{"id":24963,"date":"2021-01-15T11:48:13","date_gmt":"2021-01-15T04:48:13","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24963"},"modified":"2021-01-15T11:48:21","modified_gmt":"2021-01-15T04:48:21","slug":"sementara-8-orang-tewas-637-korban-luka-akibat-gempa-majene-mamuju","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24963","title":{"rendered":"Sementara 8 Orang Tewas, 637 Korban Luka akibat Gempa Majene-Mamuju"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR \u2013 Gempa dahsyat berkekuatan M6,2\u00a0 terjadi di Majene-Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15\/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat. Akibatnya, delapan orang dikabarkan meninggal dan lebih dari enam ratus warga mengalami luka-luka.<\/p>\n<p>&#8220;Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 1.500 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat,&#8221; ungkap Dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melalui keterang tertulis yang diterima redaksi, Jumat (15\/1).<\/p>\n<p>BPBD setempat, lanjut Raditya, terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam,\u00a0 komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene \u2013 Mamuju.<\/p>\n<p>Di Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga masih dalam pendataan.<\/p>\n<p>&#8220;BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP\/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya. Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat\/eksavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dikabarkan, pagi ini 15 Januari 2021, Kepala BNPB siap siap melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat bersama sejumlah anggota DPR RI dari Komisi 8. Mendengar kabar terjadinya gempa di Mamuju Sulbar, Doni segera mengubah rencana, berangkat ke Mamuju Sulawesi Barat. Pagi ini Doni juga langsung menginstruksikan\u00a0 helikopter BNPB menuju lokasi bencana. Ada 4 helikopter BNPB dikerahkan. &#8220;Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo dan Mensos Risma berangkat ke Mamuju pada hari ini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Diketahui, Sejumlah dampak mulai teridentifkasi pascagempa M6,2 yang terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat. BPBD Kabupaten terus melaporkan perkembangan terkini dampak gempa yang terjadi. BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB).<\/p>\n<p>Merespon kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik. Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik. Hal serupa dirasakan warga Kabupaten Polewali Mandar. &#8220;Kepanikan membuat mereka keluar rumah. Masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis peta guncangan BMKG yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M6,2 ini memicu kekuatan guncangan IV &#8211; V MMI di\u00a0 Majene, III MMI di Palu, Sulawesi Tengah dan II MMI di Makasar, Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala V MMI menunjukkan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.<\/p>\n<p>Sedangkan IV MMI, skala ini menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. &#8220;Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Berikutnya II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Terkait dengan gempa M6,2 ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan parameter gempa terjadi pada pukul 01.28 WIB yang berpusat 6 km timur laut Majene. Pusat gempa memiliki kedalaman 10 km. &#8220;Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa tidak memicu terjadinya tsunami,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, gempa terjadi di darat sekitar 4 km barat laut Majene Sulawesi Barat. Dua rumah warga Mamuju mengalami kerusakan saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis siang (14\/1), pukul 13.35 WIB. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR \u2013 Gempa dahsyat berkekuatan M6,2\u00a0 terjadi di Majene-Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15\/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat. Akibatnya, delapan orang dikabarkan meninggal dan lebih dari enam ratus warga mengalami luka-luka. &#8220;Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 1.500 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat,&#8221; ungkap Dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-24963","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24965,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24963\/revisions\/24965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}