{"id":29890,"date":"2021-10-01T21:28:23","date_gmt":"2021-10-01T14:28:23","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29890"},"modified":"2021-10-01T21:38:20","modified_gmt":"2021-10-01T14:38:20","slug":"bencana-hidrometeorologi-ancam-pulau-sumatera-korban-tewas-bertambah-jadi-8-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29890","title":{"rendered":"Bencana Hidrometeorologi Ancam Pulau Sumatera, Korban Tewas akibat Tanah Longsor Bertambah Jadi 8 Orang"},"content":{"rendered":"<p><em>Banjir dan tanah longsor mengancam sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Bencana hidrometeorologi telah terjadi di Padang Pariaman dan Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Bukan hanya itu, angin kencang pun menerjang Aceh Barat. Bencana hidrometeorologi mulai terjadi sejak akhir September hingga awal Oktober.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> &#8211; Delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Rabu (29\/9), pukul 16.00 WIB di Kabupaten Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman melaporkan cuaca ekstrem mengakibatkan beberapa bencana hidrometeorologi di antaranya angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayahnya.<\/p>\n<p>Data sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kab. Padang Pariaman pada Kamis (30\/9), 7 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, 1 orang meninggal lainnya akibat tertimpa pohon yang tumbang. Terdapat 9 titik longsor dengan pusat longsor yang memakan korban berada di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Alung.<\/p>\n<p>&#8220;Tujuh orang meninggal dunia karena tertimbun longsor, 1 orang karena tertimpa pohon yang tumbang akibat angin kencang,&#8221; jelas Yuan, operator Pusdalops BPBD Kabupaten Padang Pariaman.<\/p>\n<p>Selain itu, 5 orang lainnya mengalami luka-luka, sememntara 280 kk terdampak banjir. Selanjutnya sebanyak 338 unit rumah warga terendam banjir yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi, 12 unit rumah rusak berat, 30 kendaraan bermotor rusak, lebih kurang 80 hektar lahan pertanian terendam. Dikabarkan tingga muka air saat kejadian berkisar antara 75-200 cm.<\/p>\n<p>BPBD juga melaporkan beberapa pohon tumbang menimpa badan jalan provinsi sehingga akses lalu lintas dari Bandara Internasional Minangkabau ke Pariaman dan sebaliknya sempat terganggu. Kondisi terkini jalan sudah bisa dilewati kembali.<\/p>\n<p>Terdapat 10 Kecamatan yang terdampak fenomena cuaca ekstrem tersebut yaitu Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2&#215;11 Kayu Tanam, Kecamatan Sintuak Loboh Gadang, Kecamatan Singai Limai, Kecamatan V Koto, Kecamatan VII Koto Patamuan, Kecamatan Anam Lingkuang, dan Kecamatan IV Koto Aua Malintang.<\/p>\n<p>Meskipun curah hujan saat ini sudah berkurang, BPBD bersama organisasi terkait setempat tetap waspada akan adanya potensi bencana susulan. &#8220;Kami terus melakukan monitoring perkembangan cuaca untuk mempersiapkan tindakan pencegahan atau penanggulangan apabila ada potensi bencana susulan,&#8221; tambah Yuan seraya menambahkan, pihaknya juga mengaku telah memperikan peringatan dini cuaca kepada masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Menurut prakiraan cuaca BMKG, Provinsi Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang selama tiga hari mulai dari Kamis (30\/9) hingga Sabtu (2\/10).<\/p>\n<p>BNPB terus mengimbau pemerintah daerah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK, mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi vegetasi pada daerah rawan longso. Selain itu, menjaga kebersihan daerah saluran air dan pemotongan bagian pohon yang mudah patah secara berkala, mempersiapkan lokasi evakuasi serta melakukan simulasi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.<\/p>\n<p><strong>Banjir Rendam 350 Rumah di Padang-Sumbar<\/strong><\/p>\n<p>Hujan sangat lebat mengakibatkan banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, pada Rabu (29\/9), pukul 14.00 WIB. Banjir masih menggenangi beberapa titik hingga Kamis petang lalu dengan tinggi muka air sekitar 30 cm.<\/p>\n<p>Merespons kejadian ini, BPBD Kota Padang telah melakukan koordinasi dengan berbagai unsur, seperti BPBD provinsi, Basarnas, TNI, Polri serta mitra terkait lainnya untuk upaya penanganan darurat. &#8220;Saat banjir terjadi, ketinggian muka air berkisar 50 \u2013 150 cm sehingga kesiapsiagaan dalam evakuasi warga dilakukan tim gabungan di lapangan. Sebanyak 418 warga telah dievakuasi ke tempat yang aman,&#8221; ujar Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (1\/10).<\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, lanjut Muhari, mencatat sejumlah kelurahan di delapan kecamatan terdampak banjir. Di antaranya<br \/>\nKelurahan Lubuk Buaya, Air Pacah, Batipuh Panjang, Dadok Tunggul Hitam dan Padang Sarai di Kecamatan Koto Tangah. Kelurahan Koto Baru Nan XX, Pengambiran dan Tanjung Aur Nan XX di Kecamatan Lubuk Begalung. Kelurahan Gantiang Parak Gadang, Sawahan, Batang Arau dan Jati di Kecamatan Padang Timur. Kelurahan Rawang dan Seberang Padang di Kecamatan Padang Selatan.<\/p>\n<p>Sedangkan wilayah terdampak di satu kelurahan teridentifikasi di Kelurahan Indarung di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kelurahan Gunung Sarik di Kuranji, Kelurahan Batang Arau di Padang Selatan, Kelurahan Tabiang Banda Gadang di Nanggalo. &#8220;Data sementara BPBD Kota Padang pada Kamis (30\/9) tercatat 350 unit rumah terendam dan dua titik jalan terdampak material longsor,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada hari ini, Jumat (1\/10) wilayah Sumatra Barat masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang. Namun untuk wilayah-wilayah yang saat ini terdampak memiliki cuaca cerah hingga berawan. Sedangkan pada esok hari, Sabtu (2\/10), wilayah Sumatra Barat secara umum ini masih berpeluang hujan.