{"id":23490,"date":"2020-08-18T23:47:33","date_gmt":"2020-08-18T16:47:33","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23490"},"modified":"2020-08-18T23:47:42","modified_gmt":"2020-08-18T16:47:42","slug":"belum-ada-obat-khusus-covid-19-total-pasien-sembuh-96-306-kasus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=23490","title":{"rendered":"Belum Ada Obat Khusus Covid-19, Total Pasien Sembuh 96.306 Kasus"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR- Banyak upaya telah diusahakan berbagai pihak guna mengatasi penyebaran Covid-19 serta penyembuhan pasien-pasien terjangkit. Salah satu upaya nyata yang kini telah menghasilkan lebih dari 61 inovasi terkait penanganan Covid-19 adalah dibentukya konsorium. Tujuannya untuk melakukan berbagai riset terkait Covid-19 dari sisi pencegahan terhadap virus dan pengobatan bagi para pasien yang sudah berjalan selama empat bulan terakhir.<\/p>\n<p>Sampai saat ini, menurut Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD selaku Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek\/BRIN, belum ada satu pun obat spesifik yang bisa diklaim sebagai obat penyembuh Virus SARS-CoV-2. Termasuk imunomodulator yang sedang dikembangkan oleh konsorium.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut didukung oleh Dr Anwar Santoso selaku anggota Komite Nasional Penilai Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi terkait adanya obat spesifik yang efektif serta aman untuk Covid-19.<\/p>\n<p>\u201cSaya setuju dengan pendapat dari Gufron. Sampai sekarang belum ada satu statement yang menyatakan bahwa ini ada obat yang manjur dan aman untuk Covid-19. Semuanya dalam masih dalam fase uji klinik,\u201d ujar Anwar dari kantor Graha BNPB pada Selasa (18\/8).<\/p>\n<p>Menurut Anwar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional pun tidak menyatakan satu statement yang resmi ada obat yang direkomendasikan untuk dipakai atau aman tapi masih dalam status uji klinik. Terkait dengan banyaknya pernyataan yang tersebar di masyarakat luas mengenai berbagai obat herbal yang dianggap mumpuni dalam penyembuhan Covid-19, menurut Anwar obat herbal tersebut tetap memerlukan uji klinis sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan dapat memberikan nilai saintifik serta nilai sosial yang terjamin.<\/p>\n<p>Sementara itu, dr. Agus Dwi Santoso SpP(K), FAPSR, FISR selaku Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengatakan, di Indonesia sendiri, pengobatan terhadap pasien Covid-19 disesuaikan oleh severity yang dimulai dari tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, pneumonia berat, sampai kemudian kritis. Hal tersebut dikarenakan masing-masing severity memiliki pilihan obat apa saja yang diberikan berdasarkan konsensus dan kesepakatan dari para profesi.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan untuk pasien tanpa gejala cukup dengan hanya minum vitamin, namun berbeda dengan pasien dengan gejala. Adapun pasien yang memiliki gejala ringan, sedang, dan berat sebenarnya dari perhimpunan itu sudah mengeluarkan panduan.<\/p>\n<p>\u201cDi dalam paduan itu ada pilihan-pilihan, yaitu ada pilihan 1, 2, 3, 4. Di situ bisa diberikan kombinasi dari azitromisin atau levo, hidroksikloroquin dengan kloroquin oseltamivir dan vitamin. Atau pilihan kedua azitromicin levodoxacin diberikan kloroquin hidroksiklorokuin favipiravir ditambah vitamin. Atau, pilihan yang ketiga ya, Azitromisin levo, hidroksiklorokuin atau klorokuin, lopinavir, ritonavir, vitamin. Sedangkan pilihan yang keempat saat ini tidak ada. Karena kita tidak tersedia remdesivir,\u201d jelas Agus.<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, Agus memaparkan bahwa terdapat tambahan obat untuk kasus-kasus berat dan kritis. Ada pun obat-obat tersebut di antaranya adalah dexamethasone dan antikoagulan yang diberikan sesuai dengan assessment.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, M.A.R.S selaku Kepala Pusat Kesehatan TNI mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan obat-obat aman yang tentunya sudah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan.<\/p>\n<p>\u201cYa, saya kira ini yang harus jadi catatan, bahwa masyarakat harus menggunakan semua obat-obat yang aman sebenarnya. Tentunya, obat-obat yang beredar. Katakanlah itu sudah ada izin edar, dan kalau obat-obat yang belum, tentunya ini tidak dalam kontek rekomendasi, baik itu oleh Kemenkes, maupun dari Badan POM,\u201d tutup Tugas Ratmono.<\/p>\n<p>Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merilis, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 per 18 Agustus 2020 di Indonesia menembus angka 96.306 kasus. Dari 484 kabupaten\/kota di 34 provinsi, jumlah suspek berada di angka 78.394 orang dengan spesimen 14.371 orang. Selanjutnya, konfirmasi positif 143.043 kasus dan meninggal 6.277 kasus.<\/p>\n<p>Untuk penambahan kasus sembuh terbanyak di Indonesia per tanggal 18 Agustus 2020 berada di DKI Jakarta sebanyak 588 kasus sehingga totalnya mencapai 20.505 kasus. Urutan kedua berada di Jawa Timur dengan 377 kasus sehingga total kesembuhan mencapai 21.632 kasus. Urutan ketiga berada di Sulawesi Selatan dengan 223 kasus sehingga total kesembuhan mencapai 8.063 kasus.<\/p>\n<p>Dari segi penambahan kasus positif baru, DKI Jakarta menyumbang terbanyak dengan 513 kasus sehingga totalnya menjadi 30.465 kasus. Urutan kedua penyumbang kasus positif yakni Jawa Timur dengan 312 kasus baru sehingga total kumulatifnya kini menjadi 28.551 kasus. Urutan ketiga penyumbang kasus positif yakni Sumatera Utara dengan 130 kasus baru sehingga total kumulatifnya kini menjadi 5.820 kasus.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kasus pasien meninggal DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak bertambah 19 kasus hingga mencapai 1.014. Urutan kedua Jawa Timur dengan penambahan 18 kasus meninggal sehingga mencapai 2.055.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, SIMBUR- Banyak upaya telah diusahakan berbagai pihak guna mengatasi penyebaran Covid-19 serta penyembuhan pasien-pasien terjangkit. Salah satu upaya nyata yang kini telah menghasilkan lebih dari 61 inovasi terkait penanganan Covid-19 adalah dibentukya konsorium. Tujuannya untuk melakukan berbagai riset terkait Covid-19 dari sisi pencegahan terhadap virus dan pengobatan bagi para pasien yang sudah berjalan selama empat bulan terakhir. Sampai saat ini, menurut Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD selaku Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-23490","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23490"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23492,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23490\/revisions\/23492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}