{"id":26064,"date":"2021-03-19T18:12:21","date_gmt":"2021-03-19T11:12:21","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26064"},"modified":"2021-03-19T18:12:26","modified_gmt":"2021-03-19T11:12:26","slug":"kasus-aktif-menurun-saat-tes-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=26064","title":{"rendered":"Kasus Aktif Menurun saat Tes Meningkat"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Penambahan kasus terkonfirmasi positif mengalami penurunan yang signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hal ini bukan dikarenakan jumlah pemeriksaan (testing) yang menurun. Malahan pemerintah terus menggencarkan pemeriksaan Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Seharusnya, kasus positif yang mengalami penurunan tidak diikuti dengan jumlah pemeriksaan yang mengalami penurunan juga. Karena hal ini, akan membuat kesimpulan yang diambil terhadap perkembangan kasus positif menjadi bias,&#8221; jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18\/3\/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.<\/p>\n<p>Mengenai penurunan kasus positif ini dapat dibuktikan berdasarkan data perkemnanhan kasus positif dan jumlah testing mingguan dalam kurun Januari &#8211; Maret 2021. Berdasarkan data, sejak awal hingga minggu terkahir bulan Januari 2021, kasus positif mengalami peningkatan hingga mencapai 86.342 kasus dalam 1 minggu.<\/p>\n<p>Namun memasuki Februari, tren kasus positif mengalami penurunan hingga saat ini atau minggu ketiga bulan Maret. Meskipun sempat mengalami kenaikan pada Februari.<\/p>\n<p>Sementara pada data testing, jumlahnya\u00a0 meningkat sejak awal Januari. Dan sempat mengalami penurunan pada 3 minggu pertama Februari. &#8220;Dan jumlah testing kembali meningkat tajam pada minggu keempat Februari, namun jumlah kasus positif tidak ikut mengalami kenaikan yang tajam,&#8221; imbuh Wiku.<\/p>\n<p>Lalu, pada minggu pertama hingga minggu ketiga Maret, jumlah testing terus mengalami peningkatan, sedangkan jumlah kasus positif mengalami penurunan. Ini artinya, meskipun jumlah pemeriksaan Covid-19 terus mengalami peningkatan setelah fluktuatif, hal ini tidak diikuti peningkatan kasus positif.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini menunjukkan bahwa kasus positif di tengah masyarakat sudah mulai menurun, bukan karena jumlah pemeriksaan yang menurun,&#8221; Wiku menekankan.<\/p>\n<p>Melihat data pemeriksaan per 17 Maret 2021, jumlahnya sudah mencapai standar WHO yaitu 1 per 1000 populasi. Dan kondisi ini harus terus dipertahankan dengan terus meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.<\/p>\n<p>Dan diharapkan kedepannya kasus positif di Indonesia dapat terus ditekan, dan testing Covid-19 dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan agar tetapi diatas standar WHO.\u00a0<\/p>\n<p>Dikatakan Wiku, pemerintah Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani pandemi Covid-19. Mulai dari pemerintah di tingkat pusat, hingga penanganan ke tingkat daerah dan tingkatan terkecil sekalipun, yaitu kelurahan dan desa. Dan saat ini, perkembangan penanganan Covid-19 perlahan berjalan ke arah yang diharapkan.<\/p>\n<p>Wiku menjelaskan, salah satu upaya penting yang dilakukan pada tahun 2020, ialah membentuk Gugus Tugas Covid-19 berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) No. 7 Tahun 2020 yang selanjutnya direvisi melalui Kepres No. 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Covid-19.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah selalu mengutamakan koordinasi yang melibatkan seluruh tingkatan, baik pusat dan daerah, hingga seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanganan pandemi Covid-19,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Lalu, untuk melakukan percepatan dan efektifitas penanganan\u00a0 pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, maka Presiden mencabut Kepres No. 9 Tahun 2020 dan mengeluarkan Perpres No. 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). &#8220;Melalui Perpres ini, Gugus Tugas Covid-19 berubah menjadi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan berada di bawah KPC PEN,&#8221; ia menambahkan.<\/p>\n<p>Satgas Covid-19 terus melakukan koordinasi mingguan bersama seluruh provinsi di Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Dan saat ini seluruh provinsi di Indonesia telah memiliki satgas Covid-19 yang diketuai kepala daerahnya masing-masing.<\/p>\n<p>Dan saat ini juga penanganan Covid-19 sudah menyentuh ke tingkatan terkecil yakni di tingkat kelurahan dan desa melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Mikro). Dengan pembentukan posko Covid-19 tingkat desa dan kelurahan, merupakan wujud penguatan penanganan pandemi dalam masa penerapan PPKM Mikro.