{"id":23680,"date":"2020-09-07T20:23:37","date_gmt":"2020-09-07T13:23:37","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23680"},"modified":"2020-09-07T20:23:42","modified_gmt":"2020-09-07T13:23:42","slug":"silent-atau-happy-hypoxia-pada-pasien-positif-covid-19-belum-ditemukan-di-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23680","title":{"rendered":"Silent atau Happy Hypoxia pada Pasien Positif Covid-19 Belum Ditemukan di Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Happy hipoxia atau biasa dikenal masyarakat dengan sebutan silent hypoxia menjadi trending topic di tengah lonjakan kasus konfirmasi positif dan kematian akibat Covid-19. Karena itu, pakar virus yang pernah menjadi juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan, Prof Yuwono MBiomed turut angkat bicara terkait gejala yang dialami pasien positif SARS-COV-2 yang meninggal dunia tanpa mengalami sesak napas.<\/p>\n<p>Menurut Prof Yuwono, istilah happy hypoxia ternyata belum disepakati. Nama lainnya silent hypoxia. &#8220;Jadi (happy atau silent hypoxia) itu adalah gagal napas tanpa dirasakan. Istilah happy tidak tepat karena happy harusnya untuk bahagia, bukannya meninggal. Saya lebih suka memilih istilah silent hypoxia,&#8221; ungkap Yuwono dikonfirmasi Simbur, Senin (7\/9).<\/p>\n<p>Ditegaskan Yuwono, gejala happy hipoxia atau silent hypoxia itu baru sebatas hipotesis, belum masuk teori yang disepakati para ahli. Dikatakannya pula, happy hypoxia atau silent hypoxia ini kadar oksigennya rendah. &#8220;Biasanya kalau kadar oksigen turun di bawah 90 itu sudah agak sesak napasnya. Sementara, jika turun di bawah 70 terlihat tidak sesak tapi akhirnya meninggal, itu namanya happy hypoxia atau silent hypoxia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, lanjut Yuwono, happy hypoxia bukan baru muncul sekarang. Penelitian di Wuhan-Cina cuma 19 persen yang kena Covid-19 dan sesak napas lalu akhirnya meninggal dunia. &#8220;Sebanyak 62 persen sama sekali tidak sesak napas. Sekitar 19 persen lagi itu tidak jelas. Happy hypoxia sudah masuk di angka 62 persen itu, di mana pasien Covid-19 meninggal tapi tidak mengalami sesak napas,&#8221; terangnya sembari menegaskan, happy hypoxia atau silent hypoxia itu artinya orang yang positif Covid-19 tapi meninggalnya tidak sesak napas.<\/p>\n<p>Ditanya apakah orang yang pakai masker saat beraktivitas dapat terkena happy hypoxia atau silent hypoxia, Yuwono menepisnya. &#8220;Orang yang memakai masker tentu tidak kekurangan oksigen. Kadar oksigen adanya di darah bukan di hidung,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Di Sumsel sendiri, lanjut Yuwono, dia belum bisa menyimpulkan apakah ada penderita Covid-19 yang mengalami happy hypoxia atau silent hypoxia. &#8220;Harus dibuktikan dengan catatan klinis secara teratur, dibuktikan dengan pemeriksaan hasil laboratorium. Di Indonesia saja belum banyak yang terdampak apalagi Sumsel,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Lantas bagaimana mengenali dan mengantisipasi pasien positif Covid-19 yang terserang happy hypoxia atau silent hypoxia, Yuwono menjelaskan langkahnya secara sederhana. &#8220;Pasien positif Covid -19 yang masuk ke rumah sakit diperiksa kadar oksigennya. Diperiksa terus darahnya. Kalau pasien meninggal karena mengalami penurunan oksigen dalam darah, baru bisa dinyatakan happy hypoxia,&#8221;tandasnya.(kbs)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Happy hipoxia atau biasa dikenal masyarakat dengan sebutan silent hypoxia menjadi trending topic di tengah lonjakan kasus konfirmasi positif dan kematian akibat Covid-19. Karena itu, pakar virus yang pernah menjadi juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan, Prof Yuwono MBiomed turut angkat bicara terkait gejala yang dialami pasien positif SARS-COV-2 yang meninggal dunia tanpa mengalami sesak napas. Menurut Prof Yuwono, istilah happy hypoxia ternyata belum disepakati. Nama lainnya silent hypoxia&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-23680","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23681,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23680\/revisions\/23681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}