksikan untuk mengerahkan 100 orang personelnya. Hal ini untuk membantu wilayah perbatasan dengan Ogan Ilir, dengan menyiapkan mobil Damkar dan mobil tangi air dari Pemerintah Kota Palembang.<\/p>\n<p>Kapolres OKI dan Kapolres OI agar mengawal bantuan dari Bupatinya masing-masing agar dipastikan sesuai jenis dan jumlah barang yang disediakan serta didistribusikan kepada pasukan yang bertugas.<\/p>\n<p>Jenderal bintang dua ini menegaskan sedang mencari jalur ke Kementerian Sosial untuk dapatnya menyediakan tenda lapangan, Field Bed, dapur lapangan, obat-obatan, air minum dan kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Padamkan Delapan Titik Api<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu\u00a0 Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Saat ini (29\/9), Manggala Agni masih melakukan pemadaman di tujuh belas lokasi yang tersebar di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.<\/p>\n<p>Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Thomas Nifinluri mengungkapkan bahwa kejadian karhutla di Sumatera Selatan yang terjadi sampai dengan saat ini sebanyak 44 titik. Delapan titik sudah berhasil dipadamkan, sedangkan sisanya masih dilakukan upaya pemadaman darat dan water bombing.<\/p>\n<p>\u201cKejadian karhutla paling banyak terjadi di OKI 25 titik (2 padam), Musi Banyuasin 5 titik (2 padam), Ogan Ilir 3 titik, Banyuasin 6 titik (3 padam), Muara Enim 2 titik (1 padam), Ogan Komering Ulu 2 titik, dan Penukal Abab Lematang Ilir 1 titik. Manggala Agni dan Satgas Pengendalian Karhutla Sumatera Selatan masih akan terus berjuang dalam mengendalikan karhutla yang terjadi,\u201d jelas Thomas melalui siaran pers di portal resmi KLHK.<\/p>\n<p>Selain pemadaman darat, Thomas juga menjelaskan upaya pengendalian karhutla melalui udara seperti water bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Water bombing saat ini masih terus dilakukan untuk menjangkau wilayah karhutla yang sulit untuk dijangkau. Sampai dengan saat ini water bombing sudah dilakukan sebanyak 92 sortie dengan jumlah air yang ditumpahkan sebanyak 9,3 juta liter.<\/p>\n<p>\u201cTMC dengan menyemai 47,2 ton garam (NaCl) di Sumatera Selatan sudah dilakukan dengan kerjasama dari KLHK, BNPB, BMKG, BRIN, BRGM, dan mitra kerja swasta sebanyak 55 sortie. TMC dilakukan untuk membasahi gambut agar tetap basah dan mengisi embung-embung untuk cadangan ketika melakukan pemadaman di wilayah rawan karhutla,\u201d ungkap Thomas.<\/p>\n<p>Thomas juga mengatakan bahwa Manggala Agni di Sumatera Selatan sebanyak 256 personil yang terbagi pada empat daops Manggala Agni telah diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Selain itu Thomas juga memerintahkan pasukan Manggala Agni Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Jambi agar bisa membantu pemadaman di wilayah Sumatera Selatan terutama di wilayah perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun api telah padam di beberapa lokasi, beberapa petugas Manggala Agni masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi kemunculan titik api lainnya yang dapat memicu karhutla. Menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tingkat kemudahan terjadinya karhutla di Sumsel ini masih akan terjadi hingga Oktober 2023,\u201d jelas Thomas.(nrd\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Kabupaten OKI dan OI Prioritas Pemadaman PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Situasi kebakaran lahan di Kabupaten OKI dan Kabupaten Ogan Ilir, terus dimonitor dan diminimalisir.\u00a0 Kapolda Sumsel Irjen Pol Rachmad Wibowo SIK dan Danrem 044\/Gapo Brigjen TNI M Naudi Nurdika MSi turun ke lokasi. Banyak titik api diroute yang tetpantau disatelit BRIN, terutama di daerah Tulung Selapan, Jungkal dan Tanjung Raja, Kabupaten OKI. Dari beberapa kali patroli udara, diyakini\u00a0 kebakaran, disebabkan peladang yang membuka lahan dengan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37289,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37288"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37288\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37291,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37288\/revisions\/37291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/37289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}