{"id":29802,"date":"2021-09-26T22:04:21","date_gmt":"2021-09-26T15:04:21","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29802"},"modified":"2021-09-26T22:04:21","modified_gmt":"2021-09-26T15:04:21","slug":"penghasilan-puluhan-juta-hingga-punya-rumah-mewah-di-pantai-indah-kapuk-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29802","title":{"rendered":"Penghasilan Puluhan Juta hingga Punya Rumah Mewah di Pantai Indah Kapuk Jakarta"},"content":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, SIMBUR &#8211; Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendadak viral lantaran video berdurasi 2 menit tersebar di dunia maya. Video yang direkam orang dewasa tersebut memviralkan tiga anak laki-laki berseragam sekolah dasar (SD) sedang menyeberangi sungai dengan styrofoam. Video itu diposting ulang jutaan kali oleh warga net bahkan mendapat komentar oleh politikus nasional dan mantan pejabat negara.<\/p>\n<p>Dibalik video viral tersebut, siapa sangka Desa Kuala Dua Belas dihuni oleh warga yang berpenghasilan puluhan juta bahkan ada yang memiliki rumah mewah di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta. Kisah itu diceritakan Jemi Camat Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Pria ini tahu betul kehidupan warga sekitar. Wajar saja dia sudah bertugas diwilayah pesisir timur OKI Sumatera ini sejak 18 tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cSaya diangkat tahun 1993 langsung ditempatkan di Pantai Timur ini sehingga tahu betul kehidupan masyarakatnya,\u201d ujarnya dihubungi Sabtu, (25\/9) malam.<\/p>\n<p>Desa Kuala Dua Belas memiliki luas 11.000 Ha dan dihuni oleh 450-an Kepala Keluarga. Jumlah penduduknya mencapai 1.076 orang. Penduduk desa tersebar di beberapa dusun sepanjang muara laut Selat Bangka itu. Penduduk terdiri dari beragam suku. Bugis, Jawa dan di dominasi penduduk lokal. \u201cMereka rukun berdampingan. Tidak pernah ada perselisihan meski beragam suku,\u201d terang Jemi.<\/p>\n<p>Mata pencaharian utama penduduk disini 40 persen berprofesi sebagai nelayan, 50 persen petambak udang windu dan sekitar 10 persen pembudidaya burung walet. \u201cSecara ekonomi mereka berkecukupan, meski hidup sederhana di desa,\u201d tukas Jemi.<\/p>\n<p>Diceritakan Jemi, kehidupan warga di desa ini sangat berdampingan dengan alam. Mereka melaut di Selat Bangka untuk mencari ikan duri atau disebut warga sekitar baung laut. Ikan tersebut disalai atau diasap sebelum dijual kepada pengepul yang datang ke desa. \u201cHarganya sekitar Rp45 ribu per kg itu sudah di salai (ikan asap),\u201d terang dia.<\/p>\n<p>Sementara hasil tambah udang windu mereka bawa ke Rawa Jitu di Lampung, ke Palembang, bahkan ke Muara Angke Jakarta. \u201cUdang Windu itu kalau di Palembang kelas reguler harganya sekitar Rp62 ribu per kg, kalau Black Tiger bisa mencapai Rp70 ribu per kg\u201d ujar Jemi.<\/p>\n<p>Untuk penghasilan dari budi daya walet, Warga menjual sarang burung tersebut di Palembang. Harganya puluhan juta rupiah per kilogram. \u201cSarang burung walet itu tau sendiri ya, harganya sekitar Rp8-10 juta perkilo. Jualnya di Jalan Veteran Palembang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Meski berpenghasilan puluhan juta, tambah Jemi masyarakat Kuala 12 hidup dengan sederhana. \u201cMemang harga sembako mahal di sini, karena belinya jauh di daratan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Untuk berbelanja terang jemi masyarakat setempat pergi ke Kalangan (pasar selang) di Sungai Lumpur, dan Tulung Selapan. \u201cKalau belanjanya banyak mereka ke Muara Angke,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sekolahkan Anak di Kota Besar<\/p>\n<p>Meski berada di pesisir dan jauh dari keramaian, warga Kuala 12 tidak ingin anak-anak mereka terbelakang dan tak mengenyam Pendidikan. Oleh karena itu mereka mengirim anak-anaknya untuk bersekolah dan kuliah di kota-kota besar seperti Palembang dan Jakarta.<\/p>\n<p>Untuk menyekolahkan anak ini mereka membeli atau menyewa rumah di kota-kota tersebut. \u201cKalau di Palembang sekitaran kampus di daerah Plaju, kalau di Jakarta sekitar Pantai Indah Kapuk. Ada juga di kota-kota lain seperti Bandung dan Yogyakarta,\u201d ujar Jemi.<\/p>\n<p>Video Viral Bikin Resah Warga<\/p>\n<p>Diutarakan Jemi warga Desa Kuala 12 dibuat resah oleh video yang viral di media sosial beberapa hari terakhir. Warga merasa terusik ketenangannya.<\/p>\n<p>Adapun perekam video tersebut bukan penduduk setempat. Dia adalah pendatang yang sedang cari nafkah di desa. \u201cTeknisi alat berat asalnya dari Lampung, bekerja lahan tambak milik warga. Dia belum tahu kebiasaan-kebiasaan warga. Anak-anak di sini sudah terbiasa dengan air. Mereka mampu menyeberangi sungai selebar 120 meter ini dengan berenang\u201d tutur Jemi.<\/p>\n<p>Dia berharap warga bisa menahan diri. Untuk itu Sabtu (24\/9) malam dia bersama Kapolsek, Danramil Tulung Selapan menginap di Desa Kuala Dua Belas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga mengimbau orang tua siswa tak lagi membiarkan anak-anak menyebrang sungai dengan styrofoam. Jemi berharap setelah kehebohan ini warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Menjalani hidup mereka yang mesra dengan alam. (red\/rel)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAYUAGUNG, SIMBUR &#8211; Desa Kuala Dua Belas Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendadak viral lantaran video berdurasi 2 menit tersebar di dunia maya. Video yang direkam orang dewasa tersebut memviralkan tiga anak laki-laki berseragam sekolah dasar (SD) sedang menyeberangi sungai dengan styrofoam. Video itu diposting ulang jutaan kali oleh warga net bahkan mendapat komentar oleh politikus nasional dan mantan pejabat negara. Dibalik video viral tersebut, siapa sangka Desa Kuala Dua Belas dihuni&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-29802","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-oki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29804,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29802\/revisions\/29804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}