{"id":31437,"date":"2022-01-25T00:49:06","date_gmt":"2022-01-24T17:49:06","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=31437"},"modified":"2022-01-25T00:49:06","modified_gmt":"2022-01-24T17:49:06","slug":"tekan-impor-elpiji-hingga-kembangkan-energi-hijau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=31437","title":{"rendered":"Tekan Impor Elpiji hingga Kembangkan Energi Hijau"},"content":{"rendered":"<p># Kunjungan Kerja Presiden ke Sumatera Selatan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>MUARA ENIM, SIMBUR<\/strong> \u00a0&#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Tanjung Enim dan Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (24\/1). Presiden berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dan\u00a0 lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.20 WIB.<\/p>\n<p>Setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Presiden akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Muara Enim. Di sana Presiden melakukan <em>groundbreaking<\/em> proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) pertama di Indonesia.<\/p>\n<p><em>Groundbreaking<\/em> proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) pertama di Indonesia resmi dimulai kawasan industri Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim. <em>Groundbreaking<\/em> tersebut dilakukan langsung Presiden RI Joko Widodo, pada Senin (24\/1).<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) karena akan bisa menekan impor elpiji.\u00a0 &#8220;Impor elpiji itu besar banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun. Impornya Rp80-an triliun. Itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali,&#8221; ujar Presiden dalam sambutannya.<\/p>\n<p>Subsidinya, lanjut Presiden, antara Rp60 sampai Rp70 triliun.\u201cPertanyaan saya apakah ini mau kita teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw materialnya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME. Hampir mirip dengan elpiji,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Jokowi mengatakan, proyek hilirasi ini sendiri merupakan kerja sama antara PT Bukit Asam, PT Pertamina, dan investor asal Amerika Serikat, Air Products. Presiden meyakini, jika proyek ini telah berproduksi, maka berpotensi mengurangi subsidi APBN hingga kurang lebih Rp70 triliun.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau semua elpiji nanti distop dan semuanya pindah ke DME, duit yang besar sekali, Rp60-70 triliun itu akan bisa dikurangi subsidinya dari APBN. Ini yang terus kita kejar, selain bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena nggak impor. Kita bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan karena kita nggak impor,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Jokowi menyebut bahwa perintah untuk hilirisasi dan menghentikan impor ini sudah ia sampaikan sejak enam tahun yang lalu.\u00a0&#8220;Memang duduk di zona nyaman itu paling enak, sudah rutinitas terus impor, impor, impor, impor, nggak berpikir bahwa negara itu dirugikan. Rakyat dirugikan karena nggak terbuka lapangan pekerjaan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, Presiden menyebut bahwa proyek hilirasi batu bara menjadi DME ini akan membuka sekitar 11-12 ribu lapangan pekerjaan. Jika ada lima investasi yang serupa, lanjut Presiden, maka berpotensi menciptakan sekitar 70 ribu lapangan pekerjaan secara langsung.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada lima investasi seperti yang ada di hadapan kita ini 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta, itu yang langsung. Yang tidak langsung biasanya dua sampai tiga kali lipat,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, Presiden telah mengumpulkan jajarannya yang berkaitan untuk memastikan agar proyek hilirasi ini bisa selesai dalam jangka waktu 30 bulan. Presiden juga berharap bahwa proyek hilirasi serupa bisa dilakukan juga di tempat lain karena Indonesia memiliki deposit batu bara yang lebih dari cukup.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan ada mundur-mundur lagi. Kita harapkan nanti setelah di sini selesai, dimulai lagi di tempat lain. Karena ini hanya bisa menyuplai Sumsel dan sekitarnya, kurang lebih 6 jutaan KK. Karena kita memiliki deposit batu bara yang jauh dari cukup kalau hanya untuk urusan DME ini, sangat kecil,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Rafli Yandra mengatakan, proyek ini bernilai sebesar US$2,1 juta atau setara dengan Rp30 trilliun. Menurutnya, proyek ini akan mengubah 6 juta ton batu bara menjadi 1,4 juta ton DME setiap tahunnya.