{"id":36550,"date":"2023-07-06T14:40:38","date_gmt":"2023-07-06T07:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=36550"},"modified":"2023-07-06T14:56:12","modified_gmt":"2023-07-06T07:56:12","slug":"satu-warga-tewas-sudah-dimakamkan-dua-korban-hanyut-berhasil-dievakuasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=36550","title":{"rendered":"Satu Warga Tewas Sudah Dimakamkan, Dua Korban Hanyut Berhasil Dievakuasi"},"content":{"rendered":"<p># Tercatat 1.327 Bencana Terjadi di Indonesia dari Januari-Mei 2023<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Tiga orang warga hanyut akibat banjir bandang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (5\/7). Dua orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Akan tetapi, satu jiwa ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Selain itu, 202 KK\/457 jiwa turut terdampak atas bencana ini.<\/p>\n<p>Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan, Heri Pramono dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa korban meninggal dunia itu langsung dimakamkan pada hari yang sama. Adapun beberapa warga yang sebelumnya sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. \u201cKorban meninggal sudah dimakamkan saat itu juga. Untuk pengungsian saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing\u201d jelas Heri, Kamis (6\/7).<\/p>\n<p>Laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari BPBD OKU Selatan, bahwa peristiwa banjir bandang itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama dan memicu luapan sungai Saka dan sungai Selabung.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Menurut data sementara, banjir bandang telah berdampak di 10 desa\/kelurahan yang tersebar di 6 kecamatan di OKU Selatan. Adapun wilayah yang terdampak meliputi; Desa Ulak Pandan di Kecamatan Kisam Tinggi. Berikutnya Desa Wai Gugur, Desa Simpang Pendagan, Desa Rengas, Desa Tangsi Bawah, Desa Kisau dan Desa Talang Bandung di Kecamatan Muaradua. Selanjutnya Desa Lawang Agung di Kecamatan Muaradua Kisam, Desa Madura di Kecamatan Buay Sandang Aji, Desa Tekana di Kecamatan Buana Pemaca dan di Kecamatan Runjung Agung.<\/p>\n<p>Sementara itu, BPBD OKU Selatan juga melaporkan kerugian materil meliputi 2 rumah hanyut, 2 jembatan hanyut dan sebanyak 202 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) 60 sentimeter. Di samping itu, lahan pertanian seluas 4 hektar juga terendam banjir.<\/p>\n<p>Laporan terakhir yang diterima Pusdalops BNPB pada Rabu (5\/7) pukul 22.46 WIB, banjir terpantau berangsur surut di Kecamatan Muaradua Tangsi. Namun, di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi, debit air masih cukup tinggi. Adapun sinyal telekomunikasi di dua wilayah tersebut juga mengalami gangguan sehingga proses kaji cepat dan pelaporan data serta informasi turut terkendala.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD OKU Selatan telah berkoordinasi dengan lintas instansi terkait termasuk aparatur desa. BPBD OKU Selatan juga telah mendirikan posko utama di halaman Polsek Kecamatan Muaradua. Adapun bantuan berupa logistik dan peralatan juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Bupati OKU Selatan juga turut hadir ke lokasi memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. \u201cPemberian bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan disampaikan langsung oleh Bupati OKU Selatan,\u201d jelas Heri.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Ansori Humas BPBD Sumsel mengatakan, banjir terjadi Rabu (5\/7) sekitar pukul 06.25 WIB. Akibatnya sungai meluap, menyapu rumah dan satu keluarga. Satu orang pun meninggal dunia. &#8220;Terdata 3 orang dan sebuah rumah hanyut, di Desa Bayur, Kecamatan Muara Dua Tangsi. Tiga orang lagi hanyut di Desa Lawang Agung, Kecamatan Kisam Tinggi. Satu orang ditemukan meninggal dunia, 2 orang hanyut. Satu keluarga, pasutri Karno (60), Sarmi (50) dan putranya Toyib (30),&#8221; ungkap Ansori Humas BPBD Sumsel.<\/p>\n<p>Kendati sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, namun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten OKU Selatan, khususnya di Kecamatan Muaradua hingga Sabtu (8\/7), sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dirilis hari ini.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dalam keterangan tertulisnya, Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, sebagai bentuk antisipasi dari potensi bencana susulan, BNPB mengimbau agar mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk melakukan upaya mitigasi bencana. Meliputi pemantauan kondisi sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan agar dilakukan secara berkala.<\/p>\n<p>Di samping itu, bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam. &#8220;Masyarakat juga diharapkan agar selalu memerhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng curam yang minim vegetasi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Peta Bencana di Indonesia dari Januari-Mei 2023<\/strong><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi data bencana dari Januari hingga Mei 2023, jumlah bencana menjadi 1.327 kejadian. Sedangkan pada korban meninggal dan hilang tercatat 124 jiwa. Pada kategori korban luka 5.446 jiwa, korban mengungsi dan terdampak 2.440.751 jiwa. &#8220;Selanjutnya pada kerusakan rumah terverifikasi dan tervalidasi menjadi 17.331 unit,&#8221; ungkap Muhari.<\/p>\n<p>Hasil di atas berdasarkan koordinasi BNPB dan BPBD dari sejumlah provinsi yang telah melakukan verifikasi dan validasi data hingga 31 Mei 2023. Sedangkan beberapa provinsi lainnya belum mengirimkan data hingga tanggal tersebut. &#8220;Dengan adanya beberapa wilayah yang belum memberikan hasil verifikasi data bencana, jumlah pada kategori di atas masih dapat berubah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Berikut ini provinsi yang telah mengirimkan data terverifikasi dan tervalidasi, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.<\/p>\n<p>BNPB telah berupaya untuk melakukan koordinasi dengan BPBD seluruh provinsi terkait verifikasi dan validasi data bencana. Daerah &#8211; daerah yang belum mengirimkan rekapitulasi data kejadian dan dampak bencana diimbau untuk bisa melaporkan secara berkala setiap 3 bulan kepada BNPB. &#8220;Hal ini bertujuan untuk sinkronisasi data bencana antara pusat dan daerah serta akuntablitas penanggulangan bencana di Indonesia,&#8221; jelasnya.(red\/nrd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Tercatat 1.327 Bencana Terjadi di Indonesia dari Januari-Mei 2023 &nbsp; PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Tiga orang warga hanyut akibat banjir bandang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (5\/7). Dua orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Akan tetapi, satu jiwa ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Selain itu, 202 KK\/457 jiwa turut terdampak atas bencana ini. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan, Heri Pramono dalam keterangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36556,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-36550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36550"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36561,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36550\/revisions\/36561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/36556"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}