{"id":22382,"date":"2020-05-09T22:31:40","date_gmt":"2020-05-09T15:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22382"},"modified":"2020-05-09T23:41:30","modified_gmt":"2020-05-09T16:41:30","slug":"festival-sriwijaya-xix-2020-ditunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22382","title":{"rendered":"Festival Sriwijaya XIX 2020 Ditunda"},"content":{"rendered":"<p># Pelaku Pariwisata Sumsel Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Kementerian<\/p>\n<p># Okupansi Hotel di Sumsel Anjlok akibat Wabah Corona<\/p>\n<p><strong>PALEMBANG, SIMBUR<\/strong> &#8211; Penyelenggaraan Festival Sriwijaya 2020 terpaksa ditunda hingga November mendatang akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Sumatera Selatan. Hal itu diungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (9\/5).<\/p>\n<p>&#8220;Festival Sriwijaya, sementara kami menunda pelaksanaannya. Ditunda hingga bulan November. Kalau nanti November masih tidak bisa, terpaksa dibatalkan bukan lagi ditunda,&#8221; ungkap Aufa.<\/p>\n<p>Bukan hanya itu, lanjut Aufa, kegiatan pariwisata di Sumsel selama Mei-Juni pun ditiadakan. Tujuannya untuk menghindari kerumunan banyak orang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Coronavirus di Bumi Sriwijaya. &#8220;Jujur harus kami akui. Karena pariwisata kegiatannya mengumpulkan banyak orang. Kegiatan bulan Mei-Juni tidak bisa dilaksanakan,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Menurut Aufa, dalam mengantisipasi penyebaran serta dampak pandemi Covid-19 di lingkungan pariwisata Sumsel, pihaknya melakukan dua langkah pencegahan. Pertama, mengimbau pihak-pihak terkait dan insan pariwisata untuk bersama-sama membantu pemerintah mengurangi penyebaran Covid-19. Misalnya, dengan stay di rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Kalau keluar rumah harus pakai alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. Tetap menjaga jarak. &#8220;Artinya physical distancing dan social distancing harus benar-benar diterapkan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Kedua, sambungnya, di bidang pariwisata ada banyak PHK dan kehilangan pekerjaan. &#8220;Kami imbau para donatur, dermawan turut memikirkan teman-teman yang kehilangan pekerjaan,&#8221; jelas Aufa seraya menambahkan, pihaknya telah merangkul pentahelix. &#8220;Banyak teman dermawan, swasta, PHRI. Kami datangi door to door,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Kebetulan, ungkapnya, Disbudpar sedang mendata para pelaku usaha pariwisata Sumsel yang terdampak Covid-19 untuk mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata. &#8220;Kami dari Disbudpar sendiri sedang merekap. K emungkinan kami dapat bantuan dari Kemen Parekraf. Kami sedang mendata siapa-siapa yang layak mendapat bantuan. Ini kami sedang merekap. Kami berusaha mengurangi beban mereka dengan segala keterbatasan yang ada,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Terkait menurunnya angka kunjungan pariwisata yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel awal bulan ini, Aufa menanggapinya secara pragmatis. &#8220;Bisa iya, bisa tidak karena belum dilacak semua. Kalau informasi wisman (wisatawan mancanegara) itu biasanya dari Imigrasi. Kalau sekarang kan lockdown, banyak yang ditutup Imigrasi. Tidak ada penerbangan dari luar negeri. Bisa jadi 100 persen tidak ada kunjungan wisman ke Sumsel. Tidak tahu kalau lewat jalur darat. Akan tetapi, sejak dibuka kembali penerbangan, bisa saja masuk ke Sumsel lewat Jakarta. Bukan wisman lagi tapi wisatawan domestik karena masuk dari Imigrasi Jakarta,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel telah merilis data jumlah wisatawan yang masuk, termasuk hunian hotel selama triwulan pertama (Januari-Maret) 2020. Dari data tersebut, jumlah wisman yang berkunjung ke Sumsel melalui pintu masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Maret 2020 sebanyak 448 kunjungan turun sebesar 46,79 persen dibanding bulan Februari 2020 yang sebanyak 842 kunjungan. Kunjungan wisman pada bulan Maret 2020 ini yang paling banyak berasal dari Malaysia 275 kunjungan (61,38 persen), Singapura sebanyak 48 kunjungan (10,70 persen), dan Tiongkok sebanyak 8 kunjungan (1,80 persen).<\/p>\n<p>Demikian Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Selatan pada bulan Maret 2020 tercatat sebesar 39,86 persen, turun 13,36 poin dibanding TPK hotel bulan Februari 2020 yang sebesar 53,22 persen. TPK hotel tertinggi adalah hotel bintang lima sebesar 47,72 persen dan yang terendah adalah hotel bintang satu yang sebesar 24,77 persen.<\/p>\n<p>Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin mengatakan, usaha perhotelan dan restoran di Sumsel sedang berbenah selama bulan puasa dan menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. &#8220;Sekarang lagi &#8216;tiarap&#8217; sekalian berbenah. Memang selama ini setiap Ramadan selalu kami lakukan. Setelah selesai Ramadan apalagi selesai juga wabah Covid-19, baru kami gaspol lagi,&#8221; ungkapnya, sembari mengatakan, dirinya tidak pernah memerhatikan data BPS tentang penurunan okupansi hotel dan restoran. &#8220;Kalau awal Maret ya (masih mungkin). Tapi langsung jeblok setelah ada kasus positif di Sumsel,&#8221; tutupnya. (maz)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p># Pelaku Pariwisata Sumsel Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Kementerian # Okupansi Hotel di Sumsel Anjlok akibat Wabah Corona PALEMBANG, SIMBUR &#8211; Penyelenggaraan Festival Sriwijaya 2020 terpaksa ditunda hingga November mendatang akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Sumatera Selatan. Hal itu diungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (9\/5). &#8220;Festival Sriwijaya, sementara kami menunda pelaksanaannya. Ditunda hingga bulan November. Kalau nanti November masih tidak bisa, terpaksa dibatalkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":22383,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-22382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pariwisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22382"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22385,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22382\/revisions\/22385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}