{"id":33263,"date":"2022-06-23T19:11:20","date_gmt":"2022-06-23T12:11:20","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=33263"},"modified":"2024-11-05T10:27:30","modified_gmt":"2024-11-05T03:27:30","slug":"sambut-berkah-lahan-gambut-petani-tanamkan-ilmu-dan-tumbuhkan-ekonomi-masyarakat-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=33263","title":{"rendered":"Sambut Berkah Lahan Gambut, Petani Tanamkan Ilmu dan Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p># Mengembangkan Budidaya Pinang, Kopi, dan Nanas di Kawasan Air Payau<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Pinang, kopi, dan nanas merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia saat ini. Karena itu, PT OKI Pulp and Paper Mills (unit usaha Asia Pulp Paper Sinar Mas) kembali melakukan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Adapun dukungan pabrik tisu dan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu yakni dengan mendampingi sejumlah petani melakukan observasi dan pengembangan perkebunan di lahan gambut.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>JAMBI, SIMBUR<\/strong> &#8211; Gerimis mempercepat laju minibus engkel warna silver yang dirental perusahaan mengangkut para petani asal Kabupaten OKI-Sumsel menuju perkebunan lahan gambut di sejumlah kabupaten dalam wilayah Provinsi Jambi, Senin-Kamis (20-23\/6). Para petani dipandu melihat langsung budidaya pinang betara, kopi liberika, dan nanas queen.<\/p>\n<p>Wakil Direktur PT OKI Pulp and Paper Mills, Gadang H Hartawan mengatakan, dirinya berharap agar keberadaan perusahaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa mendatang. &#8220;Kalau kami prinsipnya ingin punya kenangan. Kenangan bahwa keberadaan kami lebih bermanfaat. Manfaat bagi kami agar masyarakat yang lahannya tidak bermanfaat secara maksimal bisa lebih bermanfaat,&#8221; ujar Gadang kepada Simbur, Selasa (21\/6).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33253 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559390608463-300x178.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559390608463-300x178.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559390608463.jpg 613w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Menurut Gadang, tahun 1990 daerah penghasil pinang betara, kopi liberika, dan nanas queen di Provinsi Jambi itu sama seperti di sekitar lokasi pabrik yang terletak di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. &#8220;Prinsipnya, sama dengan tempat (pabrik) kami (di Air Sugihan), lahan banyak terbengkalai dan tidak bermanfaat. Upaya ini agar lebih cepat melakukan perubahan. Harapan kami dengan kunjungan seperti ini bisa menyampaikan fakta di lapangan. Lahannya sama (gambut di kawasan air payau). Kenapa tidak bisa melakukannya untuk kebaikan ke depan. Sumber bibit jelas. Bagaimana kami membuat percontohan dulu dari beberapa kelompok tani di wilayah PT OKI Pulp and Paper Mills,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Ada dua alasan melakukan upaya tersebut. Pertama, lanjut Gadang, siap memberikan dukungan untuk kebersamaan. Apalagi ada contoh dan berhasil, pasti menular. Masyarakat selalu melihat contoh. &#8220;Kedua, jangan selalu berpikir sawit, sawit, sawit. Dengan adanya pinang bisa ada peluang tumpang sari. Menanam tanaman lain tentu bisa. Karena (pinang) ini merupakan pola tanaman yang lebih tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33254 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248962-300x209.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"209\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248962-300x209.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248962-200x140.jpg 200w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248962.jpg 649w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Mardi, pemilik Penangkar Benih Perkebunan (PBP) Sri Rezeki. Pria tersebut mengupas semua hal tentang pinang bentara dan kopi liberika tungkal. &#8220;Kebetulan saya dulu di Dinas perkebunan tapi tidak sampai satu tahun saya minta pensiun di usia 58,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Pria asal Boyolali itu menambahkan, tahun 1980 setelah tamat STM Pertanian, dirinya langsung ke Jambi yang ditugaskan langsung dari Dinas Perkebunan Jawa Tengah. &#8220;Pinang ini kami mulai dari tahun 1996. Pertama kami mencoba menanam pinang dan membuat bibitnya langsung. Waktu itu banyak orang tak percaya saya bikin bibit pinang. Pinang disemai apa langsung hidup,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Pada saat itu, dia coba dengan 3.000 polybag pinang dan 3.000 polybag kopi. Alhamdulillah ada yang beli, kemudian kami kerjasamakan dengan Kabag Ekonomi Kabupaten. &#8220;Pada saat itu dengan misi batas desa. Awalnya seperti itu. Bagian Ekonomi Kabupaten membeli bibit pinang dan kami bagikan untuk batas desa,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Tahun 1980, lanjut Mardi, dia datang ke sini belum ada jalan. Tahun 1987 jalan ini baru dibuka tapi belum diaspal. &#8220;Tahun 1996 saya mulai menanam pinang. Pohon pinang yang paling tinggi yang tidak terjual tahun 1996 itu bibitnya saya tanam. Umurnya sudah 26 tahun. Sampai sekarang masih produksi. Bahkan oleh peneliti itu dinyatakan pohon induk,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33266 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582134-300x194.