{"id":35323,"date":"2023-01-31T20:31:58","date_gmt":"2023-01-31T13:31:58","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=35323"},"modified":"2023-01-31T20:31:58","modified_gmt":"2023-01-31T13:31:58","slug":"inovasi-batik-berbasis-kearifan-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=35323","title":{"rendered":"Inovasi Batik Berbasis Kearifan Lokal"},"content":{"rendered":"<p># Sinom Parijotho Salak Jadi Branding Sleman<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Yogyakarta salah satu pusat batik di Indonesia. Kabupaten Sleman yang menjadi bagian dari wilayah geografis dan kultural Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengembangkan batik yang menjadi produk unggulan dan branding Kabupaten Sleman.<\/p>\n<p>Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo\u00a0mengungkapkan programnya mengembangkan batik sebagai produk unggulan dan \u00a0untuk branding Kabupaten Sleman, yaitu batik Sinom Parijotho Salak. Hal itu disampaikannya saat presentasinya di hadapan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Bahkan untuk meyakinkan tim juri Kustini tidak saja menyampaikan prestentasi, tetapi juga menggelar sejumlah batik Sinom Parijotho Salak. Sampai-sampai ada anggota tim juri berkomentar Ruang Rapat PWI Pusat di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, telah berubah menjadi \u201cbutik\u201d.<\/p>\n<p>Akhirnya, Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menjadi salah seorang yang terpilih mendapatkan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 dari 10 bupati\/wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat tahun ini.<\/p>\n<p>Kustini telah \u00a0berhasil mengembangkan batik khas Sleman dengan memanfaatkan kearifan lokal, yaitu batik Sinom Parijotho Salak, tidak saja di tingkat nasional tapi juga internasional. \u201cBatik Sinom Parijotho Salak \u00a0adalah inovasi batik Sleman berbasis kearifan lokal,\u201d jelas Kustini yang tampil mengenakan batik tersebut saat presentasi.<\/p>\n<p>Kustini menjelaskan perjalanan panjang pencarian batik Sinom Parijotho Salak sampai menjadi terkenal seperti sekarang. Saat dirinya menjadi \u00a0Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Sleman 2010-2021, muncul keinginan untuk menciptakan batik khas Kabupaten Sleman.<\/p>\n<p>Keinginan Dekranasda Kabupaten Sleman mendapat dukungan dari \u00a0Bupati Sleman H. Sri Purnomo, M.Si (periode 2010-2015 dan 2016 -2021) , yang tidak lain suami Kustini. Maka, digelarlah lomba desain batik Sleman tahun 2012.<\/p>\n<p>\u201cTujuan lomba ini adalah untuk menggali potensi desainer-desainer batik dalam menggali motif-motif batik yang bersumber pada kekayaan alam dan budaya Kabupaten Sleman,\u201d jelas Kustini.<\/p>\n<p>Lomba itu berhasil menjaring 10 finalis. Kemudian dipilih dua desain motif \u00a0sebagai pemenangnya. Kedua motif desain itu adalah Parijotho yang dibuat oleh Susilo Radi Yuniarto dan desain motif Salak oleh Isdianto.<\/p>\n<p>\u201cMotif desain Parijotho dan Salak \u00a0dipilih karena \u00a0tanaman parijotho dan salak memang banyak ditemukan di Kabupaten Sleman,\u201d jelas Kustini.<\/p>\n<p>Untuk pewarnaannya, digunakan warna alam. Pihak Pemkab telah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Kimia UGM \u00a0tahun 2015 untuk menemukan pewarna alam yang bermutu, yaitu indigofera dalam bentuk bubuk.<\/p>\n<p>Bahan baku batik yang bermutu harus tersedia. \u00a0Bupati Kustini menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan \u00a0PT Primisima sejak tahun \u00a02016 untuk menyediakan bahan baku batik yang bermutu.<\/p>\n<p>Makna Filosofis<\/p>\n<p>Makna filosofis di balik dua motif yang jadi pemenang itu juga ada. Menurut Kustini, kedua motif tersebut menggambarkan harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Sleman yang diayomi oleh pemimpin pemegang amanah rakyat.<\/p>\n<p>Kedua motif tersebut kemudian didesain ulang digabungkan oleh perajin-perajin Paguyuban Batik Khas Sleman menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan, yakni \u00a0batik motif \u00a0Sinom Parijotho Salak.<\/p>\n<p>Tahun 2014, Pemkab Sleman me-launching batik motif Sinom Parijotho Salak. Hal itu dikukuhkan dengan \u00a0menerbitkan peraturan Bupati tentang tata kelola batik Sleman tahun 2015. Lalu, Pemkab Sleman mendaftarkan hak cipta Hak Cipta Motif Batik Sinom Parijotho Salak di Kementerian Hukum dan HAM tahun 2019.<\/p>\n<p>Pemkab Sleman \u00a0menetapkan batik Sinom Parijotho Salak sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman. Kemudian keluat kebijakan menetapkan penggunaan pakaian oleh masyarakat dan ASN di lingkungan Pemkab Sleman.<\/p>\n<p>Kerja keras yang panjang memproduksi batik khas Sleman itu kini mulai menunjukkan hasilnya. Pendapatan pengrajin \u00a0batik Sinom Parijotho Salak meningkat cukup singnifikan beberapa tahun terakhir. Omzet tahun 2020 telah mencapai \u00a0Rp 5,025 miliar, \u00a0lalu tahun 2021 mencapai Rp 7,815 miliar, dan tahun 2022 omzetnya telah menembus angka Rp 8,76 miliar.<\/p>\n<p>Batik itu pun telah menjadi branding Kabupaten Sleman dan \u00a0sebagai produk unggulannya. Batik ini pun telah terbang tinggi. Desainer Samuel Watimena telah membawa Sinom Parijotho Salak \u00a0ikut dalam fashion show di Korea Selatan. Batik ini telah memasuki pasar Eropa. Batik Sinom Parijotho Salak pun telah menjadi branding bagi Kabupaten Sleman.(red\/rel)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Sinom Parijotho Salak Jadi Branding Sleman &nbsp; JAKARTA, SIMBUR &#8211; Yogyakarta salah satu pusat batik di Indonesia. Kabupaten Sleman yang menjadi bagian dari wilayah geografis dan kultural Daerah Istimewa Yogyakarta tengah mengembangkan batik yang menjadi produk unggulan dan branding Kabupaten Sleman. Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo\u00a0mengungkapkan programnya mengembangkan batik sebagai produk unggulan dan \u00a0untuk branding Kabupaten Sleman, yaitu batik Sinom Parijotho Salak. Hal itu disampaikannya saat presentasinya di hadapan Tim Juri Anugerah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35324,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[],"class_list":["post-35323","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pers"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35323","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35323"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35323\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35325,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35323\/revisions\/35325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35323"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35323"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35323"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}