\u00a0&#8220;Kami berharap dengan dukungan Bapak Presiden beserta dengan kementerian dan lembaga yang terkait, pembangunan pabrik DME ini akan berjalan dengan lancar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)\u00a0 H. Herman Deru terus konsisten dan satu presepsi dengan jajaran PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina untuk segera merealisasikan proyek hilirisasi batu bara Coal to DME yang berada di Tanjung Enim\u00a0 Sumsel.<\/p>\n<p>Sebagai salah satu proyek strategis nasional, Dimethyl Ether (DME) ini menurutnya akan menjadi salah satu energi alternatif sebagai subsitusi untuk menekan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).\u00a0\u00a0 &#8220;Sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi batu bara yang besar, disini kami bersama yang lainnya akan satu presepsi tentunya untuk membuat proyek ini akan secepatnya bisa dirasakan masyarakat,&#8221; ungkap Herman Deru\u00a0.<\/p>\n<p>Herman Deru mengungkapkan, Tanjung Enim merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus oleh karena itu sebagai Kepala Daerah dirinya merasa bangga bahwa Sumsel bisa berkontribusi untuk proyek tersebut.\u00a0\u00a0 &#8220;Daerah Tanjung Enim ini juga salah satu kawasan ekonomi khusus, sebagai kepala daerah saya sangat senang proyek ini berjalan di sini.\u00a0 Artinya ada kontribusi Sumsel didalamnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurutnya, proyek tersebut sangat tepat dilakukan untuk bisa mengurangi impor elpiji yang ada di Indonesia.\u00a0\u00a0 &#8220;Hal ini memang sangat tepat untuk mengurangi ketergantungan impor gas elpiji, memang seharusnya ini cepat kita realisasikan sehingga nantinya masyarakat tidak akan lagi mengalami kelangkaan gas elpiji,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi\/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.\u00a0 Selain itu hadir juga Pangdam ll\/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol\u00a0 Drs Toni Harmanto MH, Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Local Patner Air Products Indonesia Duddy Christian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sapa\u00a0Pedagang Pasar di Tanjung Enim dan\u00a0Pagar Alam<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain melakukan <em>groundbreaking<\/em> proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), dalam kunkernya kali ini Presiden RI Joko Widodo juga menemui pedagang sekaligus meninjau Pasar Baru Tanjung Enim.\u00a0 Jokowi tiba di pasar Baru Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, sekitar pukul 11.10 wib. Kedatangan rombongan ini disambut antusias oleh warga yang sudah tak sabar menantikan kedatangan mereka sejak pagi.<\/p>\n<p>Tak hanya meninjau harga sejumlah kebutuhan pokok, dalam kesempatan itu Ia juga tampak berdialog dengan sejumlah pedagang kaki lima.\u00a0Selain pedagang sayur, Jokowi dan rombongan juga terlihat menemui dan menyapa para pedagang buah, pedagang daging dan pedagang gorengan yang ada di lokasi.<\/p>\n<p>Tak hanya berdialog dengan pedagang, dalam kesempatan itu Jokowi juga menyerahkan bantuan buku dan bantuan langsung tunai bagi para pedagang. Bantuan ini diberikan dalam sebagai tambahan modal usaha guna meringankan para pedagang yang terdampak pandemi Covid 19.<\/p>\n<p>Presiden selanjutnya lepas landas menuju Kota Pagaralam dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU. Setibanya di helipad Bandar Udara Atung Bungsu, Kota Pagaralam.\u00a0Presiden bangga Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah menerapkan pengembangan energi hijau pertama di Indonesia.\u00a0 Presiden juga mengapresiasi Kota Pagaralam sebagai kota Energi Hijau,\u00a0 Senin (24\/1) siang.\u00a0 Presiden Jokowi berkesempatan menyapa para pedagang di kawasan Pasar Dempo Kota Pagar Alam. Dalam tinjauannya di pasar rakyat terbesar di Kota Pagar Alam tersebut, Jokowi berkesempatan menyapa para pedagang dengan berjalan kaki.<\/p>\n<p>Kehadiran orang nomor di Indonesia tersebut disambut histeris antusias oleh warga dan\u00a0 kalangan yang berjualan dipasar tradisional tersebut. Sesekali Jokowi nampak berdialog dengan warga dan pedagang yang telah lama menunggu sejak dari pagi. Sebagai buah tangan Jokowi membagian bingkisan berupa kaos kepada warga.<\/p>\n<p>&#8220;Pak Jokowi, ke sini Pak Jokowi,&#8221;\u00a0 kata para pedagang dengan antusias menyapa presiden.<\/p>\n<p>Presiden mengakui bahwa dunia global semunya menuju Energi Baru Terbarukan (ETB) dimana semua negara juga telah mulai merencanakan untuk menuju energi hijau, baik itu energi matahari, hydropower, energi geothermal, energi arus laut, dan angin.