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"194\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582134-300x194.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582134-95x62.jpg 95w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582134.jpg 616w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Tahun 2009, tambah Mardi, pihaknya bekerja sama dengan Balitpalma Manado untuk melakukan penelitian pinang. Karena pinang itu dinamakan pinang sirih. &#8220;Dari kerja sama selama tiga tahun kami bertugas selaku pendamping, menghitung berapa biji yang dihasilkan setiap bulan. Sementara Balit Manado per tiga bulan datang ke sini, mengurusi jumlah pelepah daun dan lainnya. Setelah tiga tahun, sekitar tahun 2012 baru kami dilepas,&#8221; jelas Mardi.<\/p>\n<p>Kenapa dinamakan pinang betara? Jawab Mardi, karena penelitiannya dilakukan di Kecamatan Betara. &#8220;Walaupun penelitian di kebun saya tidak mungkin dinamakan pinang Mardi. Jadi dinamakan pinang betara. Penelitian ada dua. Ada pinang dan kopi. Pelepasannya sama-sama pada tahun 2012 akhir. Kopinya dinamakan kopi liberika Tungkal. Tungkal itu nama kabupaten ini. Kalau pinangnya mengangkat kecamatan, kopinya ngangkat kabupaten,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Masih kata Mardi, kalau dulu penjualannya tanpa label. Kalaupun ada labelnya merah jambu. Setelah ada penelitian pohon induk diwajibkan membuat benih dari pohon induk yang sudah ada SK Dirjen. &#8220;Dari 2013 kami mengambil bibit dari pohon induk yang sudah ditetapkan Dirjen. Sebelumnya kami mengambil bibit dari pohon induk saja. Sementara, selain kriteria pohon induk harus ada juga SK Dirjen yang ditetapkan oleh peneliti,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Karena penambahan terus hingga saat ini pohon induk pinang sudah 6.000 batang. Kalau kopi pohon induknya baru 775 batang. Luas lahannya 8-10 hektare dengan omzet sekitar Rp50 juta per bulan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33294 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819042-300x223.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"223\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819042-300x223.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819042.jpg 672w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Peneliti kopi, kata Mardi, datangkan dari Jember. Awal tahun ini (2022) pohon induk kopi dinyatakan sudah tidak layak lagi karena sudah tua. &#8220;Akan kami lakukan penelitian lagi. Akan ada SK baru agar jangan sampai pohon induknya putus. Tahun ini kopi liberika tidak ada kegiatan. Tahun 2023 baru ada kegiatan. Kopi dibatasi 30 tahun yang dapat dijadikan pohon induk. Setelah umur 30 tahun dianggap sudah tidak produktif lagi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Dijelaskan pula, untuk ekspor kopi kebanyakan ke Singapura dan Malaysia. Kalau awal tahun lalu Presiden Jokowi meresmikan ekspor berapa kontainer pinang ke Pakistan. &#8220;Kalau pinang kami ekspor selain Singapura, Malaysia, Pakistan. Katanya sekarang yang lagi dirintis ekspor ke Eropa. Karena di Eropa kabarnya pinang dijadikan makanan ringan pengganti alkohol. Kalau biasa minum alkohol untuk menghangatkan badan bisa diganti makanan ringan yang terbuat dari pinang,&#8221; umbarnya.<\/p>\n<p>Mardi mengungkap, harga pinang tertinggi terakhir Rp26 ribu per kilo. &#8220;Saat ini harga pinang murah. Pinang kering Rp7 ribu dan yang basah Rp11 ribu,&#8221; bebernya merincikan untuk biji pinang kering Rp18 ribu per kg dan biji pinang basah Rp12 ribu per kg.<\/p>\n<p>Sesuai anjuran peneliti, kata dia, jarak tanam 3&#215;3 berarti bisa punya 1.100 pohon untuk lahan seluas 1 hektare. &#8220;Pinang betara biasanya tidak meleset dari 1,2 kg per bulan per batang. Kalau lahan 1 hektare identik dengan 1 ton minimal,&#8221; ujarnya seraya menyebut, menurut peneliti, pinang baru bisa ditanam pada kontur tanah 400 mdpl.