{"id":35763,"date":"2023-03-08T17:56:58","date_gmt":"2023-03-08T10:56:58","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=35763"},"modified":"2023-03-08T17:58:21","modified_gmt":"2023-03-08T10:58:21","slug":"minta-tambang-minyak-mentah-dilegalkan-ancam-tutup-jalintim-di-muba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=35763","title":{"rendered":"Minta Tambang Minyak Mentah Dilegalkan, Ancam Tutup Jalintim di Muba"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Aksi damai ratusan masyarakat Musi Banyuasin menuntut legalitas pengolahan sumur &#8211; sumur minyak tua di Kabupaten Muba. Unjuk rasa berlangsung Rabu (8\/3\/13) pukul 14.00 WIB, dengan menggeruduk kantor Pemprov Sumsel.<\/p>\n<p>Pantauan Simbur, ratusan demonstran yang menyuarakan aspirasinya dikawal puluhan pihak kepolisian. Massa yang meramaikan halaman luar kantor Pemprov Sumsel, datang dari pelosok Musi Banyuasin.\u00a0Mereka tergabung dari Kecamatam Sanga Desa, Kecamatam Keluang, Kecamatan\u00a0 Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, dan Kecamatan Bayung Lincir.<\/p>\n<p>&#8220;Pengolahan sumur minyak tua ini paling banyak di empat Kecamatan, Sanga Desa, Babat Toman, Keluang dan Bayung Lincir. Kalau Lawang Wetang ada juga. Sekarang kalau disetop kami kesulitan mencari mata pencaharian,&#8221; kata Markus warga Lawang Wetan ini.<\/p>\n<p>Diteruskan Markus, bahwa ada sekitar\u00a0400 ribu pekerja di sumur minyak ini. &#8220;Apalagi harga minyak sekarang ini turun. Untuk satu drum 250 liter minyak mentah kalau dijual seharga Rp650, kalau sudah masak Rp800 ribu. Padahal biasanya, satu drum harganya Rp1 juta lebih,&#8221; timpalnya kepada Simbur.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Koordinator Aksi Masyarakat Muba Bersatu mengatakan aksi masyarakat Muba ini,\u00a0 membawa aspirasi bahwa apa yang mennjadi keinginan masyarakat Muba, yakni legalkan sumur minyak.<\/p>\n<p>&#8220;Satu sumur bisa menghidupi 20 orang keluarga. Ini akan kami perjuangan tanpa ditunggani politik. Pak polisi juga tangkap warga yang memecah belah dan mengobok &#8211; obok kedamaian warga Musi Banyuasin,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk Forkopimda, Gubernur Sumsel dan Kapolda Sumsel juga agar menegakkan hukum, agar menjadi sebuah solusi. &#8220;Apa harus bergejolak dan berdarah &#8211; darah baru diistimewaskan seperti Aceh. Ini puncak eskalasi kekesalan kami warga Musi Banyuasin,&#8221; seru koordinator aksi.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>&#8220;Kami 350 ribu lebih pekerja, bergantung dari minyak. Kalau minyak disetop bagaimana anak kami sekolah dan makan. Ini kami telah berusaha mengurangi massa saat ini. Sebagaimana permintaan Kapolda Sumsel untuk mengurangi jumlah massa,&#8221; timpalnya.<\/p>\n<p>Aksi massa hanya satu, untuk legalkan minyak Muba. &#8220;Kami bukan mencari sensasi atau jalan &#8211; jalan. Tercatat sejak masa Belanda leluhur kami telah bekerja sebagai tenaga kerja paksa. Nah sekarang faktanya, betapa kami kesulitan. Kami bukan masyarakat cengeng dan pengemis, kami mandiri,&#8221; tekannya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami hanya ini hanya penambang tradisional sumur &#8211; sumur tua. Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami tutup Jalan Lintas Timur, Muba,&#8221; seru koordinator aksi. (nrd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Aksi damai ratusan masyarakat Musi Banyuasin menuntut legalitas pengolahan sumur &#8211; sumur minyak tua di Kabupaten Muba. Unjuk rasa berlangsung Rabu (8\/3\/13) pukul 14.00 WIB, dengan menggeruduk kantor Pemprov Sumsel. Pantauan Simbur, ratusan demonstran yang menyuarakan aspirasinya dikawal puluhan pihak kepolisian. Massa yang meramaikan halaman luar kantor Pemprov Sumsel, datang dari pelosok Musi Banyuasin.\u00a0Mereka tergabung dari Kecamatam Sanga Desa, Kecamatam Keluang, Kecamatan\u00a0 Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, dan Kecamatan Bayung Lincir. &#8220;Pengolahan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35766,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-35763","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35763","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35763"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35763\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35765,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35763\/revisions\/35765"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35763"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35763"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35763"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}