{"id":29129,"date":"2021-08-05T22:13:08","date_gmt":"2021-08-05T15:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29129"},"modified":"2021-08-05T22:13:14","modified_gmt":"2021-08-05T15:13:14","slug":"garap-lima-saksi-penyelidikan-jalan-terus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=29129","title":{"rendered":"Garap Lima Saksi, Penyelidikan Jalan Terus"},"content":{"rendered":"<p># Diperiksa Tim Mabes Polri, Kapolda Sumsel Minta Maaf<\/p>\n<p># Kegaduhan akibat Donasi Bodong Rp2 Triliun<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> \u2013 Hasil penyelidikan pihak Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel menegaskan, rekening bilyet giro atas nama Herianti tidak mencukupi. Otomastis pencairan dana bantuan Covid-19 dari keluarga Akidi Tio senilai Rp 2 triliun batal karena uangnya tidak ada.<\/p>\n<p>Heboh donasi bodong Rp2 triliun terus pun bergulir. Tidak hanya Herianti yang terus diselidiki untuk menelusuri dana tersimpan di bilyet giro di salah satu bank. Tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri Irjen Pol Agung Wicaksono pun melakukan penyelidikan ke Polda Sumsel.<\/p>\n<p>Ketua Tim Wasriksus Itwasum Polri Irjen Agung Wicaksono tiba Kamis (5\/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Tim Mabes Polri itu disambut langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM, bersama Tim Wasriksus Brigjen Pol Drs Hotman Simatupang, Kombes Pol Agus Syaiful dan Kombes Pol Heri P.\u00a0 Tim Itwasum selanjutnya mereka melakukan audit investisigasi sekitar pukul 15.30 WIB, di ruang Promoter Polda Sumsel.<\/p>\n<p>Pantauan Simbur, hingga pukul 17.37 belum juga ada pernyataan resmi terkait hal ini.\u00a0 Setelah ditunggu selama 3,5 jam oleh awak media, sekitar pukul 18.30 WIB Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM akhirnya buka mulut. Meki demikian, perihal tim Wasriksus Itwasum Mabes Polri melakukan penyelidikan, Kabid Humas enggan mengomentari. &#8220;Wah kalau itu no komen,&#8221; ujar Kombes Pol Supriadi singkat.<\/p>\n<p>Menurut Kabid Humas, hari ini progres pemeriksaan untuk Herianti, dilakukan pemeriksaan psikologi. Dari psikologi Polda Sumsel. \u201cHasilnya belum keluar karena masih menunggu. Kami juga meminta bantuan psikologi dari Jakarta. Terkait untuk tambahan pemeriksaan,&#8221; ungkap Kabid Humas.<\/p>\n<p>Kabid Humas menambahkan, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab yang bersangkutan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. \u201cKami belum berani karena terkait masih pandemi Covid-19. Kalau bisa kami lakukan klarifikasi, ya tinggal dilanjutkan,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Mengenai pemeriksaan lanjutan dari Bank BI dan PPATK, belum ada. Sebab, lanjut Kabid Humas, Polda Sumsel baru memasukkan surat dan belum ada balasan.\u00a0 &#8220;Untuk saksi kemarin lima orang diperiksa, ada satu tambahan lagi. Itu orang yang ikut menyerahkan, kapasitasnya saksi yang mengetahui saat penyerahan bantuan kemarin. Baik Herianti dengan lima orang lagi statusnya masih saksi,&#8221; cetusnya kepada Simbur.<\/p>\n<p>Ditanya pemberiaan maaf Kapolda Sumsel kepada Herianti, lanjut Kabid Humas, itukan secara pribadi beliau. \u201cUntuk masalah (bantuan Rp2 triliun) tetap kami gali. Kami mengedepankan praduga tak bersalah. Kami juga belum tahu. Hasil atau ending penyelidikan ini seperti, apa belum tahu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Soal <em>styrofoam<\/em> penyerahan berupa papan bertuliskan bantuan Rp2 Triliun dari Akidi Tio, Kabid Humas berkilah, ia tidak tahu, disaksikan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Inda Heri MM, Kadinkes Sumsel Dra Lesty Nuraini dan Gubernur Sumsel Herman Deru SH.\u00a0 &#8220;Itukan yang meriksa Dirreskrimum, kemudian saat penyerahan bantuan, saya tidak ikut,&#8221; tukas Kabid Humas.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol, Prof Eko Indra Heri menyampaikan pernyataan resmi berupa permohonan maaf terkait Sumbangan Dana Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio. Permohonan maaf Kapolda disampaikannya pada Kamis (5\/8) pagi sekitar pukul 10.30 wib di Ruang Promoter Lantai III\u00a0 Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman Km 3,5 Palembang.