{"id":26594,"date":"2021-04-02T17:43:50","date_gmt":"2021-04-02T10:43:50","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26594"},"modified":"2021-04-02T17:43:50","modified_gmt":"2021-04-02T10:43:50","slug":"varian-e848k-lebih-cepat-menular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26594","title":{"rendered":"Varian E848K Lebih Cepat Menular"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, SIMBUR<\/strong> \u00a0&#8211; Kemunculan varian baru Covid-19 yang dinamakan varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Hal itu diungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Menurut Wiku, mutasi E484K yang terjadi pada protein spike, yakni mutasi yang sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brasil.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan sebagai upaya mencegah penularan,&#8221; ungkap Wiku saat menyampaikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1\/4).<\/p>\n<p>Dijelaskan Wiku, pemerintah juga terus meningkatkan surveilans Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Di samping, mempertahankan proses skrining pada saat warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk dari luar negeri masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p>Masih kata Wiku, pemerintah terus memastikan ketersediaan reagen demi tercapainya angka testing sesuai standar dunia. Dalam memaksimalkan ketersediaannya, pemerintah berusaha menggunakan reagen baik hasil produksi dalam negeri dan dari produksi luar negeri.<\/p>\n<p>Dari data per Maret 2021, stok Reagen yang terdata di Satgas Penanganan Covid-19 yaitu melebihi 800 ribu. Jumlah yang terdata di Satgas ini diluar pendataan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan yang tersebar di berbagai daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah terus memastikan ketersediaan stok terpenuhi. Serta distribusi reagennya yang merata demi tercapainya angka testing Covid-19 yang sesuai standar dunia dan tepat sasaran,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>Laju Penularan Menurun<\/strong><\/p>\n<p>Perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19 per 1 April 2021 terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 6.142 kasus dengan jumlah kasus aktif ada 121.222 kasus atau persentasenya 8,0% dibandingkan rata-rata dunia 17,2%. Jumlah kesembuhan sebanyak 1.355.578 kasus atau 89,3% dibandingkan rata-rata dunia 80,7%. Pada kasus meninggal sebanyak 41.054 kasus atau 2,7% dibandingkan rata-rata dunia 2,2%.<\/p>\n<p>Wiku memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 sepanjang Januari hingga Maret 2021. Melihat perkembangan penanganan terkini, penambahan kasus positif harian terus menurun. Dan penurunan ini ditegaskannya bukan karena angka testing Covid-19 yang menurun, malahan Indonesia telah menyentuh standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni sebesar 1:1000 orang per minggu atau 276 ribu orang per minggu.<\/p>\n<p>&#8220;Terkait itu, dengan angka testing yang cukup baik akhir-akhir ini, jumlah kasus yang terdeteksi positif nyatanya menurun. Artinya, penularan Covid-19 yang saat ini cukup rendah, disebabkan menurunnya laju penularan dan bukan karena upaya penjaringan kasusnya (testing) yang rendah,&#8221; ungkap Wiku.<\/p>\n<p>Lebih rinci ia menunjukkan grafik perkembangan jumlah orang yang diperiksa (testing), jumlah kasus positif dan positivity rate mingguan dalam periode tersebut. Melihat grafiknya, Indonesia setiap minggunya berusaha konsisten meningkatkan jumlah testing Covid-19. Meski diakui untuk intensitasnya sempat mengendur pada minggu pertama Februari. Namun pemerintah secara konsisten terus berusaha meningkatkan angka testing setiap minggunya.<\/p>\n<p>Melihat perkembangan angka testing di Indonesia, angka testing nasional telah menyentuh angka ideal standar global yang ditetapkan WHO, yakni pada minggu kedua Maret hingga saat ini. Pencapaian ini diraih dengan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan, dengan tidak membiarkan adanya penurunan angka testing setiap minggunya.<\/p>\n<p>Wiku mengingatkan, perkembangan di Indonesia ini menjadi kabar baik. Karena di tengah badai peningkatan kasus yang terjadi di dunia, Indonesia malah mampu bertahan selama 2 bulan terakhir dengan jumlah kasus yang tidak meningkat.\u00a0\u00a0 Meski demikian Indonesia dalam waktu dekat akan mengahadapi 2 tantangan, yakni libur Paskah dan Idulfitri. Satu-satunya cara untuk\u00a0menjawab tantangan ini bagi masyarakat dengan tidak bepergian dan berkumpul, meskipun berkumpul adalah tradisi bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Ingat, untuk dapat mencapai titik ini tidak sedikit nyawa berguguran, waktu yang termakan serta harta yang dihabiskan. Mari jaga hasil kerja keras ini dengan tidak terlena, malah sebaliknya menguatkan tekad kita bersama untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M maupun menjalankan 3T dan vaksinasi semaksimal mungkin,&#8221; pesan Wiku.