{"id":22309,"date":"2020-05-05T05:49:02","date_gmt":"2020-05-04T22:49:02","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22309"},"modified":"2020-05-05T05:49:08","modified_gmt":"2020-05-04T22:49:08","slug":"terapkan-tes-diagnostik-covid-19-yang-cepat-mudah-dan-akurat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=22309","title":{"rendered":"Terapkan Tes Diagnostik Covid-19 yang Cepat, Mudah, dan Akurat"},"content":{"rendered":"<p>OHIO, SIMBUR &#8211; CAS, sebuah divisi dari American Chemical Society yang berspesialisasi dalam solusi informasi ilmiah telah mengeluarkan laporan khusus dalam ACS Central Science berjudul &#8220;Teknik Pengujian dan Pengembangan Uji untuk Diagnosis Covid-19&#8221;. Laporan publikasi ilmiah global tersebut memberikan tinjauan mendetail tentang tes, tren, dan sumber daya diagnostik Covid-19.<\/p>\n<p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 2,8 juta penyakit dikonfirmasi dan lebih dari 193.000 kematian. Persyaratan jarak sosial telah memperlambat penyebaran virus. Untuk pemahaman lebih lanjut tentang Covid-19, para ahli sepakat menggunakan tes diagnostik yang cepat, mudah dan akurat.<\/p>\n<p>Pengujian yang meluas dari populasi umum memungkinkan identifikasi dan isolasi pasien pada awal perjalanan penyakit, serta orang tanpa gejala yang mungkin secara tidak sadar menyebarkan Covid-19. Untuk membantu pemahaman yang lebih baik tentang berbagai tes diagnostik yang tersedia, sekelompok ilmuwan CAS dipimpin Dr Cynthia Liu merangkum prinsip-prinsip dasar pengujian molekuler dan serologis yang digunakan untuk mendeteksi virus Covid-19 SARS-CoV-2. Laporan mereka menyoroti kemajuan terbaru dalam teknologi pengujian dan memberikan pandangan tingkat tinggi lebih dari 200 tes diagnostik yang tersedia saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami para ilmuwan CAS berkomitmen untuk berbagi data dan keahlian untuk mendukung upaya inovasi menyelamatkan jiwa yang fokus memerangi Covid-19,&#8221; kata Gilles Georges , Kepala Science Officer di CAS.<\/p>\n<p>Laporan ini, menurut dia, memungkinkan para peneliti untuk membuat hubungan antara data ilmiah yang diterbitkan. &#8220;Sehingga dapat menyarankan pengembangan dan penyebaran hasil yang lebih cepat, lebih tinggi, dan pengujian diagnostik lebih akurat,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Dijelaskannya, tes Covid-19 saat ini terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, tes yang mendeteksi RNA SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Kedua, mendeteksi antibodi dalam darah orang yang pada beberapa titik terinfeksi dengan virus.<\/p>\n<p>Dalam kategori pertama, tes yang paling umum bergantung pada reaksi berantai reverse-transcriptase-polimerase (RT-PCR). Meskipun saat ini dianggap sebagai &#8220;standar emas&#8221; untuk diagnosis Covid-19, RT-PCR membutuhkan instrumen yang mahal, tenaga terlatih dan membutuhkan beberapa hari untuk mendapatkan hasil. Dengan demikian, para peneliti giat mengeksplorasi metode pengujian yang lebih cepat dan lebih hemat biaya.<\/p>\n<p>Kategori kedua, tes antibodi, tidak digunakan untuk diagnosis dini karena antibodi tidak muncul dalam darah sampai berhari-hari hingga berminggu-minggu setelah infeksi. Akan tetapi, mereka dapat digunakan untuk mengonfirmasi kasus yang dicurigai, memantau perkembangan penyakit seseorang, dan mengidentifikasi orang-orang dengan kekebalan tubuh (imun) potensial.<\/p>\n<p>Penyebaran yang luas dari kedua kategori tes dapat membantu mengelola pengembalian orang pada aktivitas normal. Akan tetapi, banyak pertanyaan mengenai spesifisitas dan sensitivitas relatif dari tes yang masih harus dijawab.(kbs\/prnewswire)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>OHIO, SIMBUR &#8211; CAS, sebuah divisi dari American Chemical Society yang berspesialisasi dalam solusi informasi ilmiah telah mengeluarkan laporan khusus dalam ACS Central Science berjudul &#8220;Teknik Pengujian dan Pengembangan Uji untuk Diagnosis Covid-19&#8221;. Laporan publikasi ilmiah global tersebut memberikan tinjauan mendetail tentang tes, tren, dan sumber daya diagnostik Covid-19. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pandemi Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 2,8 juta penyakit dikonfirmasi dan lebih dari 193.000 kematian. Persyaratan jarak sosial telah memperlambat penyebaran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,7],"tags":[],"class_list":["post-22309","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-iptek","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22311,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22309\/revisions\/22311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}