{"id":23754,"date":"2020-09-16T05:48:34","date_gmt":"2020-09-15T22:48:34","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23754"},"modified":"2020-09-16T05:48:41","modified_gmt":"2020-09-15T22:48:41","slug":"tingkatkan-tracing-dan-testing-audit-mortality-serta-monev-pelayanan-rs-rujukan-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23754","title":{"rendered":"Tingkatkan Tracing dan Testing, Audit Mortality, serta Monev Pelayanan RS Rujukan Covid-19"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) telah melakukan monitoring evaluasi (monev) serta menyiapkan berbagai upaya untuk menurunkan persentase angka kematian akibat Covid-19. Respons tersebut dilakukan sebelum disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi yang menyebabkan angka kematian di Indonesia melebihi rata-rata dunia. Dikabarkan, Sumsel bersama Bengkulu, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan provinsi dengan persentase kematian tertinggi, yakni di atas enam persen.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel), Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan, persentase kematian diperoleh dari angka jumlah kematian dibagi jumlah kasus positif. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan rencana tindak lanjut. Bahkan, Gubernur telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh bupati dan walikota terkait peningkatan penemuan kasus, tracing dan testing, peningkatan mutu layanan RS melaui peningkatan sarana dan prasarana (sarpras), serta kualitas maupun kuantitas sumber daya manusia (SDM).<\/p>\n<p>Diharapkannya, rumah sakit dapat rutin meng-update data. Di samping itu, kabupaten\/kota menyiapkan tempat isolasi dan melakukan pengawasan ketat terhadap masyarakat yang isolasi mandiri. Menyikapi tingginya persentase angka kematian, jelas Lesty, Dinkes Sumsel meminta dilakukannya audit terhadap kematian yang terjadi di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) oleh semua rumah sakit rujukan yang ada di Sumsel. Oleh sebab itu, sambung Lesty, Dinkes Sumsel meminta semua rumah sakit rujukan untuk melakukan update data setiap hari.<\/p>\n<p>\u201cKami minta rumah sakit melakukan audit mortality dan melaporkan hasilnya ke Dinkes Sumsel. Kami juga sudah melakukan monev seluruh pelayanan rumah sakit rujukan guna mengetahui apakah sudah sesuai standar pelayanannya untuk penanganan pasien Covid-19, termasuk manajemen klinisnya. Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap 48 rumah sakit rujukan yang ada di Sumsel,\u201d terang Lesty kepada Simbur, Selasa (15\/9).<\/p>\n<p>Ditanya penyebab tingginya persentase angka kematian di Sumsel, Lesty menjelaskan, salah satunya jumlah testing yang dilakukan belum sesuai standar WHO, yakni satu per seribu penduduk seminggu sehingga yang terdeteksi sedikit. &#8220;Jumlah specimen yang diperiksa sekitar 70 ribu. Kalau jumlah orang baru 24 ribuan. Ini masih jauh dari target. Untuk di Sumatera, jumlah ini yang kedua setelah Sumbar. Untuk itu, perlu ditingkatkan penemuan kasus, suspek di puskes maupun rumah sakit, serta peningkatan tracing dan testing,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selain hal tersebut, lanjut dia, yang dapat dilakukan, perbaikan mutu pelayanan rumah sakit belum sesuai standar, baik dari segi sarpras, SDM maupun manajemen klinisnya. Jika dilihat persentase yang meninggal akibat Covid-19 selama pandemi, diperoleh data kurang lebih 60 persen memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, jantung, paru-paru dan lainnya. Dengan persentase tertinggi hipertensi. &#8220;Kedepan diharapkan puskesmas melakukan pemetaan terhadap yang termasuk rentan ini agar dapat lebih diperhatikan. Selain itu, hal penting yakni pengawasan terhadap yang isolasi mandiri,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Mengenai dukungan apa yang akan diminta kepada pemerintah pusat untuk menurunkan angka kematian di Sumsel, Lesty menyebutkan bahwa mobile PCR yang dijanjikan pemerintah pusat hingga saat ini belum terealisasi. Gubernur sudah mengajukan ke ketua Gugus tugas pusat beberapa bulan lalu. \u201cKebetulan Pertamina punya mobile PCR sehingga kita berharap dapat membantu pemeriksaan PCR untuk melakukan swab keliling bagi masyarakat Sumsel,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Lesty mengimbau agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. &#8220;Semua penanggung jawab kegiatan selain 3M, harus memastikan semua yang ikut kegiatannya dalam kondisi sehat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Imbauan tersebut terus disosialisasikan agar masyarakat paham dan mengerti, lalu sadar untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. \u201cCovid masih ada. Kasus baru masih terus bertambah dan bisa menjadi lebih banyak dari sebelumnya kalau masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mari, jadikan diri kita dan keluarga sebagai bagian yang ikut memutus pandemi ini,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Diketahui dari data Satgas Covid-19 Pusat, per tanggal 15 September 2020, jumlah konfirmasi positif di Sumsel bertambah 40 sehingga totalnya 5.518 kasus. Pasien sembuh bertambah 50 sehingga mencapai 3.798 kasus, 74, 57 persen. Pasien meninggal bertambah 4 sehingga totalnya 309 kasus, 6,03 persen.<\/p>\n<p>Sejak diberlakukannya pedoman penanganan revisi 5, kata Lesty, data dari BBLK Palembang, jumlah sampel yang masuk jauh berkurang. Semula 800-an sampel. Saat ini sekitar 200 sampel. Jika ditambah dari laboratorium yang lain sekitar kurang lebih 400-an sampel per hari. &#8220;Untuk itu diimbau fasilitas pelayanan kesehatan harus lebih sensitif untuk menjaring suspect Covid-19. Orang dengan gejala penyakit seperti ISPA dengan riwayat atau ada demam tinggi, ada perjalanan dari daerah terjangkit, serta riwayat kontak dengan kasus positif wajib diambil specimen swab,&#8221; tutupnya.(kbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR \u2013 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) telah melakukan monitoring evaluasi (monev) serta menyiapkan berbagai upaya untuk menurunkan persentase angka kematian akibat Covid-19. Respons tersebut dilakukan sebelum disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi yang menyebabkan angka kematian di Indonesia melebihi rata-rata dunia. Dikabarkan, Sumsel bersama Bengkulu, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan provinsi dengan persentase kematian tertinggi, yakni di atas enam persen. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-23754","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23755,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23754\/revisions\/23755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}