{"id":22751,"date":"2020-06-16T11:39:00","date_gmt":"2020-06-16T04:39:00","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22751"},"modified":"2020-06-16T11:39:11","modified_gmt":"2020-06-16T04:39:11","slug":"pemkot-klaim-palembang-zona-orange-covid-19-dengan-skor-19-pihak-luar-dapat-lakukan-triangulasi-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22751","title":{"rendered":"Pemkot Klaim Palembang Zona Orange Covid-19 dengan Skor 1,9, Pihak Luar Dapat Lakukan Triangulasi Data"},"content":{"rendered":"<p>PALEMBANG,\u00a0 SIMBUR &#8211; Pemerintah Kota Palembang mengklaim masuk zona orange Covid-19. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Harnojoyo jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II yang berlangsung pada 3-16 Juni 2020. Simbur pun berusaha menelusuri sumber informasi yang diungkap Wali Kota Palembang.<\/p>\n<p>Dikonfirmasi, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid membenarkan Kota Palembang masuk zona orange dengan hasil skoringnya 1,9. Menurut Yudhi, penghitungan indikator tersebut baru didapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. &#8220;Kenapa timbul 1,9 karena ada beberapa indikator 1-15. Nilai indikator 1-14 ada nilai skor, mulai dari penurunan kasus Covid dua minggu terakhir,&#8221; ungkapnya kepada Simbur, Senin (15\/6).<\/p>\n<p>Dijelaskannya, masing-masing indikator bisa memberikan nilai pada berapa grafik saat situasi sekarang. &#8220;Kami hitung-hitung terakhir tanggal 14 Juni 2020 itu hasilnya 1,9. Kalau kami masukkan warna zonasi Palembang masuk orange, artinya risiko sedang,&#8221; ujar Yudhi seraya menambahkan, semakin besar skor semakin bagus. &#8220;Semakin rendah semakin berisiko,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Yudhi mengemukakan, sebelum masuk zona orange, Palembang sempat berada pada kategori zona merah. &#8220;Asumsi pertama, sambung dia, sebelum PSBB kedua diberlakukan 20 Mei-2 Juni 2020, kami hitung skor Palembang 1,8. Karena dulu masuk berisiko tinggi dengan skor nilainya 1,8, makanya masuk zona merah,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Asumsi kedua, lanjut Yudhi, Kemenkes memberikan definisi zona merah jika terjadi transmisi lokal. Yudhi menjelaskan, awal dulu pada 29 Maret 2020 Palembang tidak ada transmisi lokal tapi kasus impor. Sekian waktu berjalan makin banyak transmisi lokal. Hampir semua kecamatan ada transmisi lokal. Saat itu Pemkot Palembang masih pakai terminologi Kemenkes. Karena itu, Palembang disebut zona merah. &#8220;Sekarang yang kami pakai zona berdasarkan skoring. Itulah yang kami dapat info dari gugus tugas pusat,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ditanya siapa yang berhak merilis data tersebut, Yudhi menjawab bahwa penentuan zonasi dari pemerintah daerah karena daerah yang punya data. &#8220;Kalau pusat yang menentukan pasti nanya data juga ke daerah (Palembang),&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Seharusnya, kata Yudhi, nilai skoring ini dirilis lembaga profesional yang independen. Tapi kalau menunggu yang independen, tidak tahu kapan. Sementara, waktu PSBB tahap kedua mau habis. &#8220;Jadi kami hitung berdasar basis data yang ada. Kami olah dan kami analisis. Dapatlah nilai skor 1,9,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Terkait meningkatnya kasus\u00a0 positif Covid-19 di Palembang selama beberapa hari, Yudhi menanggapi peningkatan kasus itu sebagai hasil kinerja Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. &#8220;Banyak kasus positif karena pengaruh kerja BBLK. Dulu hasilnya lama 2-3 minggu. Sekarang 3-4 hari bisa keluar. Semua sampel yang masuk bisa lebih cepat keluar. Kedua tracing yang dilakukan puskes. Begitu yang positif masuk OTG kami lakukan swab dan periksa,&#8221; urainya.<\/p>\n<p>Yudhi berharap, orang yang positif dapat ditangkap semua oleh sistem untuk diperiksa. Jika orang yang positif mengetahui, dia bisa mencegah tidak menularkan dengan orang lain. &#8220;Petugas bekerja melakukan tracing survailance. Kalau kerja samanya baik, hasilnya bisa lebih baik,&#8221; serunya.<\/p>\n<p>Mengenai penghitungan data, Yudhi menjelaskan, tim Dinkes Kota Palembang yang melakukannya. &#8220;Kami diskusi sudah berapa hari. Murni dari Dinkes Kota Palembang. Kami kumpulkan datanya. Kami analisis. Kalau dari (pihak) luar mau kroscek atau triangulasi (memeriksa keabsahan) data silakan saja,&#8221; imbaunya.