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Di daerah sini umumnya pinang betara 2 tahun sudah bisa berbuah. Pengalaman saya bila ada 9-12 ruas pinang sudah berbuah.Tidak menutup kemungkinan apabila ruas kelima sudah berbuah. &#8220;Kalau daerah sini pasang surut. Setiap hujan biasanya kebun saya banjir. Tergantung drainase. Saluran airnya harus bagus. Jika terendam di atas 7 hari. Kalau tidak terendam 2-3 hari saja tidak apa-apa,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Kata Mardi, yang punya izin resmi ada 4. Yang terlibat pembibitan ada 4. Jadi ada 16 orang yang sudah dipercayakan untuk membuat bibit yang legal.Yang tidak legal banyak tergantung pembeli. Upah memanen Rp100 ribu, sedangkan upah memungut Rp10 ribu. &#8220;Bibit yang boleh diperjualbelikan minimal umur 6 bulan, 3 daun , 50 cm, polybag 14&#215;20. Harga Rp5.500. Biji benih Rp1.500. Kalau kecambah tidak kami jual,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Dirincikannya, jika kopi liberika harganya 33 ribu. Kopi lain Rp24 ribu. Hanya saja produksi per tahun agak rendah karena tebal kulit. &#8220;Dari hasil penelitian per tahun produksi kopi liberika hanya menghasilkan 1,5 ton per hektare. Kalau kopi lain bisa 4 ton. Makanya bagi masyarakat sini kopi hanya bonusnya saja,&#8221; jelasnya sembari menyebut kopi liberika ukurannya lebih besar dari kopi lain. Rasanya agak lebih asam dikit.<\/p>\n<p><strong>Menanam Ilmu kepada Masyarakat<\/strong><\/p>\n<p>Demikian diungkap Renaldo Edo, ketua kelompok tani di Simpang Tiga Sakti Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI. Dengan adanya dukungan ini, kata dia, jelas pasti memotivasi para petani. &#8220;Saya buka kebun sawit dan karet. Harga bibitnya tinggi. Manintenance mau pupuk dan sebagainya juga. Ternyata hitung-hitungannya, dibandingkan sawit kayaknya lebih menguntungkan (pinang) ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33257 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248965-300x185.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248965-300x185.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248965.jpg 672w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Ilmu ini, kata Renaldo, nanti dirinya akan menyampaikan kepada kelompok tani lain di desanya. &#8220;Kebetulan kami ada wilayah. Yang penting kami menanamkan ilmu kepada masyarakat. Dengan adanya dukungan ini kami lebih semangat. Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan OKI Pulp. Bagaimana proses pembibitan hingga pemanenan mungkin sampai pemasarannya,&#8221; sambutnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Kembangkan Jadi Ekowisata<\/strong><\/p>\n<p>Di tempat terpisah, Harihadi pemilik ekowisata Sukorejo di Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Tanjung Jabung Barat. &#8220;Di ekowisata Sukorejo kami menampilkan tentang kopi liberika. Di dalamnya ada kebun, pembimbitan, pascapanen, industri pengolahan bubuk, sampai tempat ngopinya kami bungkus semua menjadi paket wisata,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33255 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248966-300x187.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"187\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248966-300x187.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248966-487x304.jpg 487w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248966-563x353.jpg 563w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248966.jpg 677w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Di ekowisata tersebut, terdiri dari beberapa spot. Mulai dari pembibitan, kebunnya hingga pascapanen. &#8220;Ada spot lain yang tidak terkait kopi tentang galeri lukis, tanaman hias. Bukan di sini tapi di kampung sebelah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lanjut dia, luas kebun kopi 500 hektare. Kuantitas produksi tidak maksimal. &#8220;Pertama lebih ke pinangnya. Pinang pendapatan harian, kopi tabungan musiman keluarga tahunan. Kami orang sini punya kekuatan untuk mengembangkan kampung. Melihat peluang sebagai batu loncatan dengan manfaat yang baik dan harus dikembangkan,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ditanya dukungan dari pemkab, kata dia, berupa penguatan SDM dengan pelatihan. &#8220;Kami ada koperasi. Koperasi menjadi ruh modal kami. Lebih partnership karena anggota ekowisata belum tentu anggota koperasi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Tebas Nanas, Tumbuh Tunas<\/strong><\/p>\n<p>Baso Patolai (50), bendahara Pokdarwis sekaligus ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) menjelaskan sejarah terbentuknya agrowisata di Desa Tangkit Baru Kecamatan Muaro Jambi. &#8220;Dapat izin membuka lahan dari pesirah tahun 1968. Masuk ke sini masih sawah. Warga sini tidak terpikir karena lahannya tenggelam. Kami membuat kanal,&#8221; ungkap Baso Patolai, Rabu (22\/6).<\/p>\n<p>Menurut dia, desa tersebut dirintis oleh Syeikh Muhammmad Said. Ada 18 kepala keluarga (KK). Digambar lalu dibagi 10 parit. Sekarang menjadi 10 RT. &#8220;Dari 1.811 hektare lahan desa ini, 1.000 hektare nanas,&#8221; ungkap Baso.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33258 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248967-300x214.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248967-300x214.