<\/p>\n<p>Pada analisis potensi gerakan tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan wilayah di Kota Padang yang berpotensi pada bahaya tersebut dengan kategori menengah hingga tinggi, seperti di Bungus Teluk Kabung, Koto Tengah, Lubuk Kilangan, Lubuk Selatan dan Pauh. Hanya ada satu wilayah dengan potensi bahaya tinggi gerakan tanah yaitu di Lubuk Begalung.<\/p>\n<p><strong>Sebanyak 1.501 Rumah Tergenang Air di Kaur-Bengkulu<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, telah menyebabkan sungai Bintuan meluap pada Rabu (29\/9). Akibatnya, terjadi bencana banjir dan tanah longsor.<\/p>\n<p>Muhari mengatakan terdapat tiga kecamatan dan dua desa di Kabupaten Kaur yaitu, desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, desa Banteng Harapan, Kecamatan Maje dan Kecamatan Kaur Selatan yang terendam banjir dan tanah longsor.<\/p>\n<p>&#8220;Banjir yang melanda Kecamatan Kaur selatan dan Maje telah menyebabkan 1.501 rumah terendam air dengan ketinggian 40 &#8211; 120 Cm, satu sawah rusak ringan dan 1 rumah semi permanen mengalami rusak berat,&#8221; ungkap Muhari.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut Muhari, ada 4 titik jalan menuju Kabupaten Kaur dan desa Babat harus mengalami rusak ringan akibat terendam air. &#8220;Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>BPBD Kabupaten Kaur bersama instansi terkait telah melakukan kaji cepat di daerah terdampak. BPBD Kabupaten Kaur juga membantu masyarakat dengan mendistribusikan logistik dan rehabilitasi mental serta rekonstruksi bangunan yang rusak. &#8220;Kondisi terkini Kabupaten Kaur, masyarakat masih membutuhkan obat-obatan, vitamin, makanan cepat saji dan peralatan kebersihan lingkungan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi BMKG berlaku 29 September 2021 pukul 07.00 wib sampai 30 September 2021 pukul 07.00, yang berpotensi dampak hujan lebat untuk dampak Banjir\/Bandang dapat terjadi di wilayah Prov. Bengkulu dengan status Waspada. BPBD Bengkulu meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kab\/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kab\/Kota dan masyarakat untuk waspada ancaman bencana hidrometeorologi.<\/p>\n<p>Selain itu pantauan Inarisk juga melaporkan jika Provinsi Bengkulu memiliki tingkat bahaya sedang hingga tinggi. BNPB terus menerus mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah di saat musim hujan berlangsung. Pemantauan bahaya dan risiko terhadap bahaya hidrometeorologi dapat dilakukan dengan mengakses aplikasi inaRISK maupun info BMKG. &#8220;Di sisi lain, warga diminta untuk waspada terhadap potensi gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan dan kondisi potensi yang sudah terjadi,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p><strong>Angin Kencang Terjang Aceh Barat<\/strong><\/p>\n<p>Bukan hanya banjir, hujan disertai angin kencang menyebabkan tiga rumah warga dan satu unit sekolah dasar di Gampong Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, rusak di bagian atap, Jumat (1\/10). Berdasarkan hasil kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, peristiwa tersebut berdampak kepada 11 jiwa dari 3 KK.<\/p>\n<p>Muhari mengatakan, tidak ada korban jiwa meninggal dunia atas kejadian tersebut. &#8220;Saat ini warga yang tertimpa musibah tersebut mulai memperbaiki dan membersihkan puing-puing bangunan,&#8221; ungkap Muhari.<\/p>\n<p>Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca yang menyebut bahwa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Aceh hingga Sabtu (2\/10). BMKG juga menetapkan Provinsi Aceh dalam status \u2018Waspada\u2019 untuk potensi dan dampak banjir bandang yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.<\/p>\n<p>Menanggapi adanya informasi dari BMKG tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi Aceh meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kabupaten\/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait di Kabupaten\/Kota dan masyarakat. &#8220;Melalui informasi tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan dan lebih meningkatkan kewaspadaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi,&#8221; tandasnya.<strong>(red)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banjir dan tanah longsor mengancam sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Bencana hidrometeorologi telah terjadi di Padang Pariaman dan Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Bukan hanya itu, angin kencang pun menerjang Aceh Barat. Bencana hidrometeorologi mulai terjadi sejak akhir September hingga awal Oktober. &nbsp; JAKARTA, SIMBUR &#8211; Delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak Rabu (29\/9), pukul 16.00 WIB di Kabupaten Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Badan Penanggulangan Bencana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-29890","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bencana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29890"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29898,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29890\/revisions\/29898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}