<\/p>\n<p><strong>Bentuk 7.664 Posko di 15 Provinsi <\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, sebanyak 15 provinsi yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) telah melaporkan pembentukan Pos Komando (Posko). Per 28 Maret, sudah terdapat 7.664 posko terbentuk, yang meliputi 193.550 RT, dan mencakup 12.619.259 kepala keluarga (KK).<\/p>\n<p>Terbentuknya posko paling banyak berada di Jawa Tengah sebanyak 2.665 posko dengan total melebihi 4 juta KK tercakup dalam pemantauan. Disusul Jawa Timur sebanyak 2.249 posko dengan lebih dari 3 juta KK dalam pemantauan. Selain itu, kemajuan pembentukan posko juga terlihat pada 5 provinsi yang baru melaksanakan PPKM Mikro, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).\u00a0 &#8220;Pencapaian ini tentunya patut kita apresiasi. Mengingat semakin banyaknya posko, maka semakin banyak masyarakat yang terjaga dan terlindungi,&#8221; ujar Wiku.<\/p>\n<p>Dari data perkembangan pada provinsi-provinsi yang baru melaksanakan PPKM Mikro, kemajuan paling signifikan terlihat di NTB. Dimana hanya dalam waktu 1 minggu, telah terbentuk 68 posko yang memantau lebih dari 100 ribu kepala keluarga. Selain NTB, beberapa provinsi lain juga telah menunjukkan kemajuan dalam pembentukan posko.<\/p>\n<p>Kondisi ini adalah perkembangan yang baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di berbagai daerah. Karenanya bagi daerah yang sudah memasuki minggu ke-8 PPKM Mikro, agar terus meningkatkan performa dan penanganan di wilayahnya masing-masing.<\/p>\n<p>Dengan semangat bersama melindungi satu sama lain melalui posko, mencerminkan sikap patriot bangsa Indonesia. Semua daerah diminta jangan lengah, karena perkembangan penanganan Covid-19 yang saat ini menunjukkan tren perbaikan merupakan buah jerih payah koordinasi seluruh unsur pemerintah bersama masyarakat hingga ke tingkat terkecil.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi wilayah yang baru melaksanakan PPKM Mikro dalam 1 minggu terakhir, tetap semangat dan tingkatkan progres penanganan di wilayah masing-masing agar pengendalian Covid-19 dapat semakin baik ke depannya,&#8221; pesan Wiku.<\/p>\n<p><strong>Optimistis Membawa Dampak Positif<\/strong><\/p>\n<p>Laju penularan virus Covid-19 di tingkatan Rukun Tetangga (RT) terus menunjukkan perbaikan. Hal ini ditandai dengan jumlah zona hijau yang semakin meningkat dan persentasenya mencapai 97%. Dan pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) yang melakukan penanganan Covid-19 di tingkatan terkecil. &#8220;Terkait tren perkembangan zonasi risiko tingkat RT, per tanggal 28 Maret 2021, menunjukkan bahwa zona hijau masih mendominasi,&#8221; ungkap Wiku.<\/p>\n<p>Rincian pada zona risiko hijau tersebut, yakni sebanyak 20.291 dari 20.951 RT dengan persentasenya sebesar 97% dari total RT yang melapor. Disusul zona risiko kuning yaitu 582 RT dan zona risiko oranye 43 RT. Namun, patut menjadi perhatian ialah pada zona merah karena mengalami kenaikan. Sebelumnya terdapat 8 dari 18.909 RT, menjadi 33 dari 20,951 RT.<\/p>\n<p>Meski demikian, dominasi zona hijau ini merupakan pencapaian yang baik sebagai hasil penerapan intervensi kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Bahkan saat ini, banyak provinsi yang aktif melaporkan perkembangan zonasi risiko tingkatan RT.<\/p>\n<p>Banten menjadi provinsi dengan kelurahan terbanyak melaporkan perkembangan zonasi risiko tingkat Rukun Tetangga (RT) yakni sebanyak 430 kelurahan dalam periode 22 &#8211; 28 Maret 2021 atau minggu terakhir. Disusul Jawa Tengah dengan 204 kelurahan, dan DI Yogyakarta dengan 166 kelurahan. &#8220;Saya optimis, apabila pelaksanaan PPKM Mikro diperluas hingga provinsi-provinsi yang belum melaksanakan, maka kita akan menyaksikan lebih banyak perkembangan positif kedepannya. Dengan perbaikan di provinsi, maka penanganan Covid-19 di tingkat nasional akan semakin baik,&#8221; tandasnya.<strong>(kbs\/red)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR \u00a0&#8211; Kemunculan varian baru Covid-19 yang dinamakan varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Hal itu diungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Menurut Wiku, mutasi E484K yang terjadi pada protein spike, yakni mutasi yang sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brasil. &#8220;Berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan sebagai upaya mencegah penularan,&#8221;&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-26594","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26596,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26594\/revisions\/26596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}