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248967-240x172.jpg 240w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559386248967.jpg 573w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Lanjut Baso Patolai, lahan tersebut mulai dibuka tahun 1968. &#8220;Dicoba menanam padi lebih dari 10 hektare tapi mutung terus. Asamnya tinggi. Sementara petani tanaman kopi, ubi, kelapa tapi tidak ada yang cocok,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Pengalaman awalnya menanam padi. Sementara gambut tingkat keasaman tanah ph 3 tidak mungkin ditanam padi. Dicoba tanaman lain tidak cocok. Bekal sudah habis lalu dicobalah menanam ubi. Kondisi ini berlangsung 10 tahun. &#8220;Kedalaman gambut pernah sampai 4-5 meter. Bahkan ada yang sampai 7 meter. Sawit di sini paling 2 meter sudah tumbang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dikatakannya, harga nanas segar sangat bervariasi. Bisa Rp500 hingga Rp7.000. Dalam kondisi produksi menurun permintaan banyak harga bisa Rp7.000. dalam kondisi musim buah harga nanas bisa mencapai Rp500. &#8220;Setiap hari bisa produksi 4 truk. Satu truk harganya Rp10 ribu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33295 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819043-300x192.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819043-300x192.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819043-174x111.jpg 174w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819043-95x62.jpg 95w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16560423819043.jpg 673w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Mulai tanam nanas tahun 1975. Karena bagus, kata dia, penduduk kota mau beli. Luas keseluruhan 1.811 hektare. Dikatakan, jenis nanas queen kurang cocok untuk kaleng tapi untuk konsumsi. Kenapa tidak cocok? &#8220;Modelnya meruncing. Tahun 1985 sudah dibangun pabrik kerja sama dari Italia dengan Menteri Bustanul arifin. Gagalnya kesulitan di teknis,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Masih kata Baso, intinya nanas perlu perawatan dan pengerjaan lebih intensif. &#8220;Jika ditebang maka tumbuh tunas baru. Harus dilakukan penjarangan. Ada perangsang buah,&#8221; sarannya<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Nanas harganya tinggi jika bulan puasa. Biasanya lagi trek artinya diatur. Harus diimbangi pemupukan yang baik. &#8220;Menanam nanas queen, setelah dibersihkan, lalu dibuat jalur. Nanti baru dilubangi. Jarak tanam sekitar 10 cm dengan posisi antar baris 2 cm. Ada empat jenis bibit. Dapat diambil dari mahkota, kuping, anakan hingga bawahan nanas.<\/p>\n<p>Nama nanas queen dipakai karena sudah dapat sertifikasi berdasarkan SK dirjen kementerian terkait. Petani di sini buat rotasi. Biasanya produksi nanas sebanyak 7-10 per hari. Sementara dukungan dari pemda berupa penyuluhan. Kalau biaya, berasal dari dana desa. &#8220;Semua mendukung. Paling tidak mendorong. Kalau saat ini sudah ada penyuluhan. Dilatih membuat keterampilan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-33268 aligncenter\" src=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582132-300x185.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"185\" srcset=\"https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582132-300x185.jpg 300w, https:\/\/simbursumatera.com\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/PhotoCollage_16559930582132.jpg 564w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Tangkit Baru Andi Bahari Alam SE mengatakan, pemerintah desa mencoba menggabungkan mina wisata dan agrowisata. &#8220;Semenjak ada agrowisata, pemuda yang tidak ada pekerjaan mulai kami berdayakan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Di Tangkit Baru ada dua potensi. Perikanan dan perkebunan. Sebelum nanas, sektor perikanan yang lebih unggul. Tangkit Baru sekarang sudah dapat sertifikat desa wisata. &#8220;Sinerginya, habis makan ikan langsung makan nanas atau sebaliknya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, hasil olahan nanas dikelola UMKM. Ada 20 olahan nanas. Ada salai, dodol, keripik, minuman segar. Wujud kerja samanya, hasil UMKM disalurkan ke bumdes. &#8220;Harga lebih murah dari swalayan. Ada kerja sama UMKM dengan bumdes. UMKM tidak menjual jika ada yang beli di bawah harga bumdes,&#8221; sebutnya. <strong>(maz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Mengembangkan Budidaya Pinang, Kopi, dan Nanas di Kawasan Air Payau &nbsp; Pinang, kopi, dan nanas merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia saat ini. Karena itu, PT OKI Pulp and Paper Mills (unit usaha Asia Pulp Paper Sinar Mas) kembali melakukan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Adapun dukungan pabrik tisu dan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu yakni dengan mendampingi sejumlah petani melakukan observasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":33309,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,96],"tags":[],"class_list":["post-33263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline","category-komoditas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33263"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33296,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33263\/revisions\/33296"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}