<\/p>\n<p>Cara menghitung datanya pun masih manual. Kata Yudhi, kalau menghitung indikator sederhana, tidak pakai aplikasi. &#8220;Masukkan di Exel pada Power Point akan muncul hasilnya. Timbul grafiknya dan akan muncul apakah meningkat hasilnya. Pembandingnya dua minggu sekali. Dianalisis berdasarjan skoring yang kami masukkan. Tergantung datanya lengkap atau tidak. Yang pakai aplikasi reproduction number, kami pakai aplikasi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, meski belum bisa mencapai zona hijau. Harnojoyo optimistis pada perubahan status dari zona merah menjadi zona orange berdasarkan kajian Dinas Kesehatan Kota Palembang.<\/p>\n<p>&#8220;Kami bersyukur, PSBB tahap kedua ini memberikan hasil yang positif. Saat ini Kota Palembang mulai membaik. Kalau pertama masih di zona merah, saat ini memasuki zona orange,&#8221; kata Harnojoyo kepada pers usai memimpin rapat evaluasi tertutup tentang PSBB tahap II di rumah dinasnya, Jalan Tasik, Palembang Senin (15\/6).<\/p>\n<p>Harnojoyo juga menyampaikan, berbagai upaya juga terus dilakukan oleh Pemkot Palembang, baik terhadap kondisi kesehatan, ekonomi maupun sosial. &#8220;Selama ini juga kami telah melakukan pemberian insentif kepada usaha kecil menengah. Terkait dampak sosial, saat ini sudah 35 ribu tambahan masyarakat miskin baru, yang hari ini juga mulai kami distribusikan sembako kepada masyarakat miskin baru,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, Palembang menjadi zona oranye atau daerah risiko sedang karena akumulasi penilaian 15 indikator utama telah mencapai skor 1,9 atau naik dibandingkan PSBB tahap pertama dengan skor 1,8. Adapun 15 indikator tersebut terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua indikator pelayanan kesehatan.<\/p>\n<p>Salah satu indikatornya, lanjut Harnojoyo yakni tingkat keterisian rumah sakit saat ini hanya 45 persen, lebih rendah dari batas yang disyarakatkan yakni 80 persen, namun keterisian rumah sakit juga dipengaruhi kondisi Kota Palembang sebagai rujukan dari wilayah lain.<\/p>\n<p>Diketahui, 15 indikator kesehatan masyarakat itu terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan. Adapun indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 berbasis data meliputi penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), dan penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).<\/p>\n<p>Selanjutnya, penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), serta kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif.<\/p>\n<p>Kemudian, kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP, penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk, penurunan angka kematian per 100.000 penduduk, jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua minggu, positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%), jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19, jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19,\u00a0 serta Rt \u2013 angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi).<\/p>\n<p>Dari skor dan pembobotan dari suatu daerah akan dijumlahkan. Hasilnya dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna. Zona merah, zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8). Zona oranye: zona risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4). Zona kuning zona risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0), Zona hijau: zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus Covid-19 positif.(tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG,\u00a0 SIMBUR &#8211; Pemerintah Kota Palembang mengklaim masuk zona orange Covid-19. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Harnojoyo jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II yang berlangsung pada 3-16 Juni 2020. Simbur pun berusaha menelusuri sumber informasi yang diungkap Wali Kota Palembang. Dikonfirmasi, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid membenarkan Kota Palembang masuk zona orange dengan hasil skoringnya 1,9. Menurut Yudhi, penghitungan indikator tersebut baru&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-22751","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-penting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22751"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22753,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22751\/revisions\/22753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}