{"id":27857,"date":"2021-05-26T19:26:48","date_gmt":"2021-05-26T12:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=27857"},"modified":"2021-05-26T19:38:10","modified_gmt":"2021-05-26T12:38:10","slug":"gerhana-bulan-total-tidak-berdampak-banjir-di-pesisir-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=27857","title":{"rendered":"Gerhana Bulan Total Tidak Berdampak Banjir di Pesisir Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood Moon yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan bencana. Terutama banjir rob di kawasan pesisir Sumatera Selatan. Hal itu dipastikan Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan. &#8220;Di Sumsel (GBT) bisa teramati kalau cuacanya bagus. Untuk potensi (banjir) rob di Sumsel tidak ada,&#8221; ujar Desindra, dikonfirmasi Simbur, Rabu (26\/5).<\/p>\n<p>Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Pusat, Guswanto MSi mengabarkan, adanya fenomena GBT ini dapat berpengaruh terhadap kondisi pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir (rob) di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Daerah yang terdampak di antaranya Sumatera Utara, Batam, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Maluku.<\/p>\n<p>&#8220;Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah yang secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,&#8221; ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima redaksi.<\/p>\n<p>Demikian diungkap Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono. Menurutnya, GBT ini dapat disaksikan jika kondisi cuaca cerah-berawan dan aman disaksikan oleh masyarakat dengan mata telanjang. Tanpa harus menggunakan kacamata khusus gerhana.<\/p>\n<p>Pada puncak gerhananya, di sebagian besar wilayah Indonesia posisi bulan dekat dengan horizon di bagian Timur sehingga memungkinkan pengamat untuk dapat mengabadikan kejadian gerhana ini dengan latar depan bangunan yang bersejarah atau ikonis. &#8220;Masyarakat yang berada di pesisir atau pinggir laut (pantai) perlu mewaspadai terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari pasang normalnya,&#8221; urainya.<\/p>\n<p>Diketahui, Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 dikenal juga dengan Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee (bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi). Fase-fase (proses) meluputi Fase (P1) atau Awal Gerhana Bulan mulai terjadi pukul 15.46.12 WIB , 16.46.12 WITA , 17.46.12 WIT. Fase ini GBT melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.<\/p>\n<p>Selajutnya, Fase (U1) atau Sebagian mulai terjadi pukul 16.44.38 WIB , 17.44.38 WITA ,18.44.38 3 WIT. Melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian Timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.<\/p>\n<p>Fase (U2) atau Gerhana Bulan Total mulai masuk terjadi pukul 18.09.21 WIB , 19.09.21 WITA , 20.09.21 WIT. Melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul 18.18.43 WIB , 19.18.43 WITA , 20.18.43 WIT. Dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.<\/p>\n<p>Fase (U3) atau Gerhana Bulan Total berakhir terjadi pukul 18.28.05 WIB , 19.28.05 WITA , 20.28.05 WIT. Melintas membelah Sumatera Utara, sehingga pengamat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali sebagian Sumatera Utara dan Aceh, dapat menyaksikan fenomena ini. Fase (U4) atau Gerhana Bulan Sebagian berakhir pukul 19.52.48 WIB , 20.52.48 WITA , 21.52.48 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Fase (P4) Gerhana Bulan berakhir pukul 20.51.14 WIB , 21.51.14 WITA , 22.51.14 WIT dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Seluruh proses gerhana, sejak fase awal (P1) hingga fase akhir (P4) berlangsung selama 5 jam 5 menit dan 2 detik. Sedangkan proses gerhana totalnya, sejak awal fase total (U2), puncak total hingga akhir fase total (U3) berlangsung selama 18 menit 44 detik,&#8221; tandasnya.(kbs\/red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood Moon yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan bencana. Terutama banjir rob di kawasan pesisir Sumatera Selatan. Hal itu dipastikan Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan. &#8220;Di Sumsel (GBT) bisa teramati kalau cuacanya bagus. Untuk potensi (banjir) rob di Sumsel tidak ada,&#8221; ujar Desindra, dikonfirmasi Simbur, Rabu (26\/5). Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Pusat, Guswanto MSi mengabarkan, adanya fenomena GBT ini dapat berpengaruh terhadap&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-27857","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-iptek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27857"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27861,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27857\/revisions\/27861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}