{"id":32847,"date":"2022-05-09T23:38:01","date_gmt":"2022-05-09T16:38:01","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32847"},"modified":"2022-05-09T23:43:37","modified_gmt":"2022-05-09T16:43:37","slug":"lima-hektare-lahan-terbakar-waspada-awal-musim-kemarau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32847","title":{"rendered":"Lima Hektare Lahan Terbakar, Waspada Awal Musim Kemarau"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> \u00a0&#8211; Lahan dengan luas kurang lebih lima hektare terbakar di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (8\/5) pada pukul 14.00 WIB. Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama TNI, anggota Polsek Pantai Luci, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Cabang Barat.<\/p>\n<p>\u201cBelum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun saat terjadi kebakaran wilayah Kabupaten Sukamara sudah beberapa hari tidak turun hujan. Beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa itu,\u201d ungkap Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (9\/5).<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Menyikapi adanya informasi awal musim kemarau yang akan didominasi dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) di beberapa wilayah di Tanah Air, maka BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah agar meningkatkan kewaspadaan terkait adanya potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa upaya seperti rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan waduk dan penampungan air, pemeliharaan konservasi lahan dan air serta sosialisasi kepada masyarakat untuk menghemat air agar dilakukan sedini mungkin,\u201d terang Muhari.<\/p>\n<p>Di samping itu, seluruh komponen di daerah harus bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. \u201cDengan cara patroli rutin, mengawasi titik rawan kebakaran, segera melakukan pemadaman api ketika ditemukan titik api hingga benar-benar padam, membuat penampungan air, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak sengaja atau sembarangan membakar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini terkait awal fase musim kemarau yang mulai melanda sebagian wilayah di Tanah Air pada bulan Mei. Dalam keterangan resmi BMKG, awal musim kemarau itu ditandai dengan adanya fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari, yang dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di wilayah utara garis ekuator.<\/p>\n<p>Di sisi lain, BMKG menjelaskan bahwa hal itu juga diikuti dengan adanya pertumbuhan awan dan fenomena hujan yang akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang akan cukup mendominasi.<\/p>\n<p>Diwartakan sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis mengatakan, musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada bulan Mei 2022. &#8220;Puncaknya pada Juli-September,&#8221; ungkap Wandayantolis beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Ditanya potensi hot spot atau titik api saat memasuki musim kemarau, Dayan menegaskan, kemunculan hot spot dapat menurunkan kualitas udara. &#8220;Saat memasuki kemarau biasanya hotspot sudah muncul yang berpotensi menurunkan kualitas udara,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Stasiun Klimatologi Palembang merilis, sebanyak 14 persen wilayah Sumsel akan memasuki awal musim kemarau pada pertengahan Mei 2022 yaitu pada Zona Musim 34. Kemudian, 57 persen lagi pada pertengahan bulan Juni yaitu Zona Musim 31, 32, 33 dan 37. Sekitar 29 persen lainnya akan memasuki awal musim kemarau 2022 pada bulan awal bulan Juli yaitu Zona Musim 35 dan 36.<\/p>\n<p>&#8220;Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel mengawali Musim Kemarau lebih awal dari rata-ratanya,\u00a0 57 persen sama dengan rata-ratanya dan 14 persen akan mengawali musim kemarau lebih lambat dari rata-rata klimatologisnya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dayan menambahkan, sifat musim kemarau di Sumsel tahun ini, 57 persen bersifat normal dan 43 persen lainnya dengan sifat atas normal. &#8220;Puncak musim kemarau sendiri didominasi pada Juli sebanyak 57 persen. Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan September dan 14 persen lainnya akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan Juni,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Masih kata dia, awal musim dan sifat musim kemarau yang bormal baik bagi tanaman pangan. Meski demikian, perlu diperhatikan potensi hama tanaman yang dapat muncul atau merebak. &#8220;Potensi karhutla tetap perlu diwaspadai walaupun kondisi El Nino kecil terjadi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, prakiraan musim kemarau 2022 untuk wilayah Sumsel disusun berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini dan potensinya hingga beberapa periode ke depan. Prakiraan musim ini dibuat dengan mengandalkan pemodelan iklim dinamis dan statistik dengan memerhatikan Normal Iklim terbaru. <strong>(red)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR \u00a0&#8211; Lahan dengan luas kurang lebih lima hektare terbakar di Desa Sungai Cabag Barat, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (8\/5) pada pukul 14.00 WIB. Kebakaran lahan jenis tanah mineral dan vegetasi semak itu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukamara bersama TNI, anggota Polsek Pantai Luci, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Cabang Barat. \u201cBelum diketahui penyebab kebakaran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32848,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32847"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32851,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32847\/revisions\/32851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}