<\/p>\n<p>Dan kinerjanya terus dipantau pemeritnah pusat melalui rapat koordinasi rutin maupun kunjungan kerja Kepala Satgas Penanganan Covid-19, salah satunya ke provinsi Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. &#8220;Semangat Gotong royong ini yang terus dibangun pemerintah sebagai upaya agar Indonesia keluar dari pandemi,&#8221; pungkas Wiku.<\/p>\n<p>Wiku menambahkan bahwa hal ini dapat tercapai karena pemerintah belajar dari pengalaman penanganan Covid-19 sejak awal masa pandemi.\u00a0 Pencapaian ini merupakan hasil kerjasama lintas kementerian\/lembaga, pemerintah daerah disertai partisipasi unsur keamanan dan ketahanan negara di tiap tingkatan wilayah sehingga memperkuat\u00a0 penanganan Covid-19. Saat ini, penanganan berjalan ke arah yang diharapkan terutama setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.<\/p>\n<p>&#8220;Selain koordinasi tatap muka, sejak awal pandemi pemerintah tidak pernah berhenti melakukan koordinasi melalui rapat secara daring yang dikoordinir Satgas Covid-19 pusat dalam durasi yang tidak pula singkat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Rapat koordinasi tersebut menurut Wiku merupakan wadah saling mendengarkan antara pusat dan daerah untuk meminimalkan jarak. Dengan harapan semua pihak mengetahui dengan baik perkembangan perkembangan terbaru langsung dari pengambil kebijakan maupun pelaku pengendalian Covid-19 di lapangan. Yang akhirnya dapat menemukan solusi dari kendala yang dihadapi masing-masing.<\/p>\n<p>Agar penanganan Covid-19 berjalan efektif dan tepat sasaran, maka pemerintah meluaskan pengendalian dengan menyerahkan otoritas penanganan kepada setiap daerah atau desentralisasi. Yang mana hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2020. &#8220;Sebagai dasar pembentukan satgas di 34 provinsi,&#8221; imbuh Wiku.<\/p>\n<p>Setiap daerah pun selanjutnya berkewajiban melaporkan perkembangan terbaru kepada pemerintah pusat melalui rapat koordinasi. Kemudian, melalui instruksi Menteri Dalam Negeri No. 3 Tahun 2021, penanganan difokuskan secara tajam dengan pembentukan posko tingkat desa atau kelurahan dengan maksud Penanganan Covid-19 lebih tepat sasaran.<\/p>\n<p>Upaya penanganan di tingkat terkecil itu, aparat desa dan kelurahan mampu menyuarakan pengalaman penanganan, baik prestasi maupun kendalanya. &#8220;Penjelasan ini mengajarkan kita, sebagai bangsa yang besar melalui pemberdayaan dan manajemen yang baik dapat membawa perubahan yang baik, khususnya di fase kedaruratan kesehatan masyarakat saat ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah itu, saat ini tren kasus secara nasional mengalami pelandaian. Hal ini menunjukkan adanya kondisi perubahan ke arah yang lebih baik, yaitu ada kecenderungan penularan yang menurun.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun pemerintah masih berusaha mencapai keakuratan data 100 persen untuk memotret apa yang terjadi di lapangan, namun kabar baik ini cukup valid, jika kita melihat tren secara global yang sedang membaik pula,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Terkait wacana sertfikasi vaksin sebagai syarat pelaku perjalanan untuk bepergian, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa hal itu belum direalisasikan. Pemerintah pun saat belum melakukan pembahasan lebih lanjut terkait sertifikat vaksin dan tetap akan menunggu hasil kajian yang valid.<\/p>\n<p>Dan untuk mewujudkannya, menurut Wiku masih harus dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas vaksin dalam menciptakan kekebalan individu kepada orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Dan jika tidak ada hasil studi yang valid, maka tidak ada jaminan kekebalan individu tercipta.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila sertifikat tersebut dikeluarkan tanpa adanya studi yang membuktikan adanya kekebalan individu telah tercipta, maka pemegang sertifikat tersebut memiliki potensi tertular atau menularkan virus Covid-19 selama melakukan perjalanan,&#8221; tegasnya. <strong>(red)<\/strong><\/p>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Penambahan kasus terkonfirmasi positif mengalami penurunan yang signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hal ini bukan dikarenakan jumlah pemeriksaan (testing) yang menurun. Malahan pemerintah terus menggencarkan pemeriksaan Covid-19. &#8220;Seharusnya, kasus positif yang mengalami penurunan tidak diikuti dengan jumlah pemeriksaan yang mengalami penurunan juga. Karena hal ini, akan membuat kesimpulan yang diambil terhadap perkembangan kasus positif menjadi bias,&#8221; jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-26064","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26064"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26066,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26064\/revisions\/26066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}