{"id":37148,"date":"2023-09-18T18:43:22","date_gmt":"2023-09-18T11:43:22","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=37148"},"modified":"2023-09-18T18:49:28","modified_gmt":"2023-09-18T11:49:28","slug":"asap-karhutla-oki-mengarah-ke-palembang-teridentifikasi-46-titik-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=37148","title":{"rendered":"Asap Karhutla OKI Mengarah ke Palembang, Teridentifikasi 46 Titik Api"},"content":{"rendered":"<p># Upaya Tim Satgas Darat dan Udara Kendalikan Karhutla<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Pedamaran, Pampangan dan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali dilumat \u2018si jago merah\u2019 pada Minggu (17\/9). Hal itu diungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).<\/p>\n<p>Muhari menjelaskan, pantauan udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, api terlihat tak hanya membakar hutan dan semak belukar saja, namun juga areal perkebunan produksi. &#8220;Asap berwarna putih terlihat membubung tinggi ke angkasa tertiup angin mengarah ke Kota Palembang,&#8221; ujarnya melalui siaran pers yang diterima redaksi Senin (18\/9).<\/p>\n<p>Sementara itu di lokasi lain, titik api juga terpantau merambat di pinggir jalan tol kilometer 347 Palembang Kayu Agung. &#8220;Beruntung tim gabungan satgas darat karhutla dari BPBD Kabupaten OKI, Manggala Agni dan Polres OKI dengan sigap turun ke lapangan menaklukkan api agar tidak meluas dan mengatur lalu lintas bagi pengguna jalan tol,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh tim gabungan satgas darat tak selamanya berjalan dengan mulus. Lokasi titik api yang berada di tengah-tengah hutan dan semak lahan menjadi tantangan tersendiri. &#8220;Selain fokus ke upaya pemadaman, tim harus tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ketersediaan sumber air juga sangat terbatas setelah musim kemarau turut menguras habis lokasi-lokasi penampungan air. Namun tim gabungan satgas tetap solid menumpas api yang kian merajalela dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, api juga berhasil dikuasai berkat hasil dukungan satgas udara dengan dukungan helikopter water bombing BNPB, yang memang sudah disiagakan di wilayah Sumatera Selatan untuk pemadaman karhutla. Gempuran demi gempuran \u2018bom air\u2019 lambat laun pun membuahkan hasil. &#8220;Api serta merta mulai dapat dijinakkan dan tentu saja hal itu meringankan kinerja tim gabungan satgas darat yang terkendala aksesbilitas,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sementara itu menurut hasil laporan tim BPBD Kabupaten OKI per Minggu (17\/9) pukul 20.07 WIB, api yang membakar semak belukar di lahan seluas 0,5 hektare milik masyarakat Kecamatan Pangkalan Lampam, belum padam sepenuhnya namun sejauh ini dapat dikendalikan. &#8220;Adapun titik hotspot yang berhasil diidentifikasi ada sebanyak 46 titik,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sebagai antisipasi dan penanganan lanjutan karhutla, tim gabungan baik satgas darat maupun udara akan terus memonitor dan melakukan upaya pemadaman serta pendinginan. Di samping itu, posko-posko siaga karhutla juga ditambah setelah Bupati OKI menaikkan status siaga menjadi darurat karhutla. &#8220;Melalui kenaikkan status tersebut, maka seluruh _stakeholder_ termasuk pihak swasta diminta agar turut mendukung upaya penanganan karhutla hingga api benar-benar dapat dikendalikan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE pekan lalu telah menginstruksikan seluruh stakeholder untuk meningkatkan upaya penanggulangan Karhulah di Kabupaten OKI. \u201cMengingat kondisi kemarau tahun ini lebih kering lalu titik api dan kebakaran lahan terus bertambah kita meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat.\u201d ujar Iskandar.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Seiring peningkatan status penanganan bencana Karhutlah, ujar Iskandar semua stake holder harus bergerak bahu membahu secara keroyokan. \u201cKalau sudah tanggap darurat artinya kita mengeluarkan seluruh sumber daya baik dari segi penanganan dilapangan, penanggulangan hingga pendanaan dan ini harus saling bantu, saling peduli,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Bupati OKI, H. Iskandar, SE meminta pihak terkait untuk membangun sekat kanal pada areal rawan terbakar. Sekat kanal ini dibangun untuk menjaga tinggi muka air di lahan gambut agar tetap basah sehingga tak mudah terbakar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Air yang tertahan, tambah dia, dapat menjadi sumber air dan mencegah kebakaran lahan gambut. Namun karena kawasan yang terbakar termasuk gambut dalam, sehingga tidak bisa langsung di intervensi oleh Pemerintah Daerah.<br \/>\n\u201cMasuk Kawasan konservasi gambut sehingga kita mintakan ke pemerintah pusat maupun Badan Restorasi Gambut menurunkan programnya di lokasi ini,\u201d pinta Iskandar.<\/p>\n<p>Iskandar juga meminta kepada perusahaan untuk peduli dengan areal sekitar HGU perusahaan. \u201cJadi jangan kebunnya saja yang dijaga, areal sekitar kebun juga kewajiban perusahaan agar tidak terbakar,\u201d tutupnya.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Upaya Tim Satgas Darat dan Udara Kendalikan Karhutla &nbsp; JAKARTA, SIMBUR &#8211; Hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Pedamaran, Pampangan dan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali dilumat \u2018si jago merah\u2019 pada Minggu (17\/9). Hal itu diungkap Abdul Muhari, Ph.D, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Muhari menjelaskan, pantauan udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, api terlihat tak hanya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37151,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37148"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37154,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37148\/revisions\/37154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/37151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}