{"id":32742,"date":"2022-04-29T00:56:50","date_gmt":"2022-04-28T17:56:50","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32742"},"modified":"2022-04-29T01:05:14","modified_gmt":"2022-04-28T18:05:14","slug":"erupsi-melemah-dan-potensi-tsunami-menurun-arus-mudik-balik-lebaran-di-merak-bakauheni-relatif-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32742","title":{"rendered":"Erupsi Melemah dan Potensi Tsunami Menurun, Arus Mudik-Balik Lebaran di Merak-Bakauheni Relatif Aman"},"content":{"rendered":"<p># Asap 25 Meter Melampaui Tinggi Gunung Anak Krakatau<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dikabarkan melemah dan potensi tsunami di Selat Sunda menurun. Hal itu diungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD setelah melakukan pemantauan langsung dari udara bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Kepala PVMBG Hendra Gunawan, Kamis (28\/4).<\/p>\n<p>&#8220;Mulai hari ini kondisi menurun erupsi. Karena erupsi Gunung Anak Krakatau sudah kami lihat secara visual juga melemah hari ini. Maka tentunya potensi tsunami akibat erupsi juga turun atau sangat kecil. Hanya lelehan lava yang masuk ke laut tidak ada explotion sama sekali,&#8221; ungkap Dwikorita saat konferensi pers Kesiapsiagaan Mudik Aman dan Mudik Sehat serta Pemaparan Hasil Peninjauan Udara Kondisi Terakhir Gunung Anak Krakatau tanggal 27 April 2022 di Graha BNPB secara virtual, Kamis (28\/4) sore.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dwikorita menambahkan, arus mudik dan balik Lebaran antara Merak-Bakauheni melalui jalur penyeberangan Selat Sunda masih relatif aman. &#8220;Kami juga memantau jalur penyeberangan Merak-Bakauheni cukup jauh dari sumber erupsi. Karena lokasinya cukup jauh dan terhalang oleh beberapa pulau maka kami menyimpulkan bahwa penyeberangan relatif aman dari bahaya tsunami. Apalagi erupsinya sudah melemah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lanjut dia, pihaknya bersama lembaga terkait akan terus memantau perkembangan erupsi dan potensi tsunami apabila terjadi hal yang membahayakan. &#8220;BMKG bersama PVMBG terus memonitor perkembangan\u00a0 erupsi GAK dan potensi tsunami. Kami akan segera men-gupdate perkembangannya apabila ada hasil yang membahayakan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Senada diungkap Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Menurut dia, pihaknya masih melihat asap setinggi 25 meter dari lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Pos Pantau dan Pengamatan Gunung Anak Krakatau melaporkan ada asap setinggi 25 meter dari puncak gunung tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Dari peninjauan langsung tadi asap ini melampaui tinggi Gunung Anak Krakatau yang lama yakni 150 meter. Setelah kami amati, asap berasal dari tubuh Gunung Anak Krakatau yang baru,&#8221; ujar Hendra Gunawan.<\/p>\n<p>Dilaporkan juga dari pos pengamatan, tambah dia, ada api bias yang tinggi sinar apinya 25 meter. &#8220;Kalau malam hari kadang-kadang sinar api masih teramati. Artinya, lubang tempat keluar asap itu masih panas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>PVMBG menyimpulkan data dan hasil pengamatan di lapangan cukup relevan. Meski demikian, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. &#8220;Data yang terekap sesuai dengan hasil pengamatan di lapangan. Masyarakat tetap diimbau update dari situs resmi pemerintah untuk menghindari hoaks,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto SSos MM mengatakan, secara visual tidak terlihat hal-hal yang mengkhawatirkan dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n<p>&#8220;Status aktivitas Gunung Anak Krakatau memang di level tiga yaitu siaga. Meskipun secara visual tidak ada yang mengkhawatirkan tapi kami tetap berpegang atau berpedoman pada aturan jika gunung berapi berstatus level tiga yaitu siaga. Sebagaimana Peraturan Menteri ESDM No 15\/2011,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lanjut Suharyanto, ancaman erupsi bisa meluas tapi tidak mengancam pemukiman penduduk. Karena itu, dia meminta masyarakat agar menaati penetapan wilayah-wilayah yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Anak Krakatau. KRB 1 dengan radius 7 kilometer dari puncak gunung, KRB 2 dengan radius 5 kilometer dari puncak gunung dan KRB 3 dengan radius 2 kilometer.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>\u201cBagi masyarakat yang berada di wilayah KRB 1 agar meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar lembah singai yang berhulu di daerah puncak, sedangkan di KRB 2 diharapkan masyarakat menyiapkan diri untuk mengungsi dan menunggu perintah dari pemerintah daerah setempat sesuai rekomendasi Kementerian ESDM melalui Badan Geologi,\u201d kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Lebih lanjut dirinya menambahkan, khusus wilayah KRB 3 harus kosong dan tidak boleh ada aktivitas apapun pada wilayah tersebut. \u201cMasyarakat di wilayah KRB 3 tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dan mulai menyiapkan diri untuk mengungsi (jika ada penduduk),\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Tak lupa ia mengimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada. \u201cUpaya yang direkomendasikan kepada daerah saat ini agar melakukan langah langkah kesiapsiagaan dan pengecekan kesiapan jika suatu saat diperlukan aktivasi dari rencana kontijensi yang telah disiapkan, sedangkan bagi masyarakat, agar menyikapi dengan tetap hati-hati dan tetap waspada\u201d tegas Suharyanto<strong>.(maz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Asap 25 Meter Melampaui Tinggi Gunung Anak Krakatau &nbsp; PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dikabarkan melemah dan potensi tsunami di Selat Sunda menurun. Hal itu diungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD setelah melakukan pemantauan langsung dari udara bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Kepala PVMBG Hendra Gunawan, Kamis (28\/4). &#8220;Mulai hari ini kondisi menurun erupsi. Karena erupsi Gunung&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32743,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32742"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32747,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32742\/revisions\/32747"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}