{"id":23604,"date":"2020-09-01T00:03:10","date_gmt":"2020-08-31T17:03:10","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23604"},"modified":"2020-09-01T00:03:19","modified_gmt":"2020-08-31T17:03:19","slug":"imunisasi-langkah-awal-melawan-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23604","title":{"rendered":"Imunisasi Langkah Awal Melawan Covid-19"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Imunisasi telah disepakati sebagai salah satu hal yang penting untuk dilakukan sejak dini. Melakukan imunisasi dianggap sebagai langkah awal dalam melawan virus Covid-19. Oleh karena itu, imunisasi menjadi prioritas nasional dan standar minimum beban kewajibannya pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Beradaptasi dengan kebiasaan baru imunisasi tidak perlu diperdebatkan apakah merupakan suatu yang penting ataupun tidak. Saat ini kendala dalam melakukan imunisasi hanya bagaimana cara dalam mengatur operasionalnya. Tentu saja hal ini berhadapan dengan Covid-19 yang harus tetap menerapkan protokol kesehatan.<\/p>\n<p>Imunisasi biasanya dilakukan di puskesmas dan posyandu. Selain itu, sekolah-sekolah juga biasanya melakukan imunisasi terhadap murid-muridnya. Dengan adanya pandemi, melakukan imunisasi sekarang dilakukan dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<p>Achmad Yurianto, Direktur Jenderal P2P Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus memahami bahwa anak-anak itu merupakan masa depan yang harus dijaga kesehatannya. Untuk itu pemerintah harus menyiapkan fasilitas, layanan dan supplynya. Lalu memberikan kebebasan untuk mereka memilih yang dirasakan nyaman sehingga tidak ada alasan untuk menunda imunisasi.<\/p>\n<p>\u201cKami menginginkan mereka menjadi generasi yang sehat dan sumber daya yang unggul, oleh karena itu kita harus sepakat bahwa ini adalah aset yang harus kita jaga dan merupakan hak semua anak untuk sehat. Salah satu upaya kita yaitu upaya prevention adalah imunisasi\u201d ujarnya melalui ruang digital di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta (31\/8).<\/p>\n<p>Adapun kesulitan distribusi vaksin ke beberapa daerah sekarang sudah mulai lancar dan dapat teratasi. Selain itu, beberapa vaksin yang berasal dari luar negeri atau impor pun sekarang sudah bisa masuk.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama Prof Dr dr Hartono Gunadi Sp A(K) selaku Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Kesejahteraan Ikatan Dokter Anak Indonesia melalui Via Zoom juga menambahkan bahwa IDAI telah melakukan kampanye lewat media sosial mengenai berbagai panduan imunisasi pada saat masa pandemi Covid-19.<\/p>\n<p>Selain itu IDAI juga memastikan dokter yang melakukan praktek mendapatkan fasilitas yang memadai. \u201cBila ada kekurangan, tentu anggota IDAI yang berpraktek di fasilitas kesehatan tersebut, dapat mengomunikasikannya kepada komite medik. Misalnya hanya disediakan masker bedah, padahal menurut kajian IDAI itu tidak cukup, jadi kami menyediakan APD level 2, termasuk hal lainnya seperti face shield\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu Dr. Kenny Peetosutan selaku Spesialis Imunisasi UNICEF Indonesia juga ikut menambahkan bahwa akan menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan bila cakupan imunisasi masih tergolong rendah. \u201cAkan menjadi kekhawatiran kita bersama bila cakupan imunisasinya rendah untuk waktu yang cukup lama. Ada kemungkinan penyakit-penyakit yang seharusnya bisa dicegah itu kembali ke permukaan. Untuk penyakit yang bisa menular akan dapat menular dengan cepat. Akan sangat mengkhawatirkan bila nantinya menjadi wabah dan akan sangat sulit untuk menangani wabah pada saat pandemi ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Anak-anak yang melakukan imunisasi sejak dini agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Untuk itu sangat penting untuk masyarakat mengetahui hal ini dan diminta untuk tidak khawatir melakukan imunisasi di Puskesmas atau rumah sakit.<\/p>\n<p>Diketahui, jumlah kesembuhan per hari ini bertambah sebanyak 1.774 kasus. Secara nasional, data Kementerian Kesehatan per 31 Agustus 2020 mencatat ada 125.959 pasien sembuh dari Covid-19. Jumlah kesembuhan harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 404 kasus dan totalnya mencapai 30.538 kasus. Setelah DKI Jakarta, Jawa Timur mencatatkan kesembuhan harian sebanyak 383 kasus dengan total 26.139 kasus. Jawa Tengah menambahkan 100 kasus dengan total menjadi 8.973 kasus.<\/p>\n<p>Dari sisi penambahan kasus positif baru, hari ini ada 2.743 kasus dan jumlah kumulatifnya menjadi 174.796 kasus. Total kasus aktif per hari ini berjumlah 41.420. Penambahan terbanyak hari ini di DKI Jakarta dengan 1.049 kasus. Total kumulatif menjadi 40.086 kasus. Diikuti dengan Jawa Timur dengan jumlah 323 kasus dan total kumulatif menjadi 33.543 kasus. Ketiga terbanyak berada di Jawa Tengah dengan 179 kasus dan kumulatifnya menjadi 13.964 kasus.<\/p>\n<p>Sementara untuk kasus kematian bertambah sebanyak 74 kasus dan total mencapai 7.417 kasus. Penambahan tertinggi hari ini berada di Jawa Timur dengan 21 kasus dan totalnya mencapai 2.370 kasus. Penambahan terbanyak kedua dari DKI Jakarta dengan 14 kasus dan totalnya mencapai 1.197 kasus. Terbanyak ketiga dari Jawa Tengah dengan 8 kasus dan totalnya mencapai 998 kasus. Penambahan yang sama juga terjadi di Jawa Barat dengan 8 kasus dan totalnya mencapai 273 kasus. Untuk sebaran wilayah masih terjadi di 34 provinsi dan tambahan 1 daerah menjadi 488 kabupaten\/kota. Jumlah suspek hari ini ada 79.320 kasus dan 15.305 spesimen.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR &#8211; Imunisasi telah disepakati sebagai salah satu hal yang penting untuk dilakukan sejak dini. Melakukan imunisasi dianggap sebagai langkah awal dalam melawan virus Covid-19. Oleh karena itu, imunisasi menjadi prioritas nasional dan standar minimum beban kewajibannya pemerintah daerah. Beradaptasi dengan kebiasaan baru imunisasi tidak perlu diperdebatkan apakah merupakan suatu yang penting ataupun tidak. Saat ini kendala dalam melakukan imunisasi hanya bagaimana cara dalam mengatur operasionalnya. Tentu saja hal ini berhadapan dengan Covid-19 yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-23604","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23604"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23604\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23606,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23604\/revisions\/23606"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}