<\/p>\n<p>&#8220;Terkait permasalahan dana Rp2 triliun dari mendiang Akidi Tio pada hari ini saya secara pribadi maupun Kapolda memohon maaf. Kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya kepada Kapolri, Mabes Polri dan Polri seluruh Indonesia dan juga kepada masyarakat Sumatera Selatan, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Sumatera Selatan khusus kepada forkorfopimda, Gubernur, Pangdam, Danrem. Yang tentu juga ikut terlibat atau dilibatkan dalam hal ini. Kekacauan yang terjadi karena akibat kelemahan saya sebagai individu sebagai manusia biasa tentu saya memohon maaf,&#8221; ujar Kapolda.<\/p>\n<p>Menurut Kapolda, kegaduhan ini akibat ketidakhati-hatiannya sebagai individu dalam menerima informasi terkait sumbangan yang akan diberikan keluarga Akidi Tio melalui Kadinkes Sumsel Drs Lesty yang disampaikan Dr Hardi Darmawan. &#8220;Ini terjadi karena ketidakhati-hatian saya selaku individu ketika mendapat informasi dari Kadinkes yang menghubungi saya. Karena ada sumbangan dari keluarga Akidi Tio yang disampaikan melalui Prof dr Hardi Darmawan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kapolda menjelaskan, dirinya bersedia. Mengingat dalam hal yang sama menangani Covid sehingga datang ke sana dan menjelaskan sumbangan yang diberikan kepadanya. &#8220;Saya tanyakan maksud dan tujuannya hanya untuk masyarakat Sumsel yang terdampak covid dan untuk kesehatan. Saat saya tanya kembali, ini untuk saya atau Kapolda Sumsel? Tapi saya selaku pribadi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Kapolda mengaku mengenal Akidi khususnya almarhum serta anak menantunya Juan dan Ahok saat bertugas di Aceh Timur, tapi untuk Herianti tidak kenal. Selama bertemu dengan Kadinkes, Heryanti tidak ketemu dengan Kapolda. Hanya Prof Hardi, perihal sumbangan dari keluarga Akidi Tio sebanyak Rp2 triliun dalam bentuk cek diberikan Senin. &#8220;Saya bilang ini harus disampaikan transparan di hadapan Gubernur dan Danrem, serta tokoh masyarakat, dalam acara penyerahan inilah bentuk transparansi,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Kapolda mengatakan dirinya sudah mengecek ada tidak dananya. Tapi katanya, dana ada sedang diurus insya Allah senin. &#8220;Sampai sekarang memang masih diproses dan diurus dan dananya memang belum ada,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Terlepas ada tidaknya dana itu nanti, dengan kondisi saat ini Kapolda sudah memaafkan kepada keluarga Akidi. &#8220;Termasuk mereka yang menghujat dan mencaci maki dan lainnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan- rekan yang empati atas kejadian ini. Saya sudah memaafkan semua dan berterima kasih walaupun dana ini ada atau tidak,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kapolda berharap kepada semua pihak, hilangkan kegaduh- gaduhan ini. Dia mengajak konsentrasi untuk penanggulangan Covid-19 di Sumsel.\u00a0 &#8220;Masyarakat masih membutuhkan perhatian dan dukungan bersama dalam menangani masalah covid. Hindari komit- komit, kembali konsentrasi. Harus memilih mau jadi pejuang atau mau jadi pecundang. Masyarakat membutuhkan dalam menanggulangi Covid-19,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kapolda juga berpesan kepada donatur, yang masih ingin memberikan bantuan atau sumbangan apa pun bentuknya kepada masyarakat jangan mundur jangan ragu atas kejadian ini. &#8220;Sekali lagi saya minta maaf atas kegaduhan ini. Saya pribadi dan Kapolda. Semoga dengan pengalaman yang luar biasa pribadi ini saya mohon maaf, kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. Tetap kobarkan kebaikan ayo sama-sama menanggulangi Covid-19,&#8221; tandasnya. <strong>(nrd\/red)\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Diperiksa Tim Mabes Polri, Kapolda Sumsel Minta Maaf # Kegaduhan akibat Donasi Bodong Rp2 Triliun PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Hasil penyelidikan pihak Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel menegaskan, rekening bilyet giro atas nama Herianti tidak mencukupi. Otomastis pencairan dana bantuan Covid-19 dari keluarga Akidi Tio senilai Rp 2 triliun batal karena uangnya tidak ada. Heboh donasi bodong Rp2 triliun terus pun bergulir. Tidak hanya Herianti yang terus diselidiki untuk menelusuri dana tersimpan di bilyet giro&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29130,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-29129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-headline"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29129"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29131,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29129\/revisions\/29131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}