{"id":21055,"date":"2019-10-10T02:06:52","date_gmt":"2019-10-09T19:06:52","guid":{"rendered":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=21055"},"modified":"2021-03-27T00:41:54","modified_gmt":"2021-03-26T17:41:54","slug":"kualitas-berita-lebih-penting-daripada-jumlah-pembaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/simbursumatera.com\/?p=21055","title":{"rendered":"Kualitas Berita Lebih Penting daripada Jumlah Pembaca"},"content":{"rendered":"<p>HONG KONG &#8211; Saat praktisi media dan kehumasan di Asia Pasifik berupaya mengikuti pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pilihan audiens, PR Newswire telah menerbitkan &#8220;Survei Media di Asia Pasifik Tahun 2019&#8221; (Asia-Pacific Media Survey 2019). Tujuannya untuk mencermati bagaimana wartawan beradaptasi dengan perkembangan tersebut.<\/p>\n<p>Survei tahun ini terbesar yang pernah dilakukan PR Newswire di Asia Pasifik, menelaah hampir 1.000 wartawan dan profesional media di sembilan negara utama, yakni Australia, Tiongkok daratan, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam. Survei dilakukan demi membantu berbagai perusahaan internasional dalam memahami industri media di Asia Pasifik yang beraneka ragam, tim Audience Development PR Newswire juga telah merangkum daftar 10 media bisnis terkemuka pada masing-masing negara tersebut.<\/p>\n<p>Meski jumlah pembaca (readership) kian mudah diakses, 25 persen wartawan yang disurvei menyatakan, mutu atau kualitas konten ialah indikator kinerja utama (IKU) mereka. Diikuti jumlah artikel berita yang ditulis sendiri, misalnya &#8220;X&#8221; artikel per minggu dan aktivitas media sosial, contohnya, seberapa sering konten tersebut dibagikan (shares) di media sosial.<\/p>\n<p>Survei ini mengungkapkan, sumber pemberitaan tepercaya semakin penting. Misalnya, 73 persen wartawan yang disurvei di Tiongkok daratan meyakini, akurasi berita menjadi pertimbangan utama ketika menilai bobot pemberitaan. Rilis berita tetap menjadi sumber informasi tepercaya. Lebih dari separuh responden dari sebagian besar negara Asia Pasifik (delapan negara penting, di luar Tiongkok daratan) meyakini rilis berita resmi (27 persen) ketimbang kanal media sosial (10 persen). Temuan survei juga menunjukkan naiknya tingkat kepercayaan wartawan terhadap rilis berita, yakni sebesar 5 poin persentase, dibandingkan tahun 2016-2017 yang mencapai 22 persen.<\/p>\n<p>Sumber pemberitaan yang terverifikasi berperan penting saat wartawan menuliskan artikel. Sewaktu mencari kutipan pernyataan untuk artikel, kalangan wartawan di Asia Pasifik lebih bergantung kepada narasumber pribadi (60 persen), diikuti dengan rilis berita (51 persen).<\/p>\n<p>Sejumlah temuan penting lainnya dari laporan ini mencakup foto beresolusi tinggi (29 persen) menjadi elemen multimedia dalam pemberitaan yang paling banyak dipilih para wartawan di kebanyakan negara Asia Pasifik, 25 persen di antaranya memilih video, diikuti dengan infografik (21 persen).Para wartawan ingin meningkatkan keahliannya dalam membuat konten bermutu.<\/p>\n<p>Dibandingkan dengan survei sebelumnya pada 2016-2017, wartawan di Asia Pasifik lebih menginginkan pelatihan tentang pelaporan mendalam dan keahlian wawancara. Komunikasi multibahasa dinilai penting bagi perusahaan yang ingin mendunia. Para wartawan di Hong Kong, Malaysia, dan Singapura menanggapi survei ini dalam berbagai bahasa, sedangkan, hampir 100 persen wartawan yang disurvei di Tiongkok, Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, dan Vietnam sebagian besar menanggapinya dalam bahasa lokal. Hal tersebut memperlihatkan preferensi pembaca mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi perusahaan yang beroperasi di seluruh dunia, upaya untuk meningkatkan profil merek dan reputasi merupakan pekerjaan penting. Untuk itu, pemberitaan media berperan penting,&#8221; kata Lynn Liu, Director, Audience Development and Distribution Services.<\/p>\n<p>Lynn Liu menambahkan, di Asia Pasifik, perusahaan internasional perlu memahami perubahan industri media dan preferensi wartawan lokal supaya mereka bisa menjadi mitra yang kian berharga bagi awak media. &#8220;PR Newswire berkomitmen untuk membantu berbagai perusahaan dalam menuturkan kisahnya di kawasan yang beraneka ragam dan dinamis ini,&#8221; ungkapnya sembari menambahkan, pihaknya ingin mengulas sejumlah temuan penting dari survei tersebut di ajang &#8220;Media Coffee&#8221;.