{"id":25821,"date":"2021-03-11T12:57:49","date_gmt":"2021-03-11T05:57:49","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=25821"},"modified":"2021-03-11T12:57:56","modified_gmt":"2021-03-11T05:57:56","slug":"fenomena-hari-tanpa-bayangan-sumsel-masih-musim-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=25821","title":{"rendered":"Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Sumsel Masih Musim Hujan"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211;\u00a0 Sumatera Selatan tengah mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 9\u201413 Maret 2021. Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan, hari tanpa bayangan, biasa disebut kulminasi atau transit (istiwa) sebagai fenomena alam ketika matahari tepat berada di posisi paling\u00a0tinggi di langit.<\/p>\n<p>Meski mengalami hari tanpa bayangan, Sumsel kini sedang memasuki musim hujan hingga Mei mendatang. \u201cMatahari memang berada tepat di atas Sumsel. Tetapi masih memasuki musim penghujan sampai bulan Mei 2021,\u201d ujar Desindra kepada Simbur, Kamis (11\/3).<\/p>\n<p>Menurut Desindra, hari tanpa bayangan terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat. Fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama. Saat itu, lanjut Desindra, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau\u00a0di titik zenit.<\/p>\n<p>\u201cAkibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat \u2018menghilang\u2019 karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Fenomena itu terjadi, tambah Desindra, karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Karenanya, posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan.<\/p>\n<p>Hal ini, lanjut dia. disebut sebagai gerak semu harian matahari. Tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2021 pukul 16.37 WIB dan 23 September 2021 pukul 02.21 WIB. Adapun pada 21 Juni 2021 pukul 10.32 WIB, matahari\u00a0berada di titik balik Utara. Pada 21 Desember 2021 pukul 22.59 WIB matahari berada di titik\u00a0balik Selatan.<\/p>\n<p>Desindra mengutarakan bahwa posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun. &#8220;Waktunya tidak jauh saat matahari berada di\u00a0khatulistiwa,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ditanya soal hari tanpa bayangan dengan perkembangan Covid-19, Desindra menjelaskan tidak ada hubungannya dengan cuaca. &#8220;Pengaruh yang paling besar tetap perilaku manusia dalam menerapkan protokol kesehatan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, fenomena hari tanpa bayangan yang terjadi di Sumsel dapat dilihat dari kabupaten\/kota yang ada. Pada 9 Maret 2021, hari tanpa bayangan terjadi di Martapura (OKU Timur) pukul 12.13.09 WIB dan Muaradua, (OKU Selatan) pukul 12.14.14\u00a0 WIB.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pada 10 Maret 2021 terjadi di Baturaja (OKU) pukul 12.13.36 WIB dan Pagaralam pukul 12.17.17 WIB. Pada 11 Maret 2021 terjadi di Muara Enim pukul 12.14.55 WIB, Lahat pukul 12.15.52 WIB, dan Tebing Tinggi (Empat Lawang) pukul 12.17.40 WIB.<\/p>\n<p>Pada 12 Maret 2021 terjadi di Kayuagung (OKI) pukul 12.10.25 WIB,Inderalaya (OI) pukul 12.11.02 WIB, Prabumulih pukul 12.12.47 WIB, Talang Ubi (Pali) pukul 12.14.28 WIB, Muara Beliti Mura) 12.17.43 WIB, dan Lubuklinggau 12.18.19 WIB.<\/p>\n<p>Pada 13 Maret 2021 terjadi di Palembang pukul 12.10.27 WIB, Pangkalan Balai ( Banyuasin) pukul 12.11.52 WIB , Sekayu (Muba) pukul 12.14.09 WIB dan Rupit (Muratara) pukul 12.17.51 WIB.(kbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211;\u00a0 Sumatera Selatan tengah mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 9\u201413 Maret 2021. Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Sumsel, Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan, hari tanpa bayangan, biasa disebut kulminasi atau transit (istiwa) sebagai fenomena alam ketika matahari tepat berada di posisi paling\u00a0tinggi di langit. Meski mengalami hari tanpa bayangan, Sumsel kini sedang memasuki musim hujan hingga Mei mendatang. \u201cMatahari memang berada tepat di atas Sumsel. Tetapi masih memasuki musim penghujan sampai bulan Mei&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-25821","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-iptek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25823,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25821\/revisions\/25823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}