{"id":24849,"date":"2021-01-12T00:04:07","date_gmt":"2021-01-11T17:04:07","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24849"},"modified":"2021-01-12T00:04:07","modified_gmt":"2021-01-11T17:04:07","slug":"jadi-ikon-pangan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24849","title":{"rendered":"Jadi Ikon Pangan Nasional"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian tahun 2021, dibuka Presiden Jokowi secara virtual. Gubernur Sumsel H Herman Deru, juga mengikuti secara virtual di ruang Command Center Kantor Pemprov Sumsel, Senin pagi (11\/1\/21).<\/p>\n<p>Selepas Rakornas, Herman Deru langsung menyampaikan arahan kepada pejabat unsur pertanian yang hadir di command center, sebagai tindak lanjut dari\u00a0 atensi Presiden RI. Deru mengajak semua pihak\u00a0 yang terlibat, dalam sektor pertanian di Sumsel, untuk memperhatikan sejumlah aspek mulai dari urusan infrasturktur pertanian, distribusi pupuk dan produktivitas pertanian lainnya.<\/p>\n<p>\u201cKhusus\u00a0 untuk pupuk PT Pusri sudah menyediakan pupuknya yang luar biasa banyak, di gudang-gudang. Namun yang menjadi kendala dilapangan kouta tidak ada. Regulasi yang panjang menjadi kendala selama ini. Sehingga dibutuhkan solusi yang tepat, mengatasi masalah kelangkaan pupuk ditingkat petani,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Terkait infrasturktur pertanian,\u00a0 dirinya sudah menghubungi pihak terkait, diantaranya Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, dan dinas. Supaya aspek pengairan baik, dengan upaya normalisasi, pembangunan sarana pengairan. Harus memberikan dapak nyata bagi peningkatan di sektor pertanian\u00a0 Sumsel. Mulai dari hulunya bendungan sampai\u00a0 ke saluran- saluran cacing.<\/p>\n<p>\u201cDikesempatan ini, kepada Asisten dua, saya minta\u00a0 kita konsen pada sektor pertanian. Inilah potensi kita yang tidak boleh dirubah. Mulai dari hulu hingga hilirnya. Bukan saja sekedar kita lumbung pangan tetapi kita menjadi icon nasional,\u201d harap Gubernur.<\/p>\n<p>Deri mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam urusan pangan di Sumsel, untuk melakukan evaluasi progres secara berkala. Sebelumnya dihadapan Presiden Jokowi dan para peserta Rakernas yang terdiri dari para Menteri, Gubernur dan Bupati Walikota se-Indonesia tersebut.<\/p>\n<p>Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam laporanya menyebut, Rakernas digelar \u00a0sebagai upaya memperkuat sektor pertanian dalam menopang ekonomi nasional di tegah Pandemi Covid 19. Untuk itu dibutuhkan pertanian yang maju mandiri dan modern.<\/p>\n<p>Mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki dengan pemanfaatan Sumberdaya Alam yang ada di daerah masing-masing. Dengan upaya peningkatan produksi guna mencapai nilai tambah sekaligus untuk memperkuat nilai ekspor komoditi pertanian pangan lokal\u00a0 tidak hannya beras, namun juga bisa berupa\u00a0 pisang, sagu dan sorgum.<\/p>\n<p>\u201cKita juga programkan lubung pangan desa,\u00a0 lubung pangan kecamatan,\u00a0 Kabupaten dan\u00a0 Provinsi. Dengan cara perluasan areal tanam, pembuatan kampung buah dan 1000 desa kebun rumah tangga,\u201d ucap Mentan.<\/p>\n<p>Presiden Jokowi sendiri dalam Rakernas mengingatkan kembali adanya warning organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) di bawah naungan PBB, yang memperingatkan akan terjadinya potensi kerisis pangan\u00a0 di tengah Pandemi Covid-19. Akibat dari tersendatnya distribusi komuditas antar negara.<\/p>\n<p>\u201cSalah satunya yang terjadi\u00a0 di negara kita\u00a0 dalam dua hari terakhir adalah kelangkaan tahu dan tempe, akibat kedelai kita impor, ini kita harus hati-hati,\u201d cetusnya.<\/p>\n<p>Presiden menyebut Jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 227 juta jiwa. Karena itu pembangunan pertanian harus betul-betul serius, terutama terkait dengan impor seperti kedelai, jagung dan gula.<\/p>\n<p>\u201cHati-hati impor jutaan ton bawang putih, beras dua tahun ini kita tidak impor. Tapi yang saya sampaikan tadi harus diselesaikan komoditas lain, yang impor-impor itu carikan design nya\u00a0 yang baik untuk kita selesaikan,\u201d tekannya.<\/p>\n<p>Untuk menutup\u00a0 kebutuhan dalam negeri terhadap komoditas impor ini. Tentu dibutuhkan strategi tidak bisa dengan cara monoton, atau cara konvensional. Namun harus diseriusi dengan cara modren dengan pemanfaatan teknologi. \u201cPenanaman secara luas, dengan pemanfaatan (Economic skill). Sebab berpoduksi sedikit tidak akan berpengaruh dengan komuditas impor\u00a0 tadi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Komoditas\u00a0 kedelai lokal\u00a0 bisa tumbuh dengan baik, namun kalah bersaing dengan kedelai impor, begitu juga dengan bawang putih.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu saya menginturuksikan Kementerian Pertanian, untuk melakukan tanam dalam jumlah yang besar untuk melawan komuditas impor tersebut. Carikan lahan yang luas, Jagung juga. Ini yang akan menyelesakan masalah,\u201d tegas Presiden.<\/p>\n<p>Jokowi juga menyinggung pupuk yang subsidinya mencapai Rp 33 triliun tiap tahunya. Namun sama sekali tidak memberikan efek positif terhadap peningkatan produksi.<\/p>\n<p>\u201cPupuk berapa tahun kita subsidi, angkanya mencapai 33 Triliun. Kembaliannya apa? apa pertanian kita naik? kebalianya itu yang penting. 330 triliun untuk 10 tahun. Angka itu besar sekali. Tolong di evaluasi, artinya ada yang salah,\u201d timbangnnya.<\/p>\n<p>Jokowi berharap pembangunan yang hendak, dengan sekala luas, teknologi pertanian, harga yang kompetitif. \u00a0\u201cSaya minta betul-betul di lapangannya. Provinsi kita dorong harus ada lompatan besar\u201d harap Presiden. <strong>(red\/rel) <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian tahun 2021, dibuka Presiden Jokowi secara virtual. Gubernur Sumsel H Herman Deru, juga mengikuti secara virtual di ruang Command Center Kantor Pemprov Sumsel, Senin pagi (11\/1\/21). Selepas Rakornas, Herman Deru langsung menyampaikan arahan kepada pejabat unsur pertanian yang hadir di command center, sebagai tindak lanjut dari\u00a0 atensi Presiden RI. Deru mengajak semua pihak\u00a0 yang terlibat, dalam sektor pertanian di Sumsel, untuk memperhatikan sejumlah aspek mulai dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[45],"tags":[],"class_list":["post-24849","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemprov-sumsel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24849"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24851,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24849\/revisions\/24851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}