{"id":29606,"date":"2021-09-13T21:52:42","date_gmt":"2021-09-13T14:52:42","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29606"},"modified":"2021-09-13T22:22:30","modified_gmt":"2021-09-13T15:22:30","slug":"rugikan-negara-rp39-miliar-divonis-1-tahun-6-bulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29606","title":{"rendered":"Para Terdakwa Korupsi Jalan Cor Beton Divonis 1 Tahun 6 Bulan"},"content":{"rendered":"<p># Putusan Sidang Dugaan Korupsi Jalan Cor Beton di Pelabuhan Dalam<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211;&nbsp;Majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH membacakan amar putusan&nbsp;terdakwa Fauzi ST MSi (57) pensiunan ASN&nbsp;warga Jalan Kancil Raya, Demang Lebar Daun, Palembang dan terdakwa&nbsp;Sandra Nugraha SE alias Caca (32) kontraktor, warga Tulung Selapan, OKI. Dalam perkara korupsi jalan cor beton di Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir, merugikan negara Rp 3,9 miliar, pada Selasa (13\/9) sekitar pukul 14.00 WIB, di Pengadilan Negeri Tipikor kelas IA Palembang.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.<\/p>\n<p>&#8220;Kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah, maka menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Fauzi dan Sandra Nugaraha, dengan kurungan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, denda Rp 100 juta subsider 3 bulan,&#8221; tukas majelis hakim.<\/p>\n<p>Ada pun vonis majelis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut&nbsp; umum Kejati Sumsel ini Iskandarsyah Alam SH MH, selama 1 tahun 6 bulan denda 100 juta subsider 3 bulan terhadap kedua terdakwa.<\/p>\n<p>Diwartakan Simbur sebelumnya,&nbsp; dugaan korupsi peningkatan jalan atau proyek cor beton di Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir, memasuki persidangan dengan agenda dakwaan. Persidangan diketuai majelis hakim Abu Hanifah SH MH, di Pengadilan Negeri kelas IA Palembang, Senin (21\/6\/21) sekitar pukul 13.00 WIB.<\/p>\n<p>Tim JPU dari Kejari Ogan Ilir membacakan dakwaan yang disaksikan tim kuasa hukum terdakwa yakni Firli Darta SH, dengan terdakwa Fauzi ST MSi (57) pensiunan ASN&nbsp;warga Jalan Kancil Raya, Demang Lebar Daun, Palembang dan terdakwa&nbsp;Sandra Nugraha SE alias Caca (32) kontraktor, warga Tulung Selapan, OKI dihadirkan secara virtual.<\/p>\n<p>Dalam pembacaan dakwaan JPU diketuai Iskandarsyah Alam SH MH membeberkan terdakwa Fauzi dan Sandra telah ditahan sejak bulan Maret 2021. Dimana kedua terdakwa sejak Januari -Desember 2017 terlibat pengerjaan proyek di dinas pekerjaan umum dan penataan ruang atau Dinas PUPR Ogan Ilir.<\/p>\n<p>&#8220;Proyek ini merugikan negara Rp 3,9 miliar lebih pada tahun anggaran 2017 di Dinas PUPR OI dengan anggaran&nbsp;Rp 19 miliar dari APBD tahun 2017, ditunjuk terdakwa diketahui&nbsp; ED untuk pelelangan peningkatan jalan ruas di Pelabuhan Dalam,&#8221; jelas JPU.<\/p>\n<p>Pelelangan proyek ini diikuti 5 perusahaan diantaranya&nbsp;PT Geovani Sukses Abadi dengan penawaran proyek Rp 18 miliar lebih, lalu PT PPA dengan penawaran Rp 18 miliar, PT ES, dan PT GN dengan penawaran anggaran Rp 18 miliar lebih.&nbsp; &#8220;Dari hasil pelelangan, ditetap pemenang lelang PT Geovani Sukses Abadi melalui website harga penawaran Rp18,6 miliar. Dengan terdakwa terhitung pengerjaan proyek selama 150 hari, baik penimbunan, cor beton, aspal, baja tulang dal lain-lain&#8221; terang JPU. <strong>(nrd)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Putusan Sidang Dugaan Korupsi Jalan Cor Beton di Pelabuhan Dalam PALEMBANG, SIMBUR &#8211;&nbsp;Majelis hakim diketuai Abu Hanifah SH MH membacakan amar putusan&nbsp;terdakwa Fauzi ST MSi (57) pensiunan ASN&nbsp;warga Jalan Kancil Raya, Demang Lebar Daun, Palembang dan terdakwa&nbsp;Sandra Nugraha SE alias Caca (32) kontraktor, warga Tulung Selapan, OKI. Dalam perkara korupsi jalan cor beton di Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir, merugikan negara Rp 3,9 miliar, pada Selasa (13\/9) sekitar pukul 14.00 WIB, di Pengadilan Negeri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29607,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-29606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kasus-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29606"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29619,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29606\/revisions\/29619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}