{"id":36339,"date":"2023-06-08T05:05:39","date_gmt":"2023-06-07T22:05:39","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=36339"},"modified":"2023-06-08T05:05:39","modified_gmt":"2023-06-07T22:05:39","slug":"giliran-kontraktor-terjerat-gratifikasi-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=36339","title":{"rendered":"Giliran Kontraktor Terjerat Gratifikasi Proyek"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Pasca tersangka Franco Nero Sisco Dalgado selaku kontraktor yang melaporkan sekretaris Dinas PUPR dan Kabag TU PUPR Kabupaten Muratara ke Polda Sumsel, dalam perkara pemerasan.<\/p>\n<p>Kasusnya berujung Ardiansyah sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Muratara terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh pihak Polda Sumsel. Hingga dipersidangan terdakwa Ardiansyah divonis selama 1 tahun dan 6 bulan. Dari fakta persidangan dan petunjuk JPU, agar Franco Nero juga ditetapkan sebagai tersangka. Akhirnya, Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel melimpahkan berkas perkara dugaan perkara suap fee proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muratara tahun 2017. Dengan tersangka Franco Nero Sisco Dalgado selaku kontraktor proyek.<\/p>\n<p>Tersangka Franco Nero diserahkan ke Kejati Sumsel berikut barang bukti pada kemarin Selasa (6\/6\/23) pukul 11.00 WIB. Perkara ini sudah tahap 2 atau P21.<\/p>\n<p>Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira didampingi AKBP Koko Arianto Wardani sebagai Kasubdit Tipikor menegaskan, perkara ini merupakan rangkaian yang selama ini ditangani pihaknya.<\/p>\n<p>&#8220;Peristiwanya berawal dari OTT atau operasi tangkap tangan pada Selasa 14 November 2017 sekitar pukul 17.30 WIB, dengan barang bukti disita uang Rp 50 juta, ponsel dan dokumen serta surat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Pada tahun 2017, yakni Ardiansyah merupakan petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Muratara. Sedangkan Franco Nero merupakan pihak swasta atau kontraktor melakukan pengadaan barang dan pemasangan perluasan jaringan pipa distribusi serta SR SPAM di Kecamatan Rawas Ulu nilainya Rp 1,4 miliar tahun 2017,&#8221; timpal Koko.<\/p>\n<p>Kala itu Ardiansyah menjanjikan satu paket proyek pada Franco Nero, yang imbalannya tersangka Franco Nero menyangupi fee sebesar 15 persen dari nilai kontrak. &#8220;Setelah sepakat maka dilelang yang dimenangkan proyek ini oleh tersangka Franco Nero,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Setelah sepakat tersangka memberikan uang Rp 50 juta sebagai bentuk kesepakatan kedua belah pihak. &#8220;Nah tetapi, ditanggal 7 November 2017, Ardiansyah meminta lagi fee kepada tersangka Franco Nero Rp 50 juta. Sehingga Franco Nero merasa keberatan dan melaporkan kejadiannya ke Polda Sumsel,&#8221; jelas Kasubdit Tipikor.<\/p>\n<p>&#8220;Perkara dipersidangannya, terdakwa Ardiansyah telah dijatuhi vonis hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Atas perintah dari pengadilan, untuk barang bukti di terdakwa Ardiansyah dikembalikan ke penyelidikan lebih lanjut ke tersangka Franco Nero,&#8221; bebernya kepada Simbur.<\/p>\n<p>Dari fakta persidangan dan petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) tersangka Franco Nero harus ditetapkan sebagai tersangka. &#8220;Sebab tersangka Franco Nero terindikasi gratifikasi, dimana pemberi dan penerima suap harus sama &#8211; sama sebagai tersangka. Yakni Pasal 5 ayat 1 Pasal 13 UU RI No 31 tahun 1999 dan UU RI No 20 tahun 2001 tentang tipikor, ancaman 5 tahun pidana penjara,&#8221; tukas Wadireskrimsus Polda Sumsel. (nrd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Pasca tersangka Franco Nero Sisco Dalgado selaku kontraktor yang melaporkan sekretaris Dinas PUPR dan Kabag TU PUPR Kabupaten Muratara ke Polda Sumsel, dalam perkara pemerasan. Kasusnya berujung Ardiansyah sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Muratara terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh pihak Polda Sumsel. Hingga dipersidangan terdakwa Ardiansyah divonis selama 1 tahun dan 6 bulan. Dari fakta persidangan dan petunjuk JPU, agar Franco Nero juga ditetapkan sebagai tersangka. Akhirnya, Subdit 3 Tipidkor Ditreskrimsus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36340,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-36339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kasus-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36341,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36339\/revisions\/36341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/36340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}