{"id":26649,"date":"2021-04-04T16:26:32","date_gmt":"2021-04-04T09:26:32","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26649"},"modified":"2021-04-04T16:26:38","modified_gmt":"2021-04-04T09:26:38","slug":"pengaruh-tidak-langsung-sumsel-jauh-dari-posisi-siklon-tropis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26649","title":{"rendered":"Pengaruh Tidak Langsung, Sumsel Jauh dari Posisi Siklon Tropis"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Bibit siklon tropis (TC) atau angin puyuh tidak begitu berpengaruh bagi masyarakat Sumatera Selatan yang bermukim di wilayah perairan. Hal itu dikarenakan masa berlangsung siklon tropis diperkirakan tidak begitu lama, sekitar 3-16 hari.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk bibit siklon tropis \/TC memang ada indikasi menguat. Walaupun nanti menjadi siklon\/TC. Masa hidupnya hanya sekitar 3 &#8211; 16 hari,&#8221; ungkap Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan, dikonfirmasi Simbur, Sabtu (3\/4).<\/p>\n<p>Untuk pengaruhnya, lanjut Desindra, juga tidak secara langsung. Itu karena jarak Sumsel yang jauh dengan posisi siklon tersebut, yakni di Barat Laut Australia. &#8220;Sumsel biasanya ada pengaruh kalau terbentuk konvergensi yang menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif seperti awan cumulus nimbus (CB),&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Desindra mengatakan, bibit siklon tropis yang terjadi sekarang juga tidak berdampak bagi masyarakat yang menggunakan sarana transportasi air saat arus mudik dan arus balik Lebaran. &#8220;Jadi untuk arus mudik dan arus balik, bibit siklon ini tidak berpengaruh. Kecuali menjelang arus mudik dan arus balik muncul siklon lagi,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya adanya dua bibit siklon tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan Bibit Siklon Tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menerangkan, intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia. Kendati diprakirakan menjauhi wilayah Indonesia, secara tidak langsung keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatkan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah di Tanah Air.<\/p>\n<p>&#8220;Keberadaan bibit siklon tersebut dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatkan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia,&#8221; ungkap Guswanto.<\/p>\n<p>Fenomena alam tersebut, lanjut dia, diperkirakan menimbulkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan. Selanjutnya, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Kemudian, Kalimantan Utara Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.<\/p>\n<p>Sementara, untuk potensi hujan sangat lebat, BMKG memprakirakan hal itu dapat terjadi di wilayah meliputi Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Untuk potensi angin kencang, wilayah yang diprediksi akan mengalaminya meliputi Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan<strong>.(red)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Bibit siklon tropis (TC) atau angin puyuh tidak begitu berpengaruh bagi masyarakat Sumatera Selatan yang bermukim di wilayah perairan. Hal itu dikarenakan masa berlangsung siklon tropis diperkirakan tidak begitu lama, sekitar 3-16 hari. &#8220;Untuk bibit siklon tropis \/TC memang ada indikasi menguat. Walaupun nanti menjadi siklon\/TC. Masa hidupnya hanya sekitar 3 &#8211; 16 hari,&#8221; ungkap Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan, dikonfirmasi Simbur, Sabtu (3\/4). Untuk pengaruhnya, lanjut Desindra,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-26649","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-lokal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26649"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26650,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26649\/revisions\/26650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}