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampikannya secara langsung saat Apresiasi Kota Pagaralam sebagai kota Energi Hijau oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bertempat di Lapangan Merdeka Kota Pagaralam,\u00a0 Senin (24\/1) siang.\u00a0 Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam hitungan yang belum final tercatat 418 MW yang dimiliki Indonesia. \u201cMulai dari\u00a0 tenaga air, panas bumi, arus bawah laut, panas permukaan bawah laut, angin, maupun tenaga surya semua kita miliki,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Presiden Jokowi memuji Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah berupaya menerapkan energi baru terbarukan. Menurutnya, akan sangat baik sekali apabila kota Pagaralam sudah memulai penggunan dari mikrohydro.\u00a0 \u201cSeratus persen\u00a0 bagus sekali, tinggal menindaklanjuti seterusnya ini akan menjadi kota zero emision yang pertama kalau ditindaklanjuti, dan Pagaralam akan menjadi kota yang pertama di Indonesia yang menggunakan energi hijau,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan untuk Menteri BUMN, agar mulai direncanakan energi baru terbarukan,\u00a0 dan Pemerintah Pusat\u00a0 akan membantu di tempat-tempat yang bisa dibantu.\u00a0 \u201cSelain keindahan alam, ditunjang brand baru energi hijaunya,\u00a0 seluruh tanah air akan melihat ke Kota Pagaralam. Hijau keindahan alam dan energinya, betapa yang namanya tanpa polusi betul-betul semua orang mendambakan menuju\u00a0 green city. Kotanya sangat hijau penggunaan semua bersumber pada energi baru terbarukan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru sebelumnya dalam laporannya menuturkan, Kota Pagar Alam merupakan kota yang supply energi listriknya berasal dari pemanfaatan tenaga air sebagai sumber energi untuk masyarakatnya, hal tersebut upaya\u00a0 bersama dari Kementerian BUMN, Kementerian Investasi, PLN, Pemprov Sumsel dan Pemerintah Kota.<\/p>\n<p>\u201cLetak dari pembangkit PLTA di daerah dua sisi Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat, suplai listriknya 18 MW\u00a0 100% menyuplay Kota\u00a0 Pagaralam ini, tidak tersisa semunya memakan energi terbarukan. Dari pencanangan hari ini Pemerintah Provinsi Sumsel mengharapkan kedepannya akan semakin banyak pemanfaatan dan penambahan energi yang berasal dari energi baru dan terbarukan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Beberapa contoh pemanfaatan sektor energi baru terbarukan di Sumatera Selatan lanjut\u00a0 Herman Deru secara rinci antara lain, Sumber Energi Surya sebesar kurang lebih 3,3 MW, baik itu berupa PLTS Terpusat, PLTS tersebar dan PLTS Rooftop. Kemudian Sumber Energi Air sebesar 18 MW, berupa PLTMH baik yang dibangun oleh Independent Power Producer (IPP) ataupun Pemerintah. Selanjutnya Sumber Energi Panas Bumi sebesar 55 MW yang berasal dari Pembangkit listrik tenaga panas bumi Lumut Balai di wilayah perbatasan Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten OKU Selatan dan 91,2 MW yang berasal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi Rantau Dedap di wilayah perbatasan Kabupaten Muaraenim, Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam.<\/p>\n<p>\u201cDengan beragamnya sumber energi alternatif yang berasal dari energy baru terbarukan ini maka Sumatera Selatan sangat optimis kedepannya dalam pencapaian persentase Bauran Energi dan pemenuhan kebutuhan energi yang menjadi hak bagi masyarakat\u00a0 Sumatera Selatan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Herman Deru menyebut, sangat membanggakan Kota Pagar Alam juga merupakan kota di dalam Wilayah Sumatera Selatan yang memiliki berbagai sumber energi baru terbarukan seperti Panas Bumi dan Tenaga air yang nanti kedepannya mampu untuk mensuplay kebutuhan energi untuk kelistrikan. <strong>(kbs\/red\/rel)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Kunjungan Kerja Presiden ke Sumatera Selatan &nbsp; &nbsp; MUARA ENIM, SIMBUR \u00a0&#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Tanjung Enim dan Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (24\/1). Presiden berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta dan\u00a0 lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.20 WIB. Setibanya di Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, Presiden akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":31438,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-31437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31439,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31437\/revisions\/31439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}