{"id":24744,"date":"2021-01-06T12:50:10","date_gmt":"2021-01-06T05:50:10","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24744"},"modified":"2021-01-06T12:50:18","modified_gmt":"2021-01-06T05:50:18","slug":"gunung-merapi-kembali-muntahkan-lava-pijar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=24744","title":{"rendered":"Gunung Merapi Kembali Muntahkan Lava Pijar"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter.<\/p>\n<p>Adapun data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan pada Selasa (5\/1) pada pukul 18.00-24.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan terjadinya guguran lava pijar tersebut, tim BPPTKG juga merekam adanya kegempaan berupa guguran sebanyak 23 dengan amplitudo 3-41 milimeter berdurasi 11-127 detik. Kemudian untuk hembusan ada sebanyak 11 kali dengan amplitudo 2-8 milimeter berdurasi antara 9 sampai 33 detik.<\/p>\n<p>Selanjutnya Hybrid\/Fase Banyak terekam dengan jumlah 75, amplitudo 3-31 milimeter, S-P: 0,3-0,5 detik berdurasi 4-11 detik. Berikutnya Vulkanik Dangkal yang terekam sejumlah 16 dengan amplitudo 34-75 milimeter berdurasi 12-39 detik. Adapun Tektonik Jauh terekam sebanyak 1 dengan amplitudo 4 milimeter, S-P: 16 detik dan durasi 43 detik.<\/p>\n<p>Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi juga telah terpantau pada Kamis (31\/12) pukul 21.08 WIB. Menurut hasil data visual menunjukkan adanya indikasi kemunculan api diam dan lava pijar.<\/p>\n<p>Kepala BPPTKG Hanik Humaira mengatakan, api diam tersebut muncul di dasar lava 1997, sebagaimana berdasarkan hasil pengamatan citra satelit yang dikonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga merupakan material baru.<\/p>\n<p>Hanik memberikan kesimpulan bahwa lava pijar telah muncul di dasar Lava 1997. Selain itu, menurut Hanik, sinar yang teramati sebelumnya yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 pukul 21.08 WIB, bisa jadi merupakan indikasi awal akan munculnya api diam dan lava pijar. \u201cIni yang ada di lava 1997,\u201d jelas Hanik, Selasa (5\/1).<\/p>\n<p>Dari perkembangan terkini aktivitas Gunung Merapi tersebut, Hanik mengatakan bahwa secara teknis dapat dikatakan saat ini Gunung Merapi sudah memasuki fase erupsi 2021. Akan tetapi pihaknya menjelaskan bahwa hal itu masih fase awal dari indikasi proses ekstrusi magma yang akan terjadi berdasarkan data seismik dan deformasi yang masih tinggi. \u201cSecara teknis bisa kami katakan bahwa Gunung Merapi sudah memasuki fase masa erupsi tahun 2021,\u201d kata Hanik.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pengamatan dan pantauan tersebut, Hanik mengimbau masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat diharapkan untuk tetap mengikuti arahan dari beberapa instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah setempat, serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.<\/p>\n<p>\u201cKarena masih ada kemungkinan erupsi efusif, maka rekomendasi kita untuk pemerintah daerah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten agar selalu menyiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi letusan Gunung Merapi ini,\u201d kata Hanik.<\/p>\n<p>Sebelumnya, BPPTKG melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar pada Senin (4\/1) pukul 19.52 WIB. Manifestasi dari guguran tersebut terpantau secara jelas melalui kamera CCTV di sisi barat daya Gunung Merapi dan kamera thermal di stasiun Panguk.<\/p>\n<p>Selain itu, hasil tangkapan video CCTV menggunakan mode nightview menunjukkan adanya pendaran sinar yang diduga adalah lava pijar. Hasil pengamatan tersebut juga didukung dengan hasil foto DSLR dan foto dari Pos Kaliurang yang menunjukkan rona merah di lokasi yang sama.<\/p>\n<p>Hanik Humaida menyatakan bahwa bertepatan dengan pengamatan kejadian tersebut, jaringan seismik Gunung Merapi juga merekam adanya gempa guguran dengan amplitudo 33 milimeter dengan durasi 60 detik. &#8220;Pada 4 Januari 2021 pukul 19.50 WIB terjadi guguran yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 33 mm dan durasi 60 detik. Suara guguran terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan,&#8221; ujar Hanik.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan di tingkat Siaga atau Level III sejak 5 November 2020. Hingga saat ini aktivitas vulkanik terpantau masih tinggi. Peningkatan aktivitas terpantau dari data kegempaan dan deformasi sejak tanggal 22 Desember 2020.<\/p>\n<p>Terkait kejadian ini, BPPTKG belum merevisi rekomendasi aktivitas Gunung Merapi dimana daerah potensi bahaya masih dalam jarak maksimal 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Prakiraan daerah bahaya tersebut meliputi Desa Glagaharjo (Dusun Kalitengah Lor); Desa Kepuharjo (Dusun Kaliadem); Desa Umbulharjo (Dusun Palemsari) di Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta.<\/p>\n<p>Kemudian Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Selanjutnya Desa Tlogolele (Dusun Stabelan, Takeran, Belang); Desa Klakah (Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur); Desa Jrakah (Dusun Jarak, Sepi) di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Berikutnya Desa Tegal Mulyo (Dusun Pajekan, Canguk, Sumur); Desa Sidorejo (Dusun Petung, Kembangan, Deles); Desa Balerante (Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang) di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten Jawa Tengah.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter. Adapun data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan pada Selasa (5\/1) pada pukul 18.00-24.00 WIB. Dalam waktu yang bersamaan terjadinya guguran lava pijar tersebut, tim BPPTKG juga merekam adanya kegempaan berupa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24745,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-24744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=24744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24746,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/24744\/revisions\/24746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/24745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=24744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=24744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=24744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}