<\/p>\n<p>Sebelumnya, mengungkap tren terbaru dan tantangan terbesar yang dihadapi industri media, Cision pun merilis 2019 State of the Media Report, laporan tahunan tentang kondisi industri media yang ke-10 terbitan perusahaan pada April lalu di Chicago, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Edisi tahun ini adalah laporan Cision dengan skala terbesar, menyurvei hampir 2.000 jurnalis dari 10 negara di seluruh dunia, untuk mempelajari berbagai masalah utama yang dihadapi industri media global pada 2019, serta bagaimana para profesional humas dan komunikasi dapat bekerja sama dengan lebih baik lagi dengan rekan jurnalis mereka.<br \/>\nMeski semakin banyak tantangan yang dihadapi jurnalis &#8211; dari berita palsu dan maraknya informasi yang keliru, penciutan anggaran dan dapur berita (newsrooms), hingga perubahan dalam algoritma media sosial &#8211; laporan tersebut menyajikan beberapa temuan yang optimistis. Untuk tahun kedua secara berturut-turut, responden melaporkan penurunan tingkat ketidakpercayaan publik terhadap media; 63 persen responden merasa publik kehilangan kepercayaan terhadap media pada tahun ini, turun dari 71 persen pada 2018 dan 91 persen pada 2017.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun berita palsu masih menjadi perhatian, hal tersebut bukanlah tantangan jurnalisme tahun ini. Sayangnya, masalah seputar media sosial dan sumber daya menjadi hal yang paling dikhawatirkan, terutama di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris,&#8221; kata Kevin Akeroyd, CEO, Cision.<\/p>\n<p>Menurut dia, tidak semuanya berita buruk. &#8220;Kepercayaan adalah tema utama dalam hasil survei tahun ini. Hal ini tampaknya terkait dengan masa depan industri dalam banyak hal.&nbsp; &#8220;Menyampaikan berita yang andal, informatif, dan relevan semakin penting ketimbang masa sebelumnya, dan jurnalis menggunakan data audiens untuk lebih memahami berita apa yang menghasilkan arus kunjungan pembaca dan pendapatan yang dibutuhkan jurnalis agar bisa berkembang di lingkungan media saat ini,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Berbagai tanggapan dalam survei tersebut juga mencerminkan keprihatinan yang beredar tentang perubahan peran media sosial, kian maraknya penuturan kisah (storytelling) yang berbasis pada data, dan hubungan antara profesional di bidang media dan komunikasi.<\/p>\n<p>Temuan penting lainnya dari laporan ini termasuk: 65 persen jurnalis secara global merasa bahwa tolok-ukur audiens (audience metrics) yang terperinci seperti views dan engagement telah mengubah jenis konten yang diterbitkan. Selanjutnya, 43 persen responden terutama berfokus pada jumlah pembaca (readership) atau views, 20 persen berfokus pada engagement, dan 15 persen berfokus pada dampak pemberitaan terhadap pendapatan perusahaan. Namun, 75 persen jurnalis mengatakan bahwa kurang dari 25 persen usulan berita (pitch) yang diterima terbilang relevan.<\/p>\n<p>Para jurnalis melaporkan bahwa satu-satunya hal paling efektif yang dapat dilakukan oleh para profesional humas guna meningkatkan hubungan mereka dengan media adalah dengan lebih memahami end customer dan menyediakan informasi yang lebih relevan serta disesuaikan dengan audiens tersebut.<\/p>\n<p>Karena sifat media sosial yang fluktuatif pada 2018, jurnalis memiliki perasaan yang semakin rumit tentang pentingnya media sosial. 38 persen jurnalis yang disurvei setuju bahwa algoritma media sosial yang diperbarui &#8211; seperti perubahan pada Facebook News Feed &#8211; akan menjadi teknologi paling penting yang memengaruhi pekerjaan mereka pada 2019. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dampak tersebut tidak selalu positif, karena jurnalis memiliki kekhawatiran tentang mengandalkan media sosial dalam menerbitkan konten.(kbs\/prn)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HONG KONG &#8211; Saat praktisi media dan kehumasan di Asia Pasifik berupaya mengikuti pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pilihan audiens, PR Newswire telah menerbitkan &#8220;Survei Media di Asia Pasifik Tahun 2019&#8221; (Asia-Pacific Media Survey 2019). Tujuannya untuk mencermati bagaimana wartawan beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Survei tahun ini terbesar yang pernah dilakukan PR Newswire di Asia Pasifik, menelaah hampir 1.000 wartawan dan profesional media di sembilan negara utama, yakni Australia, Tiongkok daratan, Hong Kong, Taiwan, Indonesia,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-21055","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-iptek"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21055"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22182,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21055\/revisions\/22182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/simbursumatera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}