{"id":25159,"date":"2021-01-27T20:10:44","date_gmt":"2021-01-27T13:10:44","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=25159"},"modified":"2021-01-27T20:10:44","modified_gmt":"2021-01-27T13:10:44","slug":"gunung-merapi-semburkan-awan-panas-guguran-36-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=25159","title":{"rendered":"Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Guguran 36 Kali"},"content":{"rendered":"<div id=\":ne\" class=\"ii gt\">\n<div id=\":lc\" class=\"a3s aiL \">\n<div dir=\"ltr\">\n<div class=\"gmail_quote\">\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\">JAKARTA, SIMBUR &#8211;\u00a0 Gunung Merapi kembali meletus dan telah mengeluarkan awan panas guguran (APG) sebanyak 36 kali dengan jarak luncur antara 500 hingga 3.000 meter dari kawah puncak, Rabu (27\/1). Fenomena alam itu terjadi berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Informasi yang diterima, awan panas tersebut mengarah ke Barat Daya atau menuju ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. APG juga tercatat di seismogram di amplitudo antara 15-60 milimeter dan durasi selama 83-197 detik.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Kepala BPPTKG Hanik Humaira mengatakan aktivitas Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi efusif. Pada fase tersebut, pertumbuhan kubah lava terus meningkat dan disertai adanya guguran lava dan awan panas guguran (APG), sebagaimana menurut pengamatan yang dilakukan sejak Senin (4\/1) dan terus berlangsung hingga hari ini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cSejak tanggal 4 Januari 2020 Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi yang bersifat efusif atau yang kita kenal juga sebagai Tipe Merapi, yaitu erupsi dengan pertumbuhan kubah lava kemudian disertai dengan guguran lava dan awan panas guguran,\u201d jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaira, Rabu (27\/1).<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Hanik juga melaporkan adanya dampak APG tersebut yakni terjadi hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis di beberapa desa di Kecamatan Tamansari di Kabupaten Boyolali dan Kota Boyolali, Jawa Tengah.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Dalam hal ini Hanik mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan jarak 5 kilometer dari puncak pada alur Kali Krasak, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Bebeng dan Kali Putih.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Selanjutnya, untuk mengurangi risiko dari dampak abu vulkanik, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar mengenakan masker hingga menutup sumber atau penampungan air.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cMasyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti menggunakan masker, menggunakan kacamata dan menutup sumber air,\u201d imbuhnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Hanik juga menjelaskan bahwa selain APG dan abu vulkanik, ancaman lain yang berpotensi terjadi adalah adanya lahar dingin, mengingat saat ini sebagian wilayah Indonesia memasuki musim penghujan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar masyarakat selalu waspada apabila terjadi hujan di kawasan puncak Gunung Merapi.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\u201cMasyarakat juga perlu mewaspadai bahaya lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di puncak merapi,\u201d pungkasnya.(red)<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"yj6qo\"><\/div>\n<div class=\"adL\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"adL\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\":t4\" class=\"hq gt\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211;\u00a0 Gunung Merapi kembali meletus dan telah mengeluarkan awan panas guguran (APG) sebanyak 36 kali dengan jarak luncur antara 500 hingga 3.000 meter dari kawah puncak, Rabu (27\/1). Fenomena alam itu terjadi berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB. Informasi yang diterima, awan panas tersebut mengarah ke Barat Daya atau menuju ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. APG juga tercatat di seismogram&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25160,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-25159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25161,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25159\/revisions\/25161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}