{"id":32350,"date":"2022-03-22T22:45:51","date_gmt":"2022-03-22T15:45:51","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32350"},"modified":"2022-03-22T22:59:09","modified_gmt":"2022-03-22T15:59:09","slug":"prediksi-puncak-kemarau-juli-september-2022-suhu-udara-lebih-panas-saat-bulan-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=32350","title":{"rendered":"Prediksi Puncak Kemarau Juli-September 2022, Suhu Udara di Sumsel Lebih Panas saat Bulan Puasa"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Suhu udara di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi terasa lebih panas dari sebelumnya saat puasa di bulan Ramadan 1443 hijriah. Karena itu, masyarakat khususnya umat muslim yang menunaikan ibadah puasa diharapkan dapat menjaga keseimbangan air di dalam tubuh agar tidak terdampak dehidrasi.<\/p>\n<p>Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis mengatakan, musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada bulan Mei 2022. &#8220;Puncaknya pada Juli-September,&#8221; ungkap Wandayantolis kepada Simbur, Selasa (22\/3).<\/p>\n<p>Menurut Dayan, sapaan Wandayantolis, meski saat puasa belum memasuki kemarau, namun curah hujan mulai menurun. &#8220;Suhu udara akan menjadi lebih panas dari bulan-bulan sebelumnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dayan menambahkan, suhu panas perlu diantisipasi dengan menjaga keseimbangan air dalam tubuh. &#8220;Khususnya masyarakat yang sedang berpuasa agar berdampak dehidrasi,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Ditanya potensi hot spot atau titik api saat memasuki musim kemarau, Dayan menegaskan, kemunculan hot spot dapat menurunkan kualitas udara. &#8220;Saat memasuki kemarau biasanya hotspot sudah muncul yang berpotensi menurunkan kualitas udara,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Stasiun Klimatologi Palembang merilis, sebanyak 14 persen wilayah Sumsel akan memasuki awal musim kemarau pada pertengahan Mei 2022 yaitu pada Zona Musim 34. Kemudian, 57 persen lagi pada pertengahan bulan Juni yaitu Zona Musim 31, 32, 33 dan 37. Sekitar 29 persen lainnya akan memasuki awal musim kemarau 2022 pada bulan awal bulan Juli yaitu Zona Musim 35 dan 36.<\/p>\n<p>&#8220;Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel mengawali Musim Kemarau lebih awal dari rata-ratanya,\u00a0 57 persen sama dengan rata-ratanya dan 14 persen akan mengawali musim kemarau lebih lambat dari rata-rata klimatologisnya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p>Dayan menambahkan, sifat musim kemarau di Sumsel tahun ini, 57 persen bersifat normal dan 43 persen lainnya dengan sifat atas normal. &#8220;Puncak musim kemarau sendiri didominasi pada Juli sebanyak 57 persen. Sebanyak 29 persen wilayah Sumsel akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan September dan 14 persen lainnya akan mengalami Puncak Musim Kemarau pada bulan Juni,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Masih kata dia, awal musim dan sifat musim kemarau yang bormal baik bagi tanaman pangan. Meski demikian, perlu diperhatikan potensi hama tanaman yang dapat muncul atau merebak. &#8220;Potensi karhutla tetap perlu diwaspadai walaupun kondisi El Nino kecil terjadi,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, prakiraan musim kemarau 2022 untuk wilayah Sumsel disusun berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini dan potensinya hingga beberapa periode ke depan. Prakiraan musim ini dibuat dengan mengandalkan pemodelan iklim dinamis dan statistik dengan memerhatikan Normal Iklim terbaru.<strong>(maz)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Suhu udara di Provinsi Sumatera Selatan diprediksi terasa lebih panas dari sebelumnya saat puasa di bulan Ramadan 1443 hijriah. Karena itu, masyarakat khususnya umat muslim yang menunaikan ibadah puasa diharapkan dapat menjaga keseimbangan air di dalam tubuh agar tidak terdampak dehidrasi. Kepala Stasiun Klimatologi Palembang, Wandayantolis mengatakan, musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada bulan Mei 2022. &#8220;Puncaknya pada Juli-September,&#8221; ungkap Wandayantolis kepada Simbur, Selasa (22\/3). Menurut Dayan, sapaan Wandayantolis, meski saat puasa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":32351,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32350","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32350"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32358,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32350